<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012</id><updated>2012-02-16T05:43:16.026-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='satir'/><category term='kasih sayang'/><category term='politik'/><category term='potongan'/><category term='alkisah...'/><category term='dunia'/><category term='jurnal'/><category term='cinta pada kebijakan'/><category term='psikologi'/><category term='cerita rumah sendiri'/><category term='puisi dan melodi'/><category term='agama'/><category term='opini'/><category term='pop kultur'/><category term='persimpangan'/><category term='sastra'/><title type='text'>Sejuta Huruf Jatuh Habis Tersapu</title><subtitle type='html'>Sebuah Antologi Karya Amanda "Manzo" Saragih</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-1735263310472962656</id><published>2011-04-20T20:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T20:18:14.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>ARRRGGHH: Trolling di Pagi Hari</title><content type='html'>Jadi pagi ini ceritanya saya baca berita. Bukan ceritanya lah. Emang baca berita. Ada artikel berbunyi "Perlu Cara Khusus Tangani Pesta Seks Bocah di Palembang". Yaiyalah saya syok. "Pesta Seks Bocah"? Maksudnya? BOCAH? BOCAH UDAH MIKIR SAMPE SITU? Kok bisa?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya buka beritanya, dan saya baca, ini cuplikannya;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-C1ZCS_T9eWw/Ta-Zd79IXSI/AAAAAAAAAmw/AOE1dq9GLtw/s1600/Picture+9.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://4.bp.blogspot.com/-C1ZCS_T9eWw/Ta-Zd79IXSI/AAAAAAAAAmw/AOE1dq9GLtw/s400/Picture+9.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Pas saya baca si anggota DPR ini suggest anak-anak itu "diteliti", saya setuju. "Oh, bener juga. Mungkin psikologinya ada yang salah. Mungkin lingkungan dia dibesarkan kurang bener. Mungkin &lt;i&gt;kurang edukasi&lt;/i&gt; soal hal itu."&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Tapi pas dia bilang kalau sumber masalahnya dari "HP" dan "internet" dan penggunaannya harus dibatasi/diawasi, sampai menyarankan warnet cuma boleh SMU keatas ini menurut saya salah, SEKALI LAGI.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Yang namanya media informasi itu benar adanya bisa di abuse, tapi BISA JUGA DIGUNAKAN DENGAN BAIK DAN BENAR. Gimana caranya? &lt;b&gt;YAH DIDIKLAH UNTUK DIGUNAKAN DENGAN CARA YANG BAIK DAN YANG BENAR&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Tapi sebelum kita menyalahkan media informasi, kenapa ngga kita tarik dulu cikal bakal masalahnya; &lt;b&gt;KURANGNYA PENDIDIKAN SEKSUAL DI INDONESIA&lt;/b&gt;, dan saya dari kemaren kayanya ngga berhenti karena sejak kasus Ariel kemaren barulah terlihat jelas kalau Indonesia terlalu cuek atau tidak berani buka pikiran, atau apalah sejuta alasan mereka yang saya ngga tau, intinya mereka mengabaikan pentingnya edukasi seks. Kayanya kita ngga mau belajar dari negara-negara di benua Afrika dimana kasus perkosaan ngga terkontrol karena kurangnya edukasi seks, begitu pula penularan infeksi penyakit seksual merambah gara-gara kurangnya edukasi seks. Sekarang negara-negara hitam di Afrika mulai dan &lt;b&gt;MAU&lt;/b&gt; bangkit karena tragedi tersebut. Pendidikan seks disebar ke pelosok-pelosok, ke SD-SD. Pengaman anti pemerkosaan disebar, alat pengaman dianjurkan. Terus kita kapan? Apa kita mau gantiin posisi negara-negara tersebut dalam hal kurangnya pendidikan seks?&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Saya tonton disebuah film dokumenter, edukasi seks sudah dijadikan kurikulum di Belanda dan dilakukan sedari SD. Guru-guru yang berpastisipasi dengan baiknya sabar dan telaten. Mindset mereka adalah &lt;i&gt;untuk mendidik anak-anak tersebut supaya tidak terjerumus bahaya seks&lt;/i&gt;, dan terbukti kalau ketika dewasa mereka lebih siap dalam perilaku seksual mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Terus seks tabu, dianggap dosa atau apalah. Saya tidak bermaksud menyekulerkan paham agama, tapi seinget saya ngga ada agama yang bilang seks itu tabu. Dipersilahkan tapi ada aturannya, itu aja kok. Nah, gimana supaya kita bisa mengikuti aturan tersebut? Yah kasih tau lah seks itu kaya apa, secara &lt;b&gt;biologis, psikologis, dan ilmu sosial&lt;/b&gt;. Seks itu kan bukan cuma berarti aksi mesum. Inilah yang salah sama jalan pikiran orang Indonesia pada umumnya. Seks = mesum, mesum = guilty pleasure.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Dan saya baca komen di link berita tersebut;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tolhrOXA6AI/Ta-dWi_LYEI/AAAAAAAAAm0/m2PU5Kg2aCg/s1600/Picture+8.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://3.bp.blogspot.com/-tolhrOXA6AI/Ta-dWi_LYEI/AAAAAAAAAm0/m2PU5Kg2aCg/s400/Picture+8.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Etikanya, yang namanya media informasi formal seperti detik.com ini harusnya bisa jadi media diskusi. Tapi memang pada dasarnya internet itu isinya cuma troll dan orang Indonesia lebih bodoh dari troll-troll pada umumnya, inilah yang tertera di kolom komentar. Budaya troll mo dipelihara toh? Bukannya prihatin atau gimana malah mempos contoh yang kurang layak. Terus yang saya ngga ngerti, apa pula hubungannya sama Amerika Serikat dan Israel? Mo Amerika Serikat dan Israel ngga bikin konspirasi pun, kalau Indonesia memilih untuk tetep cuek dan bodoh ya tetep aja bodoh. Kali mungkin kalau mereka bikin konspirasi beneran, seneng kali mereka Indonesia bisa dibego-begoin. Ini mah masalah moral kita pada dasarnya dan ngga ada hubungannya sama negara lain, bikin konspirasi atau punya konstipasi, atau apalah! Ngga juga hubungannya sama ramalan tentang kaum Yahudi atau apapun. Kalau merasa lebih punya moral dari mereka, kenapa dong begini? Apalagi troll dibawah yang pingin ikut-ikutan "pesta". Becanda? Okelah. Membuat kesan bodoh? Iya juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;(Yes, troll. I'm troll-flaming you.)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Memalukan lah intinya. Dan saya ngga cape dan pasti selalu terpancing amarah karena hal ini karena kok kayanya sulit banget untuk orang Indonesia buka pikiran sedikit tentang seks, tapi selalu diomongin kaya ngga ada hentinya. Ya, kaya yang saya bilang tadi, karena mesum makanya jadi guilty pleasure dan mereka seneng akan "kemesumannya", bukan esensi atau guna dari seks itu sendiri (reporduksi, harmoni, dan filosofi-filosofinya) plus, mereka bersikap munafik akan kesenengan mereka dari "kemesuman" itu. Ini yang saya ngga suka dan contoh kasusnya udah kebanyakan. Kalau pandangan kaya gini terus yang kita pegang, ga akan ada hentinyalah kasus macem "Pesta Seks Bocah" begitu dan yang jelas dengan begitu generasi penerus kita rusak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-1735263310472962656?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/1735263310472962656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/04/arrrgghh-trolling-di-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1735263310472962656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1735263310472962656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/04/arrrgghh-trolling-di-pagi-hari.html' title='ARRRGGHH: Trolling di Pagi Hari'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-C1ZCS_T9eWw/Ta-Zd79IXSI/AAAAAAAAAmw/AOE1dq9GLtw/s72-c/Picture+9.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3972681783222995763</id><published>2011-04-19T08:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T12:36:12.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: LACONIC</title><content type='html'>Songs I've created in laconic descriptions;&lt;br /&gt;(link to the songs will be edited later)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Hva Kommer fra Havet &lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 12px/normal 'Hiragino Kaku Gothic ProN';"&gt;&lt;b&gt;～ノルウェー航走歌～&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;(What Comes From the Sea)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;A fisherman's (family) lullaby in Norwegian.&lt;span id="goog_2109805706"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Hymn of War&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Love affair in the midst of war.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Starlight&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Will to live of love.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Perfume&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Obscure &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rape_fantasy"&gt;rape&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lust_murder"&gt;murder&lt;/a&gt; fetishism anthem/&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/ObligatoryBondageSong"&gt;BDSM anthem&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/MakesJustAsMuchSenseInContext"&gt;Song to kill a fly to&lt;/a&gt; (according to Depe)&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;In the Ruins of Broken Buildings of Faith&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Epic one on one battle or abusive/dysfunctional relationship. Your pick.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Come Again Tonight&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"I'm lonely, make love to me" (or more likely "Fictional guy/Idol, &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/FanGirl"&gt;I have severe infatuation to you&lt;/a&gt;.")&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;One Last Goodbye&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/ExactlyWhatItSaysOnTheTin"&gt;Exactly what it says on the tin.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Hiragino Kaku Gothic ProN; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;海の向こうで&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;b&gt;(Across the Ocean)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"With this song, we will always be close no matter how far."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Beautiful Tempation&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Izanami-no-Mikoto"&gt;Izanami &lt;/a&gt;kills 1000 people each day and &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/YourSoulIsMine"&gt;she wants your soul&lt;/a&gt;. And devotion, because apparently she still can't get over an ex-husband who left her.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Closest Distance&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/Tsundere"&gt;Tsundere&lt;/a&gt; song&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Eifersucht &lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 12px/normal 'Hiragino Kaku Gothic ProN';"&gt;&lt;b&gt;～悋気～&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/Yandere"&gt;Yandere&lt;/a&gt; song&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Sundance&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku cinta Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;(A Night to) Surrender to the Stars&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;After so long, an old flame burns pretty warmly.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-keys-and-maps.html"&gt;Keys and Maps&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Why do you even bother promising me stuff when you don't want me in the first place? Now, fuck off."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-shivers.html"&gt;Shivers&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 12px/normal 'Hiragino Kaku Gothic ProN';"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/Ptitle123ut4ni5x96?from=Main.YouCantFightFate"&gt;Song depicting a tragedy&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Whatever it is, &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/AnyoneCanDie"&gt;someone died in it&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Fireplace&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Consolation after a heartbreak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-ande-and-only-one.html"&gt;The Only One&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/StarCrossedLovers"&gt;Person singing to her/his starcrossed lover.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Alicia de la Locura (&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/AliceInWonderland"&gt;Alice&lt;/a&gt; &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/DrivenToMadness"&gt;of Madness&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/ExactlyWhatItSaysOnTheTin"&gt;Exactly what it says on the tin&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-modsefa-lullaby-of.html"&gt;Lullaby of the Spirits&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Epic lullaby.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-modsefa-lullaby-of.html"&gt;Starcrossed Lore&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Epic &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/CallToAdventure"&gt;adventure call&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;PURIPHLOGOS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/HotBlooded"&gt;RAGING FIRE&lt;/a&gt; &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/SongOfCourage"&gt;OF BRAVERY&lt;/a&gt;&amp;nbsp;in Greek.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Hiragino Kaku Gothic ProN; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;b&gt;FREJA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://miumiuchuu.blogspot.com/2011/03/bringers-of-justice-project-mage-rants.html"&gt;Spirit Summoner: The Only One&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; in a nutshell.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;INGELAÕIAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/DealWithTheDevil"&gt;Deal with the devil.&lt;/a&gt; And it felt &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/EvilFeelsGood"&gt;awesome.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Eleonora's Song&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Song of the &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/ChildhoodFriendRomance?from=Main.UnluckyChildhoodFriend"&gt;unlucky childhood friend&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Hiragino Kaku Gothic ProN; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-megumi-no-uta.html"&gt;恵の歌&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;b&gt;(Song of Blessings)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;A very personal song of the artist.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;Searching through a Missing Song&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;A very personal song of the artist to a &lt;a href="http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/MaxSteel"&gt;certain TV show&lt;/a&gt; she likes.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;False Ignition&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Bias leads to hate. Hate leads to war.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-vow-in-bond.html"&gt;The Vow in the Bond&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;s&gt;The premise of&amp;nbsp;&lt;/s&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1913532864"&gt;"&lt;/a&gt;&lt;s&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bones_(TV_series)"&gt;Bones"&lt;/a&gt;&amp;nbsp;in a poetic narration.&lt;/s&gt;&amp;nbsp;A story of a knight and a maiden.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3972681783222995763?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3972681783222995763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/04/puisi-dan-melodi-laconic.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3972681783222995763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3972681783222995763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/04/puisi-dan-melodi-laconic.html' title='Puisi dan Melodi: LACONIC'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2552593519261633941</id><published>2011-03-14T10:00:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T10:06:34.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Polusi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Prakata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;Menurut saya ini aga kompleks dan isu yang dibahas sepertinya macam-macam. Ingin mencoba mengubek-ubek tema cinta, penghiantan, dosa, agama Shinto, dan apapun yang menurut pembaca bisa temukan disini. Pada akhirnya interpretasi ada dipikiran pembaca masing-masing. Kalau tertarik, boleh didiskusikan di kolom komen :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;(Salah satu isu yang dibahas juga mungkin adalah penulis kebanyakan main "Shin Megami Tensei: Persona 4" *jujur* =__=;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;"Teng... Teng..." bunyi giring-giring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ia memandang cermin di rumah kosong itu. Rumah yang berantakan dengan barang-barang berserakan. Furnitur dimana-mana. Ruangan itu gelap gulita pula dan air bocor menetes, menjadikannya lembab.Tidak terkoodinir. Dipolusi debu dan kotoran. Tidak indah. Tidak suci.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Tidak lagi..." ujarnya. Bersahutan dengan giring-giring yang entah berbunyi darimana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Ah, perasaan apa ini..." ujarnya seraya memandang wajahnya di cermin retak. Ia merasa bengah dan jenuh. Kosong. Ia tidak lagi bisa marah. Ia tahu setelah bencana itu wajahnya tidak lagi cantik jelita. Sayatan dimana-mana. Ia bisa dengan jelas melihat kerangka dibalik dagingnya. Kalau dulu pipinya merekah, sekarang penuh darah. Ia terluka badan dan hati. Berantakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Kulahirkan anak-anaknya." katanya, "Aku korbankan diriku lebih dari seorang wanita sampai sakit. Aku baginya hanya objek. Rahimku ini hanya tempat bagi organ lebih tubuhnya itu supaya terangsang. Bajingan."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu ia mencoba tersenyum. Tetapi senyum itu malah jadi seringai. Tentu saja karena bibirnya sudah terkoyak habis. Hanya ada otot dan gigi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dari memorinya, terpantul bagaikan film di cermin. Terlihat ketika pria itu, yang ia pikir mencintainya. Berkata padanya yang tengah berbaring di bangsal rumah sakit, "Anak-anakmu dan aku tak akan lagi melihatmu. Kau hina dan jelek. Aku akan pergi meninggalkanmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Kusumpahi kau!" balas wanita itu dengan segenap tenaga, "Kusumpahi demi 1000 orang yang mati tiap hari!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan wanita itu tertawa. Tertawa sekeras-kerasnya. Tawanya terpantul keseluruh tembok di rumah tua dan jelek itu. Seperti distorsi. Menusuk-nusuk setiap permukaan. Akhirnya sampai puas ia berhenti dan menyeringai lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Sedih bukan? Harus terkurung rumah yang ditinggalkan. Yang waktu itu dilanda kebakaran. Seperti menerima beribu-ribu kematian yang tiap hari datang. Kematian-kematian yang sangat tidak menawan."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sakit dan kecelekaan memang tidak pernah suci. Kematian apalagi. Temannya sekarang hanya serat-serat dendam yang masih menggantung di udara rumah itu. Bersama juga dengan abu-abu hangus yang mengotori tembok rumah, melambangkan rasa jahat dan ketidakmurnian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Teng... Teng..." bunyi giring-giring.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sesosok pria berbadan tegap terpantul juga di cermin itu. Yang telinganya daritadi mendengar desahan dendam wanita tadi. Yang tangannya berada membasuh pipi penuh darah wanita itu. Yang dagingnya berbentur dengan daging wanita itu seperti koyak-koyakan yang bertumpuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Kamu cantik, Nami..." katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Wanita itu diam saja. Kuku-kuku panjang pria itu bisa dirasakannya nyaris mengoyak dagingnya hanya saja kalau ia tidak perlahan-lahan menyentuhnya. Si wanita memejamkan mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Dulu suamiku bilang begitu."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Dia bukan suamimu lagi," balas pria itu pelan, "Sekarang aku suamimu. Aku yang sama tak menawannya denganmu. Suamimu tak sengaja meninggalkanku disini. Ia tidak tahu betapa menginginkanmu. Ia sudah kalah. Biarkanlah ia menikmati ribuan hidup, kau dan aku lebih kekal."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Suara pria itu begitu dalam. Sedalam kegelapan. Ia tahu ia sudah jatuh kegelapan setelah dirinya jatuh sakit, berubah seperti mayat, lalu dikhianati, dan akhirnya menumbuhkan dendam. Ia tahu ia tidak bisa kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Pada akhirnya semua orang akan jatuh kedalam tempat seperti ini. Seperti kau dan aku." lanjut pria itu,&amp;nbsp; "Kau adalah ratu tempat ini, Nami, dan aku akan memberikan bukti padamu. Kau hanya perlu menunggu kematian orang-orang itu. Aku yang akan membuat mereka mati. Mencelakai mereka, menyakiti mereka..."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Mengapa kau begitu yakin?" tanya wanita itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Karena kalau kau adalah kematian, maka darikulah lahir segala sesuatu yang jahat," jawabnya. Lalu dengan satu gerakan, ia meletakkan lutut penuh korengnya ke lantai dan menghadap wanita itu seolah ia lebih agung. Mengangkat tangan kirinya yang jari manisnya sudah tiada lalu menciumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Aku dan engkau sama. Kita tidak disukai manusia dan Tuhan. Lihat suamimu, ia meninggalkanmu, bukan? Karena ia masih tinggal di dunia yang normal. Kita sama-sama abnormal. Kulit kita terkoyak digerogoti belatung. Kita meninggali gedung apartemen tua yang dikira berhantu ini. Aku, kamu, tempat ini sama. Sama-sama dijauhi."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Giring-giring berbunyi lagi. Kali ini berirama konstan. Menambah intensitas. Membuat tempat tua dan lusuh itu jadi mengerikan. Mendatangkan ruh-ruh yang membuat perasaan tak enak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Aku meninginkanmu, Nami. Biarlah aku yang melengkapi kekuranganmu itu. Di tempat ini... Kita saja..."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Maga..." panggil wanita itu ke pria yang menghadapnya. Wanita itu meninggalkan cermin. Menggenggam pundak pria itu yang membaringkannya ke lantai lembab yang kotor dan berlumut. Pria itu mulai menciumi luka dan nanahnya. Wanita itu tidak pernah merasa lebih kotor dari ini dan ia merasa puas akan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lonceng berbunyi tiada henti. Wanita itu mendesah bersamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Godaan yang paling cantik adalah godaan yang paling jahat. Karena jahat, maka ia tidak pernah cantik. Karena jahat adalah polusi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2552593519261633941?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2552593519261633941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/03/polusi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2552593519261633941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2552593519261633941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/03/polusi.html' title='Polusi'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3206277890829029744</id><published>2011-03-12T07:02:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T09:28:34.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>日本へ。いや、世界へ。</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Pre note: One of the character from my favorite game&amp;nbsp;&lt;i&gt;Soul Calibur,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Sophitia is having her birthday today. Geeky happiness aside, let's put her name into this article and aspects of our lives, &lt;i&gt;Divine Wisdom&lt;/i&gt;. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Singapore, 12 March 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;My heart is in Japan... ;A;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Well, it's been in Japan before this happened by after all the earthquake and tsunami, I'm getting worried about Japan even more. Not only Japan. The whole world in general.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;At first, when I received the news at my Theater Aesthetic class (which totally distracted me when I was in full focus of the class) I thought that, "Oh, it's been a long time since Japan hit by a huge earthquake. They should be ready." Not so long after that, I read Japan's warning issue to several other countries like Hawaii, Philippines, and Indonesia. Then I thought, "That must be bad."&amp;nbsp;I went home, I started looking for news. The very first footage was released by Aljazeera's YouTube account and I swear I started to tremble.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;More footage and photos posted on news sites from all over the world. It was the worst since 2004 earthquake and tsunami that hit Aceh. At the time, Aceh was almost drowned from the map literally, and it affected surrounding towns on Northern Sumatra and it almost reached Aceh and Medan's border. This time. Almost the whole Japan is affected and all the Eastern coast are swept away.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I can't even think of "this is the country of my idols and fun are" anymore.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;It's downright devastating. The thing is I can count similar "annual" disasters that had been occurred in this past 5-6 years. Aceh tsunami, Katrina (though it caused by the tropical cyclone cycle rather than moving earth plate, still it was the worst in past few years), Haiti, Chile... and I can count several others more in my own home country. Perhaps because Indonesia got too much disasters, I empathize to Japan. It's frightening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;My best friend has a Japanese friend in college. She said that he was just arrived at Jakarta from Japan earlier than planned in order to surprise his friends in Indonesia. The next day, tsunami happened. He is in the difficulty of contacting home right now.&amp;nbsp;I even actually planned a trip to Japan this summer with my classmate. A homestay like program while learning Japanese. I even intended to visit Disneyland and I've been missing that place so much for the whole month.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I suddenly felt very lonely. I don't know. Perhaps, I was being a human for a moment. I seriously can't think of anything and simply thought, "We had too much like this already, and this is one of the worst". I guess what all people say about "Whatever on earth is temporary. When God wishes them away and away they'll be."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I was lonely when the Aceh earthquake occurred too. This time figuratively and literally. Warnings were all over the country. My brother was at a camp, my parents are on pilgrimage and Mecca was flooded on the very Eid'al Adha day. I was with my Grandma at our home on Bandung. Bandung is a high terrain and on the centre of Java so logically it saves us from tsunami. But still...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Some of the US fellows are also haunted by this creepiness since they went through Katrina. And from what I read in the news at the time, Katrina's post-disaster wasn't a very good one either. It's like a little drawings of "what will happen on the apocalypse". That might sounds sort of hyperbolic, but that's the closest term I can find about it.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Yet, Japanese people don't loose their faith. I follow some Japanese musicians on twitter. They spread help. They communicate to one another. They support their victims. They also spread comfort messages about how "don't forget to smile", "please help those in stress/trauma" and all things similar. According to an Indonesian who live in Japan. Japan is also came prepared. They have known their country is vulnerable to disasters since a very, very long time. They worry, they are frightened, but they are not panic. It's touching to see my twitter timeline filled with compassion.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Though damage and victims are still inevitable. It's horrifying to read "hundreds unreported bodies are found along the coast".&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Then comes the debate of "Japan deserves it" and such. Hold your horses there. I know Japan did horrible things like &lt;s&gt;guro, hentai, lolicon, AVs, junior idols,&lt;/s&gt; Nanking Massacre and Unit 731. But hey... Every country did some shit. It's not just Japan. Maybe the shit were exposed all over the world, maybe only the citizens of the country know about this shit, or maybe the shit is covered as good deed with good publication. But either way, we are humans. At some point we do bad things. Country is a massive land with massive human population. A massive shit will be done.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Then we should remember again that; this is a natural disaster. It can happen to anyone, anywhere. Just think of HIV/AIDS. But in larger scale. We need no prejudice here. We need support.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;So... It's not just about Japan. It's about us, humanity. At least we express our concern, even if we can't do anything to help. But if you're willing to, there will always a way to help. Hasn't Mother Earth warn us enough this past few years?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;And a note for you fangirls and fanboys, you Japanophiles, especially we know there's the "holy ground" of our entertainment. It's not because "my otaku business is safe or not". It's not the time to think certain ground's safety only.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I think that's for tonight. Let us give our hearts to Japan, to the world.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Hiragino Kaku Gothic ProN; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;こんな時もがんばりますよ、日本。ここから自活して。世界の皆さんもこの当事考えてありがとう。&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Hiragino Kaku Gothic ProN; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;おやすみ～&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3206277890829029744?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3206277890829029744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/03/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3206277890829029744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3206277890829029744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/03/blog-post.html' title='日本へ。いや、世界へ。'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-4258890003224664747</id><published>2011-02-06T23:25:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T23:25:21.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'>Maya dan Ada. Maya.</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;Aku berteriak "Kembalilah!" tapi ia tidak dengar. Di depan kami ada kaca tebal yang daritadi tak berhenti kugedor-gedor. Sudah berkali-kali kucoba pecahkan kaca itu dengan apapun, tetapi aku tetap tidak bisa menggapainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Ia sendiri tidak mau, aku tahu itu! Ia tidak mau ditelanjangi dan dijadikan ringan. Lalu diterbangkan ke udara bak balon helium. Cipratan darah dan air mata mengalir disekelilingnya menjadi butir-butir mutiara yang beku oleh waktu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, menangis, mencoba berenang kearahku tetapi bagaimana pun kami tidak bisa saling menggapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Mereka bunuh keluargaku, Ada! Mereka membiarkankanku jadi sendiri, merubahku jadi manusia balon yang bisa terbang melewati waktu." katanya dari balik kaca, "Aku tidak mau ini, Ada. Aku mau keluargaku, aku mau kakakku. Aku mau pulang!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Aku mendengarmu, Maya. Tapi apa yang bisa kulakukan. Aku ada dibalik kaca seberat apa aku ingin menolongmu."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Dia menangis semakin kencang. Mengais-ngais kaca yang membatasi kami, menggaruk-garuknya kencang. Rintihannya mulai mengeras ketika ia juga mencoba memukul keras kaca itu dengan tangannya yang begitu rapuh dan seputih bunga bakung. Dia mendorongnya. Tapi tidak bisa. Kaca itu tidak juga pecah. Kadang angin menerbangkan tubuhnya itu, lalu ia harus mengayuh-ayuh tangannya lagi menuju kaca yang membatasi kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Tolonglah aku, Ata! Tolong aku! Aku sungguh ingin pulang ke keluargaku. Seperti yang kau ingat dihatimu. Lakukanlah sesuatu!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku tidak sanggup melihat Maya menangis begitu keras. Maya yang aku kenal dari umur 10. Maya yang manis, naif, dan polos. Maya waktu itu baru 13 tahun. Walau baru beranjak remaja, Maya bisa manja. Terutama pada kakaknya. Kakak perempuannya yang cantik jelita bernama Sanya. Maya selalu bersembunyi dibalik figur Sanya yang semampai, memeluknya dari belakang dan tertawa bersamanya. Sanya mirip sekali dengan Maya, hanya saja lebih dewasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Dan aku tidak tahu bagaimana aku harus mengembalikan Sanya dan suaminya, Arman yang telah menjadi figur ayah untuk Maya. Mereka sudah mati dibunuh oleh orang-orang asing dengan seragam hitam dan senapan api. Halaman waktu Sanya meninggal tidak ada di bukuku maupun buku Maya. Sudah kucoba beragam cara untuk mengembalikan Sanya dan Arman. Aku menulis dibuku petuahku, dengan pena ajaibku, menulis dan menggambar bagaimana Sanya dan Arman akan hidup kembali dan menjemput Maya. Tetapi tidak bisa. Tidak berhasil. Maka kuambil zat-zat misterius dari pulau Fuledonia, kugabungkan dengan telur anakonda, dan sayap kupu-kupu. Kuikuti resep dari buku penyihir yang kubeli di Kinokuniya minggu lalu. Kuucapkan mantra dan doa. Berharap ini akan mengembalikan kebahagiaan pada Maya. Tapi tidak bisa juga. Tidak bisa juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kaca itu! Kaca itu harus dipecahkan dulu! Semua sihir dan usaha yang kulakukan pasti akan berhasil jika saja kaca itu tidak membatasiku dan Maya. Aku hanya perlu itu! Tapi apa, apa yang bisa memecahkan kaca ini yang begitu tebal dan cembung. Membatasi aku dan Maya yang sama-sama ada diujung harapan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Baiklah, Maya! Aku akan menolongmu. Aku keluargamu juga dan keluargamu adalah keluargaku. Aku akan mengembalikan Sanya dan Arman padamu. Seperti yang pernah ada dihati kita berdua!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku berdiri, kutinggalkan kaca itu. Aku mendengar Maya berteriak memanggil namaku dan bertanya mau kemana. Tenang saja, Maya. Aku akan selalu membelamu. Aku hanya perlu sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku turun kebawah, melewati sebuah tangga kayu. Aku berbelok ke dapur. Mengambil itu. Parang panjang terbuat dari besi dan kunci inggris raksasa milik Ayah. Ayah pasti akan mengijinkanku. Ayah juga kenal Maya. Ayah tahu Maya adalah teman baikku dan aku tidak akan membiarkan teman baikku tersiksa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku hampiri lagi kaca itu. Kaca kurang ajar yang membatasiku dengan Maya. Dengan semuanya. Dengan kebahagiaanku dan kebahagiaan Maya. Dasar kaca sialan. Sudah cukup! Aku akan membuatnya hilang dan membuat Maya dan aku menjadi tanpa batas dan saat itu juga akan kulakukan lagi satu sihir hebat yang akan membuat Maya pulang ke keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Maya masih disitu, melayang-layang diangkasa. Wajahnya bingung meihatku membawa parang. Lalu dengan satu pukulan serius, kubentur kaca itu dengan parang ditangan. Maya terkejut, kaca itu retak kecil. Lalu sekali lagi kubentur. Masih retak kecil. Sampai akhirnya kuambil si kunci inggris yang jauh lebih berat dari parang. Kupukulkan kunci inggris ke kaca. Keras. Keras. Sekeras hidup Maya sekarang. Sekeras keringat dan air mataku. Aku tidak mau Maya sakit hati lagi. Aku tidak mau sakit hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Ada?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Tenang saja, Maya! Kalau kupecahkan kaca ini, duniamu akan bocor ke duniaku. Kita akan bersama! Dengan begitu aku bisa mengembalikan Sanya padamu! Aku berjanji!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Pecah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aliran listrik mulai bocor. Sebuah percikan energi elektrik keluar dari pecahan kaca. Ada sebuah cahaya. Sedikit lagi, sedikit lagi Maya akan datang padaku! Sedikit lagi!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hitam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kaca pecah dan dunia berubah hitam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tunggu? Apa ini? Kenapa...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Maya?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Maya? Maya, kamu dimana?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Maya? MAYA!?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Adinda! Adinda! Kamu ngapain!? Masya Allah! Adinda!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Apa yang...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Ya ampun, Ibu! Ibu!! Adinda mecahin TV, bu!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Apa yang terjadi? Kenapa Mbak Riyem begitu panik? Kenapa--&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kenapa jadi hitam! Mana Maya!? Mana Maya!? Tidak, tidak bisa begini, kembalikan Maya padaku! Aku ingin menolong Maya, aku &lt;i&gt;harus&lt;/i&gt; menolong Maya! Aku meronta, aku tidak setuju. Kaca sialan! Kenapa kau menipuku!? Kenapa! Aku benturkan tanganku lagi kepadanya, mengoyaknya dengan tanganku sendiri, aku tidak peduli! Aku mau Maya! Aku mau Maya bahagia! Kembalikan Maya padaku!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Adinda! Hentikan, Adinda!!!!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Suara Ibu tidak akan menghentikan aku. Aku cuma mau Maya. Aku cuma mau membuat Maya bahagia, aku sudah hampir berhasil. Tapi kenapa? Kenapa malah begini? Kenapa malah jadi hitam dibalik kaca itu? Kenapa Maya sudah tidak ada lagi? Kenapa ada Ibu dan kenapa Ibu jadi ikut marah dan menangis? Aku yang seharusnya menangis. Aku yang harusnya marah. Aku ngga suka. Aku mau Maya...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Adinda! Kamu ini apa-apaan sih! Lepasin tanganmu dari TV! Kamu ini dasar anak aneh! TVnya jadi rusak kan!? Lihat tanganmu itu! Sudah berdarah-darah!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Ngga mau!!! Aku mau Maya! Aku mau Mayaaa!!!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Sekuat tenaga aku meronta dari pegangan Ibu. Ibu tidak mengerti, Ibu tidak akan pernah mengerti. Mereka semua tidak mengerti! Semuanya. Orang-orang berbaju hitam dengan senapan itu, kaca, semuanya. Mereka tidak mengerti lagi kalau orang ingin bahagia. Aku jadi sedih. Aku tertekan. Mereka menekanku. Jahat sekali...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Udah ya kalau begini! Ibu bilang Ayah kamu ngga boleh main PS lagi!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Bu, Pak Udin sudah nunggu diluar..."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Ayo, Adinda! Kita ke rumah sakit! Lukamu itu harus dijahit!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Maya... Kembalikan aku pada Maya... Maya sendirian. Dia sendirian. Kegelapan itu akan memakan Maya. Menjemput Maya menuju ketiadaan. Maya... Maya...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Maya...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-4258890003224664747?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/4258890003224664747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/maya-dan-ada-maya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4258890003224664747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4258890003224664747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/maya-dan-ada-maya.html' title='Maya dan Ada. Maya.'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8913596634308092342</id><published>2011-02-06T22:17:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T22:17:20.517-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "Megumi no Uta"</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;恵の歌&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Song of Blessings)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NzM5O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY3MzktOWIwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk3MDU4OTg2O30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NzM5O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY3MzktOWIwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk3MDU4OTg2O30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Translation from Japanese lyrics:&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;The four-leafed clover is swaying by the wind&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It whispers softly&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To my chest the wind is blowing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I haven't find that green-colored dream&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Where is it?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Oh, wind, please show me the way&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A childhood hope that is hidden inside a flower bud&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I will wait until the flower blooms&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I surely will feel stronger&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Aa,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Resonating in the sky&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I will spread the song of blessing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I want to go back to the faraway moments&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I want to take back the same feeling at the swept away time&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I won't let it go&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Aa,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Circling in the sky&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A beautiful sound&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It's the song of blessing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Aa,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It will always resonates through the universe&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;The song of blessings&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8913596634308092342?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8913596634308092342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-megumi-no-uta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8913596634308092342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8913596634308092342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-megumi-no-uta.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;Megumi no Uta&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-1612552724637676859</id><published>2011-02-06T09:04:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T09:04:09.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><title type='text'>Untukmu, Bungaku yang Mekar</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku melihatmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Selalu melihatmu. Disitu. Menunggu. Dengan wajahmu yang sendu dan senyummu yang sayu. Ya, aku melihat jelas kearah dirimu selalu tanpa kau harus tahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Bahwa aku melihatmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku melihatmu menunggu di kursi taman, duduk sendirian. Aku tahu kau sedang sendirian. Maka kuambil kesempatan itu, untuk menggapaimu, untuk menikmati waktu berdua saja denganmu. Kau menghela nafas. Pikirku ingin kutangkap nafasmu. Bertanya apa yang mengganggumu. Kau bersandar di kursi itu, menatap ke angkasa seperti memanggil rindu. Apakah kau mengingatku ketika kau memanggil rindu itu? Kurasa begitu. Karena aku tahu. Pokoknya aku tahu. Suatu saat aku berjanji akan datang kepadamu. Menggantikan angkasa yang kau tatap penuh harap itu. Menggoda kedua mata birumu sambil membelai-belai rambut panjangmu yang ikal merah itu. Seperti api, merah dan membara. Ah, kau membuatku membara. Hanya dengan membayangkan menyentuh bara rambutmu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kau sudah berjam-jam duduk di bangku itu. Kau tidak beranjak pergi. Seperti terikat, terikat pada sesatu. Terikat pada janjimu. Terikat padaku. Lalu kau mulai bergerak resah. Mengeluh tanpa kata. Menggeser-geser badanmu tetapi tidak juga berdiri. Kau memeluk tas sekolahmu itu, kau menunduk, kau menggeleng-gelengkan kepalamu. Daritadi kau tidak berhenti melihat jam. Aku menyaksikanmu! Jangan gelisah! Jangan takut! Aku tahu semua gerakanmu dan kau hanya perlu tenang dan duduk saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Semuanya sudah kuurus. Tenang saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku tahu. Harusnya ia datang kan? Ia telah berjanji padamu datang ke taman ini. Kau akan menemuinya di bangku taman itu. Tapi tidakkah kukatan berkali-kali padamu. Kenapa mereka dinamakan langit? Angkasa? Karena mereka hampa. Mereka tidak akan mendengarmu. Harapanmu kosong pada mereka. Tidak ada gunanya hanya menatap langit biru yang hanya berisikan arakan awan. Mereka tidak akan memberikan apapun, sayangku. Mereka tidak akan mengabulkan janji atau mimpimu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Mereka tidak akan. Tidak akan pernah dapat engkau gapai lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kau serapuh bunga. Mungkin salah satu alasan mengapa aku selalu melihatmu. Mencintaimu tanpa kau harus tahu. Aku ingin kau, bungaku yang sedang mekar. Aku ingin merasakan semerbakmu persis ketika kau sedang mekar. Aku ingin mekar di dalammu. Aku ingin kau mekar menjadi bungaku dan aku adalah kumbangmu dan akan kubantu taburkan serbuk sarimu. Tidak akan kubiarkan bunga rapuh sepertimu tertiup angin, terkupas kelopaknya, terbang tanpa arah ke angkasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Tidak. Tidak akan pernah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kau sudah mulai tenang. Akhirnya kau senderkan lagi punggung mulusmu itu ke kursi taman. Dan aku, aku terus menatapmu. Sambil membersihkan tanganku, dari darah dan sisa-sisa rambut pirang. Aku siap menemuimu, sayang. Bungaku. Bungaku yang mekar. Aku yang akan datang padamu, bukan dia. Karena dia sudah tidak akan lagi menepati janjimu atau menjual mimpi padamu. Dia yang hampa sudah kubuang ke angkasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Angin berhembus, menggerakan kakiku, mendekatimu. Aku yang sudah bersih, seperti terlahir kembali. Akhirnya datang padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Dan kau disitu, melihatku berjalan dari kejauhan. Aku tersenyum padamu. Ahaha, pastilah kau canggung. Ini pertama kalinya kau bertemu denganku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Tapi tentu saja, pertemuan ini akan mengikatku dan kau selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Halo, Saki. Aku Mina dari kelas 3-2. Kamu ngapain sendirian disini?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Me... Menunggu teman... Eng... Pacar."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Aku tertawa kecil. Ah, Saki-ku. Kyuu mu tidak akan datang lagi padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Ahaha, cowok. Mereka suka ngaret ya... Mau aku temani?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Kau tersenyum, mengangguk setuju dengan basuhan delima di pipimu. Aku duduk disampingmu. Disamping tubuhmu yang langsing dan anggun dan aku tidak akan pernah bisa lebih bahagia dari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;Akhirnya. Akhirnya aku menaklukan angkasa dan menggapaimu. Aku mencintaimu, Saki. Aku mencintaimu dan mulai hari ini aku akan membuatmu tahu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-1612552724637676859?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/1612552724637676859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/untukmu-bungaku-yang-mekar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1612552724637676859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1612552724637676859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/untukmu-bungaku-yang-mekar.html' title='Untukmu, Bungaku yang Mekar'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-4279513998879061886</id><published>2011-02-05T14:31:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T14:38:44.188-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "MODSEFA", "Lullaby of the Spirits", and "Starcrossed Lore"</title><content type='html'>All composed and sung by Amanda Saragih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;MODSEFA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEyODA0NzcwO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTI4MDQ3NzAtOTQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzODk1O30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEyODA0NzcwO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTI4MDQ3NzAtOTQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzODk1O30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Lullaby of the Spirits&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NzgxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY3ODEtYjZkIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQ0NzcxO30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NzgxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY3ODEtYjZkIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQ0NzcxO30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Blindfold the light&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Summon from depth of the night&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Roars from the wind, whirling, and thunders ignite&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Do not be scared, My Child&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Raise your hands up in the air&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Gather it deep inside&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Let all the spirits prevail&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Limitless heavens up above may echo the song you sing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Resonates prayers that speak of all the spirits you bring&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Do not be scared, My Child&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Blessings are to be embraced&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Oceans dance and earth collides&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Time to let your might declared&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Open your sight, see through beyond, far from your eyes, you will find&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;All hidden keys to achieve all the gift life has bring&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Limitless heavens up above may echo the song you sing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Resonates prayers that speaks of all the spirits you bring&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Starcrossed Lore&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzMzQzMTYyO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTMzNDMxNjItYjczIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQ0OTQwO30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzMzQzMTYyO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTMzNDMxNjItYjczIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQ0OTQwO30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Upon the pavement, blood is scattered&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;The night deepens, streets are closed&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Follow the trails where ever it goes&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Mystic prayers, echoes in the air&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Unknown omen, It tries to take you there&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Still I follow where ever it goes&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Forgotten destiny&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Somehow it's calling me&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A voyage like a dream&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It does not like it seems&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Let me tell a starcrossed lore&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;When spirits come to merge&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A force will soon emerge&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Beginning to starcrossed lore&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Blindfold the light&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Open your sight&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Hidden secrets, will reveal themselves&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;With this power, my soul has compelled&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I will follow where all spirits go&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A certain destiny&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Will engraved deep in me&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A voyage like a dream&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It does not like it seems&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Let me tell a starcrossed lore&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;When spirits come to merge&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;A force will soon emerge&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Beginning to starcrossed lore&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-4279513998879061886?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/4279513998879061886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-modsefa-lullaby-of.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4279513998879061886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4279513998879061886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-modsefa-lullaby-of.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;MODSEFA&quot;, &quot;Lullaby of the Spirits&quot;, and &quot;Starcrossed Lore&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3966314556752590792</id><published>2011-02-05T14:10:00.001-08:00</published><updated>2011-02-05T14:10:56.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "The Vow in the Bond"</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Vow in the Bond&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;composed and sung by Amanda Saragih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NjM0O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY2MzQtNzQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzNTA3O30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTc2NjM0O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5NzY2MzQtNzQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzNTA3O30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;He's a knight blessed with vigor, courage lies within his heart&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;She's a maiden of the decision, asking world with her questions&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Why does sun rise from the East?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Why the moon pulls up the seas?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Why this knight stands before me, lay me strength to believe?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;So they embark on a journey to find truth buried beneath&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;All the lies and all deception, and bring truth back to its throne&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Single glint a light may sparkle lights the night 'till morning glows&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;So the knight vows to guard her&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;As the sun vows to shine on&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;There is reason the earth revolves&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;There is law for seas to flow&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;There is reason for fate to go&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;And bring their hearts remain close&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;So the knight protects her constant&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;And the maiden has her answers&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;One thing without explanation&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;But lasts through beyond all forms&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3966314556752590792?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3966314556752590792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-vow-in-bond.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3966314556752590792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3966314556752590792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-vow-in-bond.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;The Vow in the Bond&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2781297767024372500</id><published>2011-02-05T14:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T01:37:40.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "ANDE" and "The Only One"</title><content type='html'>Both songs composed and sung by Amanda Saragih&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;ANDE&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEyODE1NTY3O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTI4MTU1NjctODEwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzNjExO30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEyODE1NTY3O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTI4MTU1NjctODEwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQzNjExO30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Translation on Swedish chant:&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Love is faith that will protect you. Love is a soul that gives you life.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To release this spirit free to find the only one,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="display: inline !important; font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;i&gt;I will sing this song in the spirit.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;This song will echo to the skies, seas, and earth. And when it reaches your ears, sing it to me.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Patron of the spirit. Please light our hearts.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Light the spirit with only love.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Only One&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTk5ODcxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5OTk4NzEtNmUwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk3MTU3Mjk4O30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjEzOTk5ODcxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTM5OTk4NzEtNmUwIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk3MTU3Mjk4O30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Daylight dims and turns into night&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Everything begins to loose sight&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Hear the wind blows from the east&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Everything turns still at ease&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Every night I spend is my safest time&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;With the warmth you send in every touch from your arms&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You open my locked door, heal things I can't cure&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You return the purest thing I once ignore&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You might be the only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Who would stay with me until the morning comes&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I wish you're the only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Who would give to me the love I've long to find&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Deep inside the seas of my heart&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Shadow finds a place to hide&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Whenever I dream suddenly appear&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Regrets I have been keeping all these years&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;But you always stay when I awake in fright&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You sweep my fears away and embrace me tight all the night&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You might be the only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Who would stay with me until the morning comes&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I wish you're the only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Who would give to me the love I've long to find&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Aa, You are the only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You're the only love I know someday I'll find&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Let me be your only one&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I'll stay by your side for the rest of our time&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2781297767024372500?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2781297767024372500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-ande-and-only-one.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2781297767024372500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2781297767024372500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-ande-and-only-one.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;ANDE&quot; and &quot;The Only One&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-421226702359540528</id><published>2011-02-05T13:56:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T14:08:06.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "Shivers"</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Shivers&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;composed and sung by Amanda Saragih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjExOTAxMjY0O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTE5MDEyNjQtNWQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQyNTc0O30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjExOTAxMjY0O3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTE5MDEyNjQtNWQ3IjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQyNTc0O30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we moving?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we going?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;There was something&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Now there's nothing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we done?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we loosing?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Do we had enough time to heal?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Did you smile?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Did you cry?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Did you insist to live when you want to die?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;We are small&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Insecure&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;We might fall, break down to shivers&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we hopeful?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we shameful?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Can we run?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Can we hide?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Can we hold this malice deep inside?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we mad?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Are we insane?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Why are we laughing when it starts to rain?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;We can't fight&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;What fate decides&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;All we had never return back&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;We are small&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;(an easy live is taken, no correction, things already broken)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Insecure&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;(an endless suppuration, empty vessel, stains are unremovable)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;We might fall&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;(a second so dramatic, unrealistic, as if heart is made from plastic)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Break down to shivers&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;(A final curtain call and audience cheering, behind the stage players crying)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;It's feels like dying&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Insist on living&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Poor sweetheart crying.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-421226702359540528?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/421226702359540528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-shivers.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/421226702359540528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/421226702359540528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-shivers.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;Shivers&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8799984589419705883</id><published>2011-02-05T13:52:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T14:07:58.221-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: "Keys and Maps"</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keys and Maps&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;composed and sung by Amanda Saragih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="28" width="335"&gt;&lt;param value="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjExOTAxMjYxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTE5MDEyNjEtNGUzIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQyMzIxO30=&amp;amp;autoplay=default" name="movie"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed wmode="transparent" height="28" width="335" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" src="http://www.divshare.com/flash/audio_embed?data=YTo2OntzOjU6ImFwaUlkIjtzOjE6IjQiO3M6NjoiZmlsZUlkIjtpOjExOTAxMjYxO3M6NDoiY29kZSI7czoxMjoiMTE5MDEyNjEtNGUzIjtzOjY6InVzZXJJZCI7aToxNzU4MTQxO3M6MTI6ImV4dGVybmFsQ2FsbCI7aToxO3M6NDoidGltZSI7aToxMjk2OTQyMzIxO30=&amp;amp;autoplay=default"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;"I feel bad, I feel sad, I feel sorry, I&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I feel vain, I feel lost, I feel empty,"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I hear cliches from the words my heart wrote&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;in a piece of paper I saved from December&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;No excuses is made&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I'm still holding to the bouquets of hope you gave to me&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;And you slipped it with hidden cards of our future too&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;But you don't give a clue where to find it&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I can't say the magic spell&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You want me to break&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I can't find the keys and maps&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To your treasure chest&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Did I resist too much the light you once brought?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Did I lie a bit too much when I have should not?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;But you see, I'm too scared that I might fall down&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To a trap you set just like you did now&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I can't say the magic spell&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You want me to break&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I can't find the keys and maps&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To your treasure chest&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I wish I could recite my lines before I speak&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;I wish you could remember when&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You promise me that thing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;If I can't say the magic spell&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;You want me to break&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Then don't make me find keys and the maps&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;To your treasure chest&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8799984589419705883?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8799984589419705883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-keys-and-maps.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8799984589419705883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8799984589419705883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-keys-and-maps.html' title='Puisi dan Melodi: &quot;Keys and Maps&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2324079793625529873</id><published>2011-02-05T13:49:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T14:22:44.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='potongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi dan melodi'/><title type='text'>Puisi dan Melodi: Prelude</title><content type='html'>Puisi. Berirama, teratur, indah, dan berseni. Sama halnya dengan melodi. Dan ketika puisi menyatu dengan melodi, digubah dengan satu komposisi, maka jadilah lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi kali ini akan menguak bagaimana kata-kata yang biasanya tertulis, dirangkai, diberi nada, dan diucap melalui nyanyian. Kadang-kadang kata-kata tidak hanya harus dibaca, tapi boleh juga dinyanyikan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bernyanyi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2324079793625529873?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2324079793625529873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-prolog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2324079793625529873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2324079793625529873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/puisi-dan-melodi-prolog.html' title='Puisi dan Melodi: Prelude'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2435895168171045903</id><published>2011-02-03T06:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T01:31:25.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><title type='text'>Indonesia and Porn. We can't get enough of it, do we?</title><content type='html'>Singapore, February 3rd, 2011&lt;br /&gt;Around 7:23 PM&lt;br /&gt;I am bored and ignore what my lecturer said to me to do not procrastinate. Yet I am. It's too fun, I just can't cannot procrastinate!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;This is a work of satire and I'm on my period moods so it's best to look for someone to bitch at. Nah, that's a lame excuse. This is a work of satire and if this annoys or insults you, I greatly apologize and don't bother reading it further. Grammar, vocab, and spelling wise, I'm a human too. I can be as stupid as these people I bash here sometimes.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So basically this is &lt;i&gt;yet&lt;/i&gt; another trashy entry of this blog and you might as well say that this is a sequel to this previous entry on &lt;a href="http://penahangus.blogspot.com/2010/06/got-pr0n-manzos-points-about-sex-tape.html"&gt;June 2010&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoooo boy, don't Indonesians love porn? Admit it. If you're Indonesian then you LOVE porn or you won't be wasting your time replying hate tweets to that certain Ministry of ours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is getting to the point where discussing porn in Indonesia is so amusing because first, people there are stupid and rather don't understand what purpose porn serves in the first place, and second, yes. This second point; most of our people are downright hypocrites. They're trying a little too hard to point that they aren't really interested in such but the fact... Yeah. We all know the fact.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So yeah, and I'm human. As an ordinary humans like you are, I love to take misfortune of other people as my pleasure. And that misfortune is people being stupid and hypocrites, I bitch at them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's have some insight on porn itself. Porn. Well yeah, created to serve the satisfaction of our darkest and most depraved sex-induced mind. We all know that. It's natural. We're biological beings, have the instinct to reproduce and reserve our species. We are programmed to mate at some point of our life. Quoting to Dr. Sigmund Freud, we even subconsciously aware of this sexual necessity at early stages of our lives. So to say, porn = sex. Sex = a normal process everyone gets through in their lives. You get the idea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornography supposed to be a medium to help people, &lt;i&gt;especially married couple&lt;/i&gt; to maintain their sex lives and give them sexual education as well as "how to treat your partner right" etc, etc. But apparently... Some of em are too misguided and too shallow to think such. Which interesting because this is just pointing them to be all perverted and stupid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I watched some videos about how porn is actually made and people behind them. The business, the obstacles, the hardships you have to went through as a porn star, and such. It isn't fun at all, actually. In fact, you realized, porn nowadays doesn't serve any sexual purpose at all. You might say that porn is a business that strives for power and money. Just like being a mafia, running some big cash-cow casino, or even a corrupted corporate and such. Since you cannot take out any rule from the Evil Rule of Three; Power+Money+Sex. So it's much more complicated than that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the villainous conspiracy aside, as I said the first purpose of porn is made is to enhance your sexual desire, enrich you to your sexual wisdom, and blah blah blah blah. Good side of it is porn supposed to prevent&amp;nbsp;&lt;s&gt;people from jumping out and hump random people on the street&lt;/s&gt; raping people because they're too busy watching their favorite AV idol and enjoy themselves and that "keeping your marriage alive" thing. So yeah. It does some good deeds too actually.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buuuttt... Apparently people, especially Indonesians since I live in Indonesia most of my life (and that country is so renown from their weird quirkiness and ass-kissing habit) don't quite understand what porn actually is. No. They apparently don't understand that sex is a part of our lives! Okay, maybe they're not that "don't understand" but they deny the fact that sex is a biological thing. They see it as some taboo, gross, yet amusing guilty pleasure that you cannot reach. And that habit towards sex, my friend, is just making you stressed. Really.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think it is okay to watch porn as long as it doesn't effect your life. Think of it like some... Watching a being humping another being. "Oh, they're copulating." So yeah. It shouldn't affect you much if you use your brain, not your dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TUqf-zlSM6I/AAAAAAAAAkQ/Q1O2mn05iCo/s1600/mating_rabbits.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://4.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TUqf-zlSM6I/AAAAAAAAAkQ/Q1O2mn05iCo/s320/mating_rabbits.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;"Oh... So that how it works!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;But then again. Some people just don't have enough common sense and after they watch the humping action, they decided to go out, prey innocent underage schoolgirls, lure them somewhere secluded, and... try the act. It's downright pathetic. I mean, really. &lt;b&gt;Really.&lt;/b&gt; *facepalm* Isn't dating with your palm enough? Don't you have any other hobby? Why must you rape someone? Oh you senseless, insufferable--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And hoping that storing porn videos in your step-daughter's phone makes her wanna hump with you.&lt;i&gt; Are you &lt;b&gt;that&lt;/b&gt; desperate&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note you, whatever there is in porn, &lt;b&gt;IT IS NOT REAL&lt;/b&gt;. You cannot actually enact it in real life. Porn has editing. Those porn stars need some body modification which is so horrible I don't wanna start on that. They're professionals. It's their carrier. You're no porn star. And enact it to some random people you find on the street? Are you nuts? If you so desperate you need to expose your self to the real world, you have hands. Or grab a bottle and stick your thing in it. It's your responsible for getting horny and unable to handle it. Don't drag unwilling people around. See, this is why these Indonesian people are stupid. Claiming that they were inspired by the "Ariel and Luna Porn" they just watched, they have to perform it themselves without thinking basic social human interaction. &lt;i&gt;They just grab random people, freakin' rape them, and just get away with it because they were "inspired" with damn porn.&lt;/i&gt; How lame is that?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And what I'm gonna say next is pretty much this:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/hMtZfW2z9dw" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apparently, this is the most shallowest thing I can deliver to them on how bad they are, raping people because of porn. Because I think they don't even understand about the psychological trauma their victim must through after they rape her, or they can get trouble with the authorities, or how their family will carry the shame, how this will ruin their life. They're just too stupid to understand these greater aspects of life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So enough with stupidity (I think my IQ dropped a little bit after discussing on how stupid they are), let's talk about the hypocrites...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tracking back to our ancestors as Indonesians, we embrace Hinduism and in Hinduism, sex is considered as a sacred thing. They build temples for fertility, they have legend, and citizens wishing for their family to be blessed and harmonious if you know what I mean. They have this "lingga" and "yoni" concept. Hell, even our National Monument is actually &lt;i&gt;a giant penis inserted to a giant vagina&lt;/i&gt; (all courtesy of our lecherous first president). So it actually rooted in our culture, don't you think?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Well yeah, most of us now left Hinduism and so to say "we have number one most muslim populated country". In Islam, sex isn't considered a bad thing. They just have rules for it and I'd say all of them are acceptable, rational, and we I think we all should at least based on it. Have sex until married, I said yes of course. It doesn't do any harm to wait for the right time. Avoid adultery? Well of course, because adultery most definitely can causes psychological problems. Psychological problems are way harder to handle than physical problems. You may have more than one wife; well yeah you can but it clearly stated that&amp;nbsp;&lt;i&gt;IF YOU ARE CAPABLE TO GIVE EQUAL AND WISE AMOUNT OF SECURITY (including financial) AND COMPASSION TO YOUR WIVES&lt;/i&gt;&amp;nbsp;then... you can. If you can't... Then you fail. If you try and fail... Then you miserably fail and I don't even know what God has in mind with you because you screwed the lives of your poor wives. So it is suggested the point of marrying more than one woman is actually... impossible.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Relating back to porn... Remember those madrasah, the Islam fanatic people, burning down Ariel and Luna's photo? I... Uh... Feel ashamed as fellow Muslim because apparently they have no common sense. Why? They fucking blocked the streets and Indonesian streets aren't that pretty because there are jams every where and what did they do? Made the jam even worse! And second... OH, COME ON. I KNOW YOU SECRETLY WANNA WATCH THE PORN. Why spreading the hate just to block out your hypocrisy? The thing is that most fanatic does this too much, it's just... Okay, I lost my words.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;So let's take ourselves back on how the pornography and pornographic action amendment was made. It started with this dangdut musician, Inul with her infamous "drill" dance. Which is... a drilling movement... Ah, see it for yourself.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/7pEsZPgBR2g" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Well, some might consider this just a dangdut diva, being sexy, strut her stuff, and all that. But nonetheless, this led to protests, pro cons, and everything unpleasant at the moment. And came this Dangdut king turned Imam, Rhoma Irama, bashed Inul for her immodest, shameless, inappropriate, borderline blasphemy! (Okay, I'm exaggerating) dance. Then the parliament took part in that and made the purposed pornography and pornographic action amendment. It think it's legalized recently (I don't know, three or two years ago?) but naaah. It's just fail to exist.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Actually I don't even know that is the exact history of how the porn amendment came up, but that Rhoma and Inul case was one of the process on how it was created.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Oh, say hi to the obscurity of Indonesian law! :D&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;And anyway, the point here that Rhoma, being an Imam and all, actually had this gossip swirled around on him that he was actually "had it" with several female dangdut stars he once requited. So... You see my point here, don't you? Yeah. Him being extremely hateful to Inul and having that bad reputation around didn't exactly go well.&amp;nbsp;So... Ban porn when you do pretty much the same thing as porn? What's the point?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;It's like he tried to corner Inul as in like cornering his dark side that he didn't wanna expose. You just wanna get away with all the kinky stuff you are in and when you see someone that dares to expose it all (despite it's actually nothing compare to your kinky stuff), you have to corner that person because if you manage to do it, it feels like some sort of manifestation that you able to corner your kinky side, but you actually don't.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think Disney had taught you about this (and screw your mind with it too)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/s1AeqrD9EUQ" title="YouTube video player" width="480"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;It's all psychology. We all hate psychology.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;And the result for Rhoma bashing Inul? MORE RAUNCHY DANGDUT STARS APPEAR! HORRAY! 8D We got Julia Perez, Dewi Persik, even pop celebrities follow their skankiness and whoa-hoa-hoa, bless those women for giving us fanservice and to prove that whatever the amendment is doing is not working!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;And seriously, if Julia Perez considers porn star career, I will support her. I mean, really. Even her husband looks like one too, so why don't just get on with it?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Speaking of the amendment, law and such, for the recent case, there is this abominable minister that take his hate for porn to the extreme level too and spread morals, religion, across his tweets... The irony is, he is the minister of Technology and Information. Technology and Information? Internet! And you do remember a certain internet rule, right?&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TUqlXjTLx7I/AAAAAAAAAkY/qiCcMN-KCps/s1600/rule34kp0.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://3.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TUqlXjTLx7I/AAAAAAAAAkY/qiCcMN-KCps/s320/rule34kp0.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;That's right, people, rule 34. Oh, come on now. It's a RULE. You can't scrap a RULE. If it exists, there is porn of it. No exceptions. Nowadays, we have all browsing convenience handled. Wanna protect your kids from accessing racy pictures and sites? Just go to browser preference, adjust parental settings, or contact your internet service provider. AS EASY AS THAT. We don't have to go all the way block sites nationally or everything. There are always better way to do so, right?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, porn being banned is actually not the real problem here. It's the way how he says, or should I say, tweets about how bad porn is, put extremity to it, yet the irony he is the Technology and Information Minister and there is no way we can escape rule 34 in the internet! Man, this guy still needs a lot to learn about the internet! He just goes on in a knight templar manner on how porn is eeeevuuuul and you will go to heeeeellll &lt;i&gt;in the internet&lt;/i&gt;. Huh. Note that internet isn't really a good place for extremist-idealist like him. The thing is, he just based on simply aesop morals that even bore us at some point and take no sense on why porn should be banned and why sex is evil. He even &lt;i&gt;fucking bashed&lt;/i&gt; people with HIV and AIDS, blame them for inappropriately "sticking their things in every places". I think that crossed the line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's just like our religion teacher back in our elementary school who keenly fucked our mind by saying "Every one who is not in our religion is eeeeeevviiiiiillll~"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So is porn to blame for all him being so obnoxious and irritating? Well... I don't know. Well, if you say porn and sex is bad, how come you are married with children? How do you keep it "warm" with your wife? How do you even-- Ah, fuck it. I don't even wanna know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you really have to be that... unreasonable and senseless to such topic and being so extreme as if porn is still out there, the world will be screwed?&amp;nbsp;I mean, porn is just porn.&amp;nbsp;I told you&lt;i&gt;, &lt;b&gt;it's not real&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Yeah, the whole explicit sex scenes might be real, but there are ways,&amp;nbsp;&lt;i&gt;crafted ways&lt;/i&gt;, to make it "looks real". It's like movies and film, or anything else that is crafted.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hell, even before internet is created, peep shows, stripping clubs, brothel, and all of their sisters already exists! Why don't you try to educate people on the good use of the internet rather than spending so much time tweeting on how porn is eeeeeeeeviiiiiil~ Or how to put your common sense while watching porn? Because, if you act banishing and hide all your porn stash, there will be more stupid people who are curious into it and wanna try the act themselves, AGAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We cannot escape rule 34. It's a fact. What we need now is how to prevent rule 34 to taking hold of our lives and/or how to manage it. Do we need another session on sex education for early teenagers regarding sex and the internet? Educate and give reason on WHY, don't just plainly say porn is evil and sex is not right. Sex is part of our life, again. Just, there are rules that we have to follow carefully, and EDUCATE. Sheesh. No wonder why Indonesian people are stupid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even I heard the EDUCATION MINISTER said that &lt;i&gt;Sex Education is not important&lt;/i&gt;. HA! YOU HIT THE JACKPOT! Now we found a reason why there are stupid and senseless men out there preying on little girls to rape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See, human has several needs to get them reach purpose of life, physical, psychological, you name it. In fact, Abraham Maslow created this conveniently pyramid-ed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TU5kkcNIQ8I/AAAAAAAAAk8/KiJTEq4ZvVo/s1600/needs_pyramid.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="296" src="http://3.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TU5kkcNIQ8I/AAAAAAAAAk8/KiJTEq4ZvVo/s400/needs_pyramid.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;There, on the lowest part is the physiological needs whereas common physical needs are put there. Think of it like basic survival needs to keep your body intact. Sex is one of it. So yeah! We need sex as human being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But to note there are higher needs that a human being needs to achieve greater aspect of life SO he can't just live relying on physiological things, so superficial, it doesn't make you any difference with ancient cavemen. Now, this relate to my theory on how Indonesian people lack of education, they don't even know they need upper aspects of the pyramid other than the physiological where they just need to eat, breath, and have fucking sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I think we reached conclusion here. Insufferable extremists and hypocrites handle the greater role in the society, leaving the lower class people like us, the normal citizen, abandoned without proper education whatsoever. Resulting in misinformation, repressed guilty pleasure, and more hypocrisy among us. Porn and sex is just the poor victim of it. I can actually go further. But nah, it's too much too handle and futile because apparently they are just too dimwitted to understand. So people out there who happen to read this blog, don't even dare trying to act like these people I just bitch at. Be something useful, and after that, find people like these people I just talked about and bitch them too. World will be happier.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2435895168171045903?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2435895168171045903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/indonesia-and-porn-we-cant-get-enough.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2435895168171045903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2435895168171045903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/02/indonesia-and-porn-we-cant-get-enough.html' title='Indonesia and Porn. We can&apos;t get enough of it, do we?'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/TUqf-zlSM6I/AAAAAAAAAkQ/Q1O2mn05iCo/s72-c/mating_rabbits.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3257283533082802229</id><published>2011-01-11T07:35:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T07:48:02.152-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='potongan'/><title type='text'>Berhutang Padamu Sebuah Putaran Hidup</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Sebenernya ini salah satu chapter fanfic... Tapi ya sudahlah. Karena samar-samar tidak terlihat ke fanficannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Sedikit cerita tentang suatu putaran yang mengubah hidup, tentang dua orang yang tidak saling mengenal. Bagaimana kita melanjutkan hidup menuju kepuasan hati dan ekspektasi. Sedikit juga pengalaman ikatan yang pudar tapi tak terlupakan. Selamat dibaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Sudah liat papan nilai tes kemarin?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 36.0px; text-align: justify;"&gt;“Sudah-sudah… Nilaiku peringkat ke 132 nih… Ibu pasti marah…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Iya ya, coba nilaiku sebagus Julia.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Julia peringkat satu lagi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Julia yang itu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Iya, si ketua OSIS yang misterius dan pendiam.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Dia si kapten klub gymnastic kan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Iya, Julia yang itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Julia tuh hebat banget ya, renking satu terus, pelajarannya pinter.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Dia juga sering juara klub katanya…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Itu Julia lewat!”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify; text-indent: 36.0px;"&gt;“Ih, pasti ngga mau liat sini kalau dipanggil…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 15.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Semuanya begitu. Selalu membicarakan Julia. Julia lagi, Julia lagi sampai Julia sendiri sangat membenci dirinya. Membenci lingkungannya yang selalu saja menjadikannya topik pembicaraan. Membenci namanya yang kerap dipanggil berkali-kali. Setiap ada apa-apa selalu Julia yang dipanggil. Selalu Julia yang diandalkan. Dan setelah semuanya beres, dan Julia melakukannya lagi, semua orang selalu membicarakan kehebatannya. Tidak berhenti-berhenti, entah itu pembicaraan buruk atau baik, pokoknya Julia. Julia lagi. Julia terus, Julia, Julia, dan Julia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Padahal mereka tidak tahu apa-apa tentang Julia. Julia tahu itu dan Julia benci akan hal itu. Seandainya ada hal yang dapat Julia lakukan, Julia akan menghapus keberadaannya dari bumi ini dan tidak ingin dikenal orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julia, walau jenius dan kelewat pintar, selalu diam. Tegas, rasional, sarkastik, dan langsung ke point. Hal yang menjadi trademark dirinya dan itulah yang membuat Julia selalu sendiri setiap melakukan kegiatannya. Julia boleh bergaul, tetapi hanya sebatas kepentingan semata. Julia lebih senang sendirian, dengan sendirian tidak akan ada yang dapat mengomentari gerak-geriknya, memuji kebenarannya, dan mengoreksi kesalahannya. Semua orang menganggap Julia sombong, susah digapai, dan sedikit mengerikan. Semata-mata karena mereka tidak mengerti keinginan Julia, tidak mengerti apa yang terjadi dengan Julia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia, 18 tahun, berambut pirang kotor panjang dan bermata coklat. Sepintas seperti anak normal lainnya. Julia hanya berusaha bertahan, itu yang selalu ia pikirkan. Semua ini semata cuma pertahanan dan yang kuatlah yang akan hidup. Itu sudah prinsip Julia dari kecil dahulu. Julia tidak percaya ikatan dan simpati. Yang Julia tahu hanyalah bagaimana caranya berada di piramida makanan paling atas dengan cara yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia sering berpikir sendirian, apakah di dunia ini ada yang jauh lebih berharga dari sekedar menjadi yang paling kuat. Julia bosan selalu harus berada diatas, tetapi sendirian. Julia sebenarnya benci sendirian. Tapi pikirnya mungkin ini adalah konsekuensi menjadi yang paling kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kali ini Mr. Jenkins sudah ada di depan gerbang sekolah lagi, rapi, dengan seragamnya seperti biasa menjemput Julia. Walau bisa dibilang sekolahnya adalah sekolah untuk orang yang sangat mampu, Julia masih tetap jadi sorotan aneh orang-orang. Julia hanya bisa diam, menganggap mereka rumput, dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Bagaimana sekolah hari ini, Nona?" tanya Mr. Jenkins di kursi supir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Masih tetap seperti sekolah. Duduk, diam, diceramahi..." jawab Julia dari kursi belakang sambil menatap jalan dari jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Mr. Jenkins mengangguk-angguk. Ia mengerti Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Mr. Jenkins." ujar Julia lagi, "Apa benar... Di dunia ini ada yang jauh lebih berharga dari sekedar menjadi yang terbaik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Ya... Tentu saja, Nona."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Apa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;&lt;/span&gt;"Teman... Orang-orang yang kita sayangi... Dunia yang aman..." jawab Mr. Jenkins sesantai mungkin. Julia mengernyitkan dahi. Seperti itukah yang lebih berharga?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;"Hah." Julia menghela nafas, "Sepertinya Ayah dan Ibu tidak merasa hal itu yang berharga ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia memandang langit dan berpikir sendiri. Hal ini sudah ia pikirkan berkali-kali, tapi ia tidak pernah menemukan jawabannya. Apakah benar, memaksakan kehendak agar Julia jadi sama seperti orang tuanya yang kaya raya dan sukses itu bahagia? Tapi Julia tidak pernah merasa mereka hadir untuknya. Mereka hanya tahu kirim uang yang berlimpah megah sampai Julia muak dan menanti hasil terbaik dari Julia. Julia merenung. Konklusi yang selalu Julia dapat adalah, hidupnya sudah ditentukan. Dan Julia harus menghadapinya sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 15.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 15.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Kali ini kelas selesai lebih cepat. Hari itu hujan. Julia sudah merencanakan harinya. Hari ini dia tidak ada meeting di klub atau OSIS. Dia tahu guru matematika, Mr. Young akan membubarkan kelas lebih awal. Hari ini dia akan mencoba sesuatu yang ia belum pernah coba sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Hati Julia berdebar-debar saat ia keluar dari koridor sekolah yang klinis licin itu dan menginjak tanah di halaman belakang sekolah. Julia perlahan dan mengendap-endap, mengitari lapangan rugby dan menuju taman belakang sekolah dimana disitu terdapat pintu keluar yang Julia dan imajinasinya sekarang menganggapnya sebagai gerbang kebebasan. Bagaimanapun ia harus sembunyi karena satu sekolah mengenalinya dan kalau Mr. Jenkins sudah menghubungi orang dalam karena tidak menemukannya, itu bisa jadi gawat. Maka itu Julia harus cepat keluar sebelum hal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Di taman belakang sekolah yang sempit dan penuh semak belukar, tapi tanamannya begitu indah, mekar, dan tumbuh penuh kebebasan. Julia menjadi sentimentil. Ia merasa taman itu seperti melambangkannya dan mengguyuhnya ke pintu belakang sekolah. Diambilnya jepit rambutnya dan dikoreknya gembok kunci taman itu. Untuk Julia yang jenius, tidak perlu sampai beberapa menit, pintu itu terbuka. Bahkan ia sudah memikirkan cara untuk menguncinya kembali. Dan itu berhasil. Julia pun keluar. Ke jalanan belakang sekolah. Hari ini ia akan pergi menuju destination unknown. Kemanapun ia pergi, kali ini hatinya yang membawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia mulai melangkah, berjalan setapak jalan itu. Sampai akhirnya ia menemukan jalan besar dan orang berlalu lalang. Ada yang menunggu bus, ada yang yang berjalan kearah pertokoan. Ada yang berlari menghindari hujan dan Julia merasa derapan kaki yang berdecik dengan air terdengar indah. Julia lalu menikmati langkahnya sendiri dan untuk pertama kalinya ia merasa konyol dan sangat bodoh. Ia teringat film "Singing in the Rain" yang menurutnya konyol, tapi mungkin kenapa film itu indah adalah karena kekonyolan nya yang tidak dapat dijelaskan dengan logika. Julia tersenyum di dalam hatinya. Julia merasa seperti orang biasa yang menghilang dikeremunannya. Tidak pernah disorot, tidak pernah dilihat. Tidak juga pernah dibicarakan. Sendirian, tetapi diantara keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Sampai akhirnya Julia menuju ke jalanan yang jauh lebih sepi. Jalanan yang menurutnya menuju ke pemukiman menengah kebawah di selatan kota. Julia sendiri tidak tahu mau kemana tetapi lobang di gerbang kayu itu seperti mengundangnya masuk ke tempat baru. Dengan cuek, Julia terus berjalan, melewati gerbang, sambil memperhatikan tembok penuh grafiti yang dibasuh hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia sekarang merasa menghilang. Tetapi ia tidak keberatan. Ia lebih baik menghilang daripada disorot. Julia terus berjalan sampai ia menemukan gang sempit yang sepertinya menuju ke jalan besar lain. Sambil mengikat blazer sekolahnya dipinggang dan menggulung kemejanya, Julia yang tangguh berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Tapi mungkin kebebasan Julia saat itu menjadi kelemahannya. Julia lupa akan skema dan logika yang selalu ia pegang sampai ia baru saja sadar bahaya telah menantinya. Di gang itu terdapat dua orang besar yang matanya tertuju pada Julia. Tatapan penuh keinginan busuk. Julia tersadar. Ia tahu ia terlambat tetapi kali ini Julia menyiapkan ancang-ancangnya. Ia tidak ingin dua pria yang tak berotak ini mengganggu perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Cewek... Darimana? Sendirian? Hujan-hujan..." katanya yang satu dengan nafas dalam yang berembun ketika ia bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Bagaimana kalau kita ke tempat yang lebih hangat?" kata yang satunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Julia sebenarnya takut, tapi Julia harus bisa menanganinya. Julia menyembunyikannya baik di dalam wajahnya yang miskin ekspresi, "Yah. Kalian saja duluan. Pergi ke neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Mereka tertawa. Julia merasa dihina. Kali ini kesombongannya muncul lagi. Seenaknya saja mereka memandang rendah seorang Julia. Julia tahu ia tidak akan mungkin bisa adu otot dengan kedua pria ini. Julia mencoba menggunakan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Mereka melangkah dekat kearah Julia. Julia mundur. Ia lebih baik lari di kejar dan membawanya ke jalanan besar. Yak. Betul sekali. Ada celah. Dan Julia adalah anak gymnastik, dan yang paling baik pula. Julia merasa bisa melakukannya. Ia hanya butuh celah itu, lompat agak jauh, dan berlalri kencang menuju jalanan ramai diseberang dan kedua otak udang itu akan terlihat sekali mau mencelakainya di kerumunan umum. Mereka tidak akan punya kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia menyipitkan matanya. Dan ketika dua orang itu mulai merentangkan tangan untuk mencapai Julia, Julia menunduk, merosot kebawah, dan menggunakan celah itu untuk berlari kearah jalan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Satu hal yang Julia lupa perkirakan hanyalah hujan. Julia salah perhitungan. Rupanya permukaan itu terlalu licin untuk diinjak dan Julia sudah berat karena daritadi basah karena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"UGH!" Julia terkulai jatuh. Lututnya luka. Julia pikir ia menang, tetapi kedua lelaku itu menjadi semakin mudah untuk menggeratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Hahahaha, gadis kecil jatuh!" kata si nafas berat, "Kamu pikir kamu bisa mencoba lari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Makanya, turuti saja kami dan kita pergi bareng."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia tersekap di situasi tersebut. Ia sakit hati karena ia sudah berada diujung kekalahan walau keras kepalanya menuntut ia untuk bertindak sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Tetapi diluar dugaan Julia, salah satu dari mereka tumbang, jatuh dan terseret keras ke aspal. Tiba-tiba seorang dari mereka sudah ada di sebelah Julia, lebih tidak berdaya lagi. Lalu terdengar suara baku hantam. Dan ketika Julia melihat ke atas, si pria besar itu pukul-memukul dengan pemuda lain. Dari perawakannya dia lebih muda dari si besar itu, tetapi sepertinya ia 2-3 tahun lebih tua dari Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Apa ini? Julia ditolong orang lain. Ini bukan Julia sama sekali. Dan sekejap mati si pria besar yang satu lagi jatuh. Lalu pemuda itu berteriak, "Tunggu apa lagi kau, ayo lari!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Tapi--"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Cepat, ayo lari!" Pemuda itu mencengkram lengan Julia lalu memboyongnya pergi ke jalanan besar. Dan ketika mereka akhirnya sampai ke keramaian, keduanya berhenti dan menghela nafas. Si pemuda mencengecek sekitarnya apakah kedua pria itu masih ada. Lalu ia menghadap Julia dan bilang, "5 menit dari sini ada halte bus. Sebaiknya mari segera kesana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Keduanya pergi menuju halte bus. Julia hanya mengikuti pemuda itu. Dia memang telah menolong Julia, tetapi Julia penasaran. Entah kenapa dia merasa pemuda ini punya aura petualangan besar yang memikat Julia. Ketika mereka sampai di halte, Julia yang melihat tempat duduk langsung merebahkan diri lalu melihat lukanya. Sepertinya pemuda itu memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Kau terluka." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Yah. Begitulah." jawab Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Cepat diperban." katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia tertawa, "Hah, tidak tahu harus kuperban pakai apa. Aku tidak punya P3K."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Si pemuda menggelengkan kepalanya. Percikan air sedikit muncul dari rambut pirang berantakan si pemuda itu. "Heh, kau ini," katanya. "Anak manja ya? Ngga perlu P3K."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Ia mengeluarkan sapu tangan miliknya dari jaket kulit yang ia pakai. Untuk seorang pemuda, sapu tangan itu kelihatan sangat feminin dan manis. Julia jadi bingung. Darimana pemuda yang baru saja memukul jatuh dua pria yang lebih besar darinya dapat sapu tangan macam itu. Julia geli sendiri. Tanpa sadar tawanya pecah sambil pemuda itu berlutut dan membantu membalut lukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Hahaha! &lt;i&gt;Real men wear pink&lt;/i&gt;, yah?" kata Julia usil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Ini punya adikku." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Oh." Julia berhenti tertawa. Tapi ia sadar, sudah lama ia tidak tertawa lepas dan santai seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia memperhatikan pemuda itu. Perawakannya benar tidak bohong, ia tidak jauh lebih tua darinya. Ia masih sangat muda tapi dari raut mukanya sudah terlihat banyak beban. Matanya biru dan dalam. Seperti yang sedih. &lt;i&gt;Pria yang aneh&lt;/i&gt;, ujarnya dalam hati. Sebenarnya Julia ingin tahu apa yang telah Pria ini alami. Tapi urusan amat sama hidupnya. Julia merasa dia tidak punya hak untuk bertanya demikian. Jadi ia terka-terka saja bagaimana kira-kira ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Hey, makasih ya. Aku berhutang padamu." kata Julia pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Ya. Sama-sama. Lebih baik kau cepat pulang. Tidak baik siswi SMA sepertimu itu keluyuran sendirian di tengah hujan..." katanya. Lalu dia geram sendiri, "Lagipula, apa sih yang membuatmu sampai ke gang seperti itu!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Bukan urusanmu." jawab Julia enteng. Si pemuda itu geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Yah terserahlah. Aku agak sensitif melihat wanita terluka akhir-akhir ini." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Jadi kau ini semacam ksatria gentleman rupanya? Tapi aku hargai lho." balas Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Yah..." kata si pemuda sambil menghela nafas, "Senang kau berpikir begitu... Aku hanya butuh waktu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Bicara apa pria ini, Julia tidak tahu. Julia berpikir kalau dia orang stress yang banyak beban. Tapi sepertinya memang benar. Dia seperti dibebani sesuatu yang sangat besar yang Julia tidak tahu apa. Dari kelihatannya, ia punya beban besar akan sesuatu tentang hidup. Sorotan matanya dapat Julia kenali. Sorotan mata setiap Julia kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Jadi... Ibu dan adikku baru saja meninggal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Hah!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Kenapa tiba-tiba pemuda ini curhat? Julia kaget. Julia mungkin penasaran tapi tidak sebegitunya ingin tahu apalagi dicurhatin. Julia hanya bisa menjatuhkan kepalanya sedikit kesamping sambil memperhatikan pria itu lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Mereka... Dibunuh. Oleh semacam orang-orang seperti tadi." lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; J&lt;/span&gt;ulia hanya bisa menjawab, "Hah, kurasa sebaiknya kamu yang pulang ke rumah. Kamu banyak beban. Ngga bagus buatmu hujan-hujan begini memikirkan hal seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Aku tidak punya rumah lagi" katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Oh."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sambil menatap bengong jalanan di halte yang sepi itu, si pemuda berkata lagi "Kamu, masih gadis. Sekolah, punya orang tua, bahagia, kamu sebaiknya jangan buang itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Heh. Aku hampir tidak pernah punya orang tua." Julia menggelengkan kepalanya, "Kalau mereka tidak mengirimkan uang setiap bulan, mungkin aku tidak pernah tahu mereka ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Lalu keduanya bersatu dengan hening. Hanya diiringi desiran hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Jujur di dalam hatinya, Julia mungkin merasa kalau ini terdengar aneh. Tapi semakin si pemuda ini emosional, Julia merasa semakin santai disebelahnya. Akhirnya Julia buka mulut, "Lalu. Ibu dan Adikmu tiada, kamu mau bawa hidupmu kemana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Mendengar Julia yang kurang ramah menutur kata-kata, pemuda itu berbalik kearah Julia yang duduk dibelakangnya, "Hey! Apa maksudmu!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Maksudku..." Julia masih kalem, "Kau tidak punya siapa-siapa lagi. Aku juga. Orang tuaku cuma peduli urusan mereka. Orang-orang seperti kita ini harus mencari kehidupan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu terdiam. Ia mengoreksi maksud Julia. Lalu ia menyimpulkan, "Jadi kau keluyuran di gang itu sebagai bentukmu mencari kehidupan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Mungkiiiiin..." jawab Julia kurang jelas. "Yang pasti, tadi benar-benar seru. Mungkin aku sudah jadi makanan mereka kalau kau tidak datang dan menolongku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia memandang keatas langit. Matanya menyambut turunnya hujan. Mata coklatnya seperti berkilau. "Mungkin... Disaat seperti itu kita menemukan hidup ya? Selama ini hidup hanya penuh pertanyaan rutinitas. Sampai akhirnya sesuatu terjadi padamu dan kau berusaha mengoreksinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu memandangi Julia dan mencoba menerka maksud anak itu. Lalu Julia meneruskan, "Lihat, hidupku terlalu lurus dan aku menemukan petualangan. Kau. Kau punya panggilan ingin melindungi orang setelah ditinggal keluargamu. Kalau kita jadi tim, mungkin kita akan jadi yang hebat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Seketika keduanya hening. Tapi sama-sama tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Gerimis pun mereda dan dari awan-awan mendung mulai tampak langit biru dan secercah cahaya matahari sore. Julia bangkit dari duduknya. Lalu menghampiri pemuda itu kesebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Sebaiknya aku kembali ke rumah, atau tidak pelayan-pelayan di rumahku itu bakal memanggil polisi. Aku tidak mau kau jadi tersangka." kata Julia santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Kau ini... Mulutmu itu tidak seperti gadis." jawab si pemuda. Tapi ia terhibur dengan cara bicara Julia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Hey..." kata Julia lagi, "Lukaku sepertinya belum sembuh. Kubawa sapu tangan ini ya. Kujaga baik-baik. Akan kuanggap sebagai tanda hutangku padamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Silahkan saja." jawab si pemuda tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Sebuah bis datang. Julia tahu bis ini mempunyai rute yang bisa mengantar ke rumahnya. Walau diantar supir sehari-harinya, kejeniusan Julia bisa membantunya menghafal sebagian rute kota. Bis berhenti, dan Julia memberikan pamitnya pada pemuda yang baru saja ditemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Senang berhutang padamu. Suatu hari nanti akan kubalas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu tersenyum. "Sama-sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia pun berjalan menaiki bus. Lalu si pemuda menyahut, "Hey!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia menoleh kearahnya. Pemuda itu tersenyum padanya. Senyum yang menurut Julia aneh karena baru kali ini sepertinya ia bisa nyambung dengan senyum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;"Terima kasih." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Julia membalas senyuman itu dan mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Seiring bis berjalan, Julia merasa hidupnya sedikit berubah. Kali ini hatinya mantap dan sepertinya ia mulai bisa melihat tujuan hidup. Sambil berpegangan di bis, ia melihat ke lutut yang dibalut sapu tangan imut itu. Ia tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;Rambut panjangnya yang basah karena hujan ikut terurai kebawah. Warnanya kelihatan tambah lusuh karena kena air. Julia jadi berpikir, mungkin pembaharuan ini akan ia mulai dari rambutnya. Julia tersenyum samar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Hh, rambutku akan kucat merah." katanya dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3257283533082802229?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3257283533082802229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/01/berhutang-padamu-sebuah-putaran-hidup.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3257283533082802229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3257283533082802229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2011/01/berhutang-padamu-sebuah-putaran-hidup.html' title='Berhutang Padamu Sebuah Putaran Hidup'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-9133489263798099006</id><published>2010-11-21T07:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T07:01:54.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Iri</title><content type='html'>Seperti ada peraturan tak tertulis kalau seorang wanita itu adalah untuk dicintai, bukan mencintai. Maka dari itu wanita selalu saja menunggu dan menunggu untuk dicintai.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana dengan saya yang selalu mencintai orang tapi tidak pernah dicintai?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang saya berdesir betapa beruntungnya pria yang bisa mencintai wanita dan memilih-milih mereka sesuai dengan seleranya lalu memberikan mereka cinta. Mereka cukup menaruh mata pada seorang wanita lalu memutuskan untuk mencintai mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya iri pada pria dan kadang saya berharap saya adalah seorang pria juga. Pria baik-baik yang bisa mencintai seorang wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disekeliling saya banyak orang yang saya cintai, orang-orang yang begitu baik dan pantas dicintai. Dan saya berharap saya bisa jadi ksatrianya dan berdiri disebelahnya ketika ia butuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya merasa tidak pernah dicintai, saya selalu mencintai, dan ingin mencintai. Maka itu saya ingin mencintai sesorang tanpa pamrih. Tapi karena saya wanita, kadang cinta saya pada mereka itu terasa kasat mata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang saya ingin jadi lelaki saja, mencintai satu dari wanita yang saya cintai itu lalu berada disebelahnya, seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau mungkin lebih baik jadi anjing yang pasti akan selalu mencintai tuannya seperti apapun rupanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-9133489263798099006?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/9133489263798099006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/iri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9133489263798099006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9133489263798099006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/iri.html' title='Iri'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-5335799990063836113</id><published>2010-11-17T08:54:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T08:54:06.970-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Dongeng</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ketika kecil, kita selalu dibacakan dongen yang berakhir dengan kalimat "Pangeran dan Putri hidup bahagia selamanya". Dari kecil, pikiran kita direkamkan konsep bahwa cinta murni itu pasti ada dan suatu saat seorang pangeran akan menemuka putri mereka, menjemputnya, dan jatuh cinta. Tapi apa benar? Ketika kita beranjak dewasa perlahan-lahan logika dan realita mengoposisi dongeng tadi. Kita tersadar bahwa dongeng masa kecil kita itu hanyalah tipuan belaka dan tidak pernah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Buktinya, pria menolak wanita yang tidak secantik putri begitu pula wanita menolak yang tidak segagah pangeran. Sementara tidak ada orang yang secantik putri atau segagah pangeran. Sangat materialis. Pria ingin menikahi wanita dengan syarat tertentu, wanita ingin menikahi syarat tertentu. Sesilia naksir Damien dari kelas sebelah karena Damien gayanya oke. Tidak pernah ada cerita Sesilia naksir Damien karena Damien menemani Sesilia ketika susah maupun senang. Kalau adapun ujung-ujungnya berakhir dengan Damien menolak Sesilia karena Damien naksir Nabila yang lebih cantik dari Sesilia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ironis. Cinta itu materialis. Kalau orang bilang "cinta itu harus gombal" maka benarlah ia. Cinta itu gombal. Hanya berisi pujian yang manis di lidah dan akan jadi feses di dalam. Dan secara harfiah gombal berarti &lt;i&gt;bullshit&lt;/i&gt;, bukan &lt;i&gt;pick up line&lt;/i&gt;. Dan rata-rata, &lt;i&gt;pick up line&lt;/i&gt; itu &lt;i&gt;bullshit&lt;/i&gt; karena hanya bersifat sementara.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Jadi mengapa masih muncul banyak dongeng yang berakhir dengan Pangeran dan Putri saling jatuh cinta dan bahagia?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mungkin karena itu harapan manusia yang capek dengan dunia yang sangat materialis. Harapan kalau mereka akan menemukan cinta yang tidak bersyarat, tidak pula perlu diisyaratkan. Mereka muluk tapi positif bahwa cinta semacam ini ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Atau itu adalah sebuah sindiran. Sebuah ironi yang dirangkai penulis sebagai pukulan keras kepada realita dengan pertanyaan "kapan kita bisa jadi begini?". Seperti sindirian jurnalis ke politikus. Seperti jeritan rakyat kepada parlemen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Seperti Jane Austen, imajinasinya pandai merangkai kisah cinta. Elinor dan Marianne akhirnya menemukan cinta mereka masing-masing. Tapi buktinya sampai akhir hayatnya Jane tidak pernah berbahagia dengan seorang kekasih, atau suami. Sama halnya dengan penulis serial cantik yang pada nyatanya adalah seorang wanita lusuh berkacamata dan terkukung di kamarnya karena harus mengejar deadline, tipe cewek yang enggan dinikahi cowok.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Jadi saya ingin bertanya benarkah adanya "putri dan pangeran" di dunia nyata? Atau ksatria dengan gadis yang dilindunginya. Sekarang semua dongeng yang saya baca semakin jauh dari realita dan kadang kita lupa apa yang sebenarnya terjadi dan lupa dengan cara memberikan cinta tulus seperti yang ada di dongeng tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-5335799990063836113?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/5335799990063836113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/dongeng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5335799990063836113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5335799990063836113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/dongeng.html' title='Dongeng'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-5861634921159536413</id><published>2010-11-01T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:03:30.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pop kultur'/><title type='text'>Sampah Kata: Seorang Bocah Bernama Bieber</title><content type='html'>Blog ini kayanya butuh sampah. Saya sedikit mau protes sama society akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada anak baru masuk SMA, namanya Justin Bieber. Suaranya belum pecah, mukanya masih kaya umur 12. Ya ngga papa sih, awet muda. Ditemukan penyanyi RnB tersohor Usher lewat Youtube karena suaranya bagus. Dikasi kontrak buat recording dan dirilis sebagai seorang penyanyi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya emang bagus kok, tapi mungkin sedikit disturbing sama orang-orang karena suaranya ngga pecah. Sebenernya, ini karena dia kebiasaan nyanyi dari kecil, jadi seolah stuck disitu. Soalnya saya juga punya temen cowok yang sampe usia-usia SMA suaranya masih ngga pecah karena kebiasaan nyanyi dari kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagunya sih ya... Cheesy lah ya... Kaya lagu ABG baru pacaran. Standar &lt;i&gt;target audience&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;demographic&lt;/i&gt; lah. Ya sudah, sampai situlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi justru reaksi dari kemunculan Bieber itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngga ngerti tapi fansnya Bieber yang kebanyakan cewek usia remaja kayanya ngga mau diam soal Bieber. Di twitter, dimana-mana. Saya pikir Twilight fangirls aja udah ngeri, ternyata yang Bieber lebih ngeri lagi. Mereka begitu setia, begitu determin, begitu... Dan fansnya ada diseluruh dunia, ngikutin apa yang lagi Bieber lakukan dan setiap ada sesuatu yang berhubungan sama Bieber mereka publikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengguna twitter, saya terganggu sekali karena kadang ada trending topic ngga penting seperti #akucintabieber, apa bieber, bieber ini, bieber itu, bahkan sampai #hornyforbieber yang mana ngeri karena Justin Bieber belum legal di beberapa negara dan kemungkinan yang ngetweet hal tersebut juga adalah anak-anak dibawah umur juga. Entahlah ya, para fans ini terlalu bangga mereka adalah fansnya Justin Bieber, itu ngeri banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri mikir. Idupnya Justin Bieber gimana? Kayanya dia anak biasa aja sebelum ditemuin Usher, tinggal bareng Ibu tunggalnya di Kanada. Sekarang dia harus deal sama cewek-cewek ngeri itu dari mulai bangun sampai tidur lagi. Bahkan dia sampai harus pergi sama Bodyguard kemana-mana. Walaupun banyakan cewek, &lt;i&gt;berarti fansnya seserem itu kan&lt;/i&gt;? (terus kebayang kasusnya John Lennon, oke itu lebay, tapi kepikiran aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu saat ada berita kalau Bieber malah menggunakan si cewek-cewek itu buat ngegangguin orang yang ngga dia suka. Bieber ngasih sebuah nomor telpon di twitternya dan minta fansnya menghubungi nomor tersebut. Alhasil, si orang yang punya nomor telponnya ngehang--rusak karena jibunan telpon dan sms masuk tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai fangirl (untuk hal lain) sendiri saya merasa itu bukanlah cara terhormat buat memperlakukan fans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi, memang tidak ada fans yang tidak ekstrim. Tapi kalau dilihat, banyak fans yang bisa melimit diri mereka supaya tidak ekstrim dan mengganggu publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin komunitas misalnya, tapi jangan di serba bebas seperti twitter. LiveJournal akan jauh lebih aman. Banyak fans anime yang saya tau memilih ketentraman dengan LiveJournal community. Pun ada twitter, bukan untuk deklarasi ngga penting, tapi untuk info update apa di komunitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa perlukah setiap saat dan setiap waktu ngasih mention ke Justin Bieber? Deklarasikan cinta kalian sama Justin Bieber? Apa-apa soal Justin Bieber kalian taro dan kalian sebar? Mungkin para fans pengguna twitter lupa sama follower lain dan lupa kalau &lt;i&gt;server accountnya Justin Bieber sendiri bisa berat dan lag&lt;/i&gt; gara-gara kelakuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau emang suka ama Justin Bieber, give him some space. Nah, yang ini nih yang fans suka lupa. Mereka lupa kalau &lt;i&gt;artis/selebriti juga manusia&lt;/i&gt;. Kecuali memang bener Bieber &lt;i&gt;feeds from his fangirls&lt;/i&gt;, ya saya yakin Bieber butuh lah sedikit privasi dan ketidak-lebay-an. Sebagai contoh belum lama ini, saya menemukan fans K-Pop bereaksi sangat bodoh yang menurut saya ini keterlaluan. Gara-gara Jonghyun, personil SHINee jadian sama seorang cewek... Mereka deklarasi benci, ngga suka, patah hati, marah-marah sampai pake ngancem mo ninggalin fanbase SHINee. &lt;i&gt;YA TINGGALIN AJA SANA, EMANG GUE PEDULI&lt;/i&gt;. Saya yakin fans yang berpikir rasional berteriak demikian. Untungnya K-Pop memang memiliki fans yang lebih rasional dan tau yang mereka sukai itu masih bahan entertaiment, bukan hidup. Dan mereka meredam dan mengingatkan fans yang kelewat reaktif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya tiga contoh kasus dari account twitter yang saya follow, fans Bieber, fans K-Pop rasional, fans K-Pop irasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fan Bieber sebagaimana yang kalian duga akan ngetweet "Hari ini Bieber make my day", "Oh, Bieber lagumu enak". Kadang sambil memuji sambil mention Justin Bieber. Malah pake &lt;i&gt;affectionate call&lt;/i&gt; kaya "Bieber adeku". Mungkin dia ngga nge-spam, tapi isi tweetnya untuk Bieber adalah kalimat penuh harap + mention.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fan K-Pop irasional semua isi tweetnya adalah spam, tiap detik bercerita tentang apapun yang dia dengar dan lihat, puja-puji kepada artis K-Pop favoritnya. Timeline Anda penuh dengan tweetnya yang isinya hampir semuanya K-Pop.&lt;br /&gt;Sampai akhrinya dia sendiri sadar ia terlalu banyak ngespam dan membuat account baru untuk hal tersebut yang mungkin hanya di follow teman-teman sesama K-Pop fan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fan K-Pop rasional, isi tweetnya adalah berita tentang K-Pop. Sirkulasi komunitas dan apa yang terjadi. Film Korea episod apa, video klip yang mana. Dan saran kepada fan K-Pop tipe irasional untuk jangan memperumit idola K-Pop mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darisini Anda nilai sendiri yang mana yang menurut Anda harus dicontoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang yah, kita harus bisa membedakan entertainment dengan hidup sosial yang sesungguhnya. Terutama remaja, dimana emosi mereka masih sangat bergejolak, begitu pula jalan pikiran mereka, ini masih hal yang sangat bias. Kalau tidak kita jaga, ya jadilah &lt;i&gt;public nuisance&lt;/i&gt; seperti kasusnya Bieber ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya pikir Bieber itu cuma cowok bersuara cewe yang digemari cewek-cewek puber, korban empuk buat diejek. Tapi lama-lama saya jadi sebel beneran. Habisnya dari pihak Bieber dan si fangirls sendiri ngga mau diam dan mengganggu ketenangan publik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-5861634921159536413?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/5861634921159536413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/sampah-kata-seorang-bocah-bernama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5861634921159536413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5861634921159536413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/sampah-kata-seorang-bocah-bernama.html' title='Sampah Kata: Seorang Bocah Bernama Bieber'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-5526825424803256566</id><published>2010-11-01T07:53:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T07:53:35.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><title type='text'>PLUS</title><content type='html'>&lt;i&gt;TANGANMU DICAP TANDA +!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di jidat mu dicap tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di telapak kakimu dicap tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di dada mu ada tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seluruh tubuhmu dicap tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kau tidak berbangga seperti anak SD yang dapat A+ Kau tidak bisa berlari, berteriak pada dunia "Saya orang +"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kamu malah menerima cacian, makian, dan semakin banyak tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mata dan di telinga.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka malah berteriak, "KAMU GAY!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka malah berteriak, "KAMU SEMBARANGAN!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka malah berteriak, "KAMU PECANDU!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ibumu menangis, Ayahmu marah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang menteri negri ini malah bilang "Anumu Itu Dipakai Sembarangan"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Saya tidak ingin jadi +" teriakmu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mana saya tahu!" teriakmu lagi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Saya minta bantuan" semakin kau keluarkan suaramu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kamu tidak ingin jadi malu, kamu tidak ingin jadi semu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi mereka menolak mendengarkanmu. Karena tubuhmu banyak tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka jijik sama tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka buta dengan fakta tanda +&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka lupa kalau tanda + menyerang siapa saja, tanpa memilih korbannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka lupa, kalau orang-orang yang ditandai oleh + masih manusia juga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tersenyumlah, wahai kawan + ku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tangismu memang duka, tangismu itu pilu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi + mu itu pertanda bahwa kau harus + kan lagi hidupmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena ketika orang lain lupa, kami ingat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bangkitlah, kawan + ku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tunjukkan kalau kau berani hidup dengan + mu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan untuk itu teruslah berkobar dan berseru, "Saya bisa hidup dengan + ku"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Bukan mitos lagi kalau setiap menit seorang anak dibelahan dunia ini di diagnosa HIV+. Sebagian besar mereka dapat dari Ibunya, sebagian korban kena dari suaminya yang mungkin jajan, sebagian gara-gara salah prosedur donor darah. Masih banyak lagi kasus tak berdosa, karena HIV/AIDS tidak pernah memilih korbannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mungkin 1 Desember masih sebulan lagi, tapi pesan ini tidak berlaku hanya ketika 1 Desember saja. Saya hadir disini, sekalian menyebarkan misi yang sedang saya perjuangkan bersama teman-teman saya di grup "Le Myuz". Maret nanti, &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;, kami akan membuat sebuah event, berkolaborasi dengan Action for AIDS, menyebarkan pesan "Anti-Diskriminasi" kepada masyarakat muda. Mungkin event kami ini hanya terbatas di Singapura, tapi saya yakin, pesan kami ini tidak terbatas dibelahan dunia manapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Bicara topik lokal, belum lama ini saya mendengar para petinggi negri Indonesia melakukan kesalahan yang menurut saya sangat fatal. Seorang menteri mengabaikan pentingnya &lt;i&gt;Sex Education&lt;/i&gt;, seorang menteri lagi memprejudis ODHA di sebuah jejaring sosial. Kami butuh sex education, kami tidak butuh prejudis. ODHA butuh dukungan dari pemimpin negrinya. Penderita bukan penderita sama tanggung jawabnya memerangi wabah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Maka itu, saya hanya ingin merefresh orang-orang saja sebelum sebulan ke depan, tepat tanggal 1 Desember. Perang ini belum berakhir. Pesan ini tidak akan habis. Hapus diskriminasi dan ulurkan tangan. Lakukan aksi preventif. Banyak cara kalau kita mau. Selama kita berpikiran positif maka kita bisa meminimalisir korban dengan HIV+&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-5526825424803256566?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/5526825424803256566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/plus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5526825424803256566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5526825424803256566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/11/plus.html' title='PLUS'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-949052555790730042</id><published>2010-10-30T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-30T09:08:10.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Jauh</title><content type='html'>Tuhan aku jauh dariMu.&lt;br /&gt;Seharusnya aku bahagia, tapi kenapa tidak?&lt;br /&gt;Mungkin karena aku menjauh dariMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seperti inilah aku berpikir "kenapa orang menolak untuk mencintaiku".&lt;br /&gt;Padahal kau janjikan aku cintaMu, yang jauh lebih baik dari cinta orang-orang itu.&lt;br /&gt;Bukannya menyebut namaMu, malah ku hina-hina diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu biarkan aku berdoa malam ini, menyebut namaMu,&lt;br /&gt;dan berilah aku Ridho-Mu, untuk hadapi hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-949052555790730042?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/949052555790730042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/jauh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/949052555790730042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/949052555790730042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/jauh.html' title='Jauh'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-5119444977465122796</id><published>2010-10-30T09:03:00.001-07:00</published><updated>2010-10-30T09:03:20.196-07:00</updated><title type='text'>Greetings on October 2010</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Hai (:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mumpung inspirasinya hangat saya sepertinya mau update sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Happy browsing and keep inspired!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-5119444977465122796?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/5119444977465122796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/greetings-on-october-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5119444977465122796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5119444977465122796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/greetings-on-october-2010.html' title='Greetings on October 2010'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8759109898445602556</id><published>2010-10-30T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-11-17T08:58:52.970-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Kamu lebih memilih dia ketimbang saya; sahabatmu</title><content type='html'>Singapura, 30 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingin bicara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lagi pusing dan sedikit self-concious, lebih baik yang seperti ini dialihkan ke topik lain. Untuk mengalihkan masalah sendiri memang paling enak bicara masalah orang lain, jadi saya akan membahas sesuatu malam ini. Hal yang sering kali dialami gadis-gadis belia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kerap kali, lebih dari hitungan jari, mendengar mereka mengeluh; "Lu milih dia ketimbang gue, sahabat lu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kadang kalimat, atau konsep itu sendiri sudah jadi klise. Coba tanya gadis remaja mana, pasti (kira-kira) dua diantara satu mengalami hal seperti ini. Teman-teman cewek saya pun demikian. Hampir semuanya mengalami si konsep diatas. Saya mengeksplor satu situs tempat dimana orang bisa berbagi rahasia mereka secara misterius, semacam tempat curhat istilahnya. Dan banyak pula gadis-gadis yang mengeluh hal diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, jika ini adalah hal klise, repetitif, dan sering kali kejadian, mengapa terus-terusan kejadian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saya tahu hal ini bukanlah hal yang bisa diteorikan, tapi saya ingin mencoba. Sekedar, mengungkapkan pikiran saya untuk memberitahu pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, teori saya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin si gadis terlalu fokus dengan sahabatnya. Karena sahabatnya adalah orang yang paling dekat dengan dia. Untuk perempuan yang pada dasarnya memiliki simpati dan emosi yang lebih peka, tentu seorang sahabat, baik pria maupun wanita, adalah figur yang selalu dekat dengan hatinya. Terutama jika pria, kemungkinan untuk jatuh cinta pada si pria ini lebih besar. Pria ini pasti akan jadi orang pertama yang akan dia hubungi dan dia consider karena selalu dekat di hati dia, walaupun pria ini bermasalah atau punya kekurangan. &lt;i&gt;Cowok lain jadi keliatan kaya lobak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sahabat cewek juga cenderung jatuh "narsis" dan berpikir; "ngga akan ada yang nyayangin dan ngertiin dia lebih baik dari gue". Karena sebagai sahabat, si pria pun pasti akan memberitahu si sahabat wanita terlebih dahulu jika ada apa-apa, walau si pria melakukan hal ini karena perannya sebagai sahabat, bukan karena punya rasa. Tapi cewek itu kadang terlalu cepat ge-er, atau lebih tepatnya peka dalam hal-hal kedekatan dan &lt;i&gt;bonding&lt;/i&gt;. Terlebih lagi jika didukung oleh kerabat-kerabat si cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi cowok, mungkin si cowok berpikir; "gue emang sayang ama ni cewek, tapi dari pada ngadu nasib jadian dan gagal, gue lebih baik ngga karena gue ngga mau nyakitin hati dia". Cuma cowo ngga tau harus menangani masalah ini gimana. Alhasil, dia lebih memilih diam dan nyimpen pikiran itu dibenaknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin kadang, justru si cowok memang ngga ada interest sama si sahabat ceweknya sama sekali. Mungkin karena dia lebih menganggap si cewek seperti adik/kakaknya, mungkin karena si sahabat ceweknya bukan tipenya (saya tahu ini superfisial, tapi, hey, kita manusia, dan manusia egois dan pilih-pilih), mungkin justru siapa tau dia justru naksir sahabat ceweknya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, cinta bertepuk sebelah tangan saya rasa wajar. Dan manusia kadang terlalu bangga dan terlalu egois untuk mendeklarasikan "saya yang paling baik untuk kamu" atau "lu kurang pantes buat gue" mengetahui bahwa sebenarnya yang paling penting dalam sebuah hubungan itu adalah keikhlasan dan rasa "selfless".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama sebagai remaja, ada masanya mereka harus mengalami konsep klise tersebut. Akan terus ada gadis yang berteriak "kenapa lu pilih cewek itu, ketimbang gue sahabat lu". Pada saat itu mungkin hatinya akan terkoyak, tetapi dari situlah si gadis akan mekar menjadi persona yang sesungguhnya dan dewasa dalam menghadapi suatu hubungan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8759109898445602556?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8759109898445602556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/kamu-lebih-memilih-dia-ketimbang-saya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8759109898445602556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8759109898445602556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/kamu-lebih-memilih-dia-ketimbang-saya.html' title='Kamu lebih memilih dia ketimbang saya; sahabatmu'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2464137061609759065</id><published>2010-10-22T08:40:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T08:40:41.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Adulthood</title><content type='html'>Expectations, it kills.&lt;br /&gt;Guilt and pressure, it kills.&lt;br /&gt;Obsession, it kills.&lt;br /&gt;Egotism, it kills.&lt;br /&gt;They kill only one thing; Innocence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That is why "to be an adult" is a choice. Some may luckily survived, some may consumed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But some choose to remain innocent. And there is no other choice then to be killed.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2464137061609759065?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2464137061609759065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/adulthood.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2464137061609759065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2464137061609759065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/10/adulthood.html' title='Adulthood'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2702361329627816503</id><published>2010-09-28T09:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T09:58:56.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnal'/><title type='text'>Jurnal: Pendeskripisian karakter.</title><content type='html'>Latihan Pendeskripsian karakter.&lt;br /&gt;28 September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga wanita.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Destri&lt;/b&gt; (20 tahun kurang 3 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin paling normal dalam menghadapi interaksi sosial, atau justru sedikit lebih luwes daripada orang biasanya. Kelihatan seperti gadis sehat yang bahagia, tapi justru lebih kompleks di dalam. Dengan latar belakang hidup bersama Ibu tunggal dan dua saudari yang jauh lebih tua membuatnya sedikit lebih tangguh dari gadis seumurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Destri kepada kehidupan sebenernya sangat straightforward dan logis, tak lupa; compassionate. Destri hanya ingin yang terbaik dan bagaimanapun caranya, yang pasti adalah baik terhadap orang lain. Hidup Destri bisa digambarkan seperti hidup atas kehadiran orang lain di dalam hidupnya. Bukan dalam artian melankolis tetapi dalam arti dimana ketika Destri tidak mampu lagi berkomunikasi dengan orang lain, maka disitulah hidupnya kosong. Kehadirannya seperti tokoh yang berpindah-pindah keberbagai macam komunitas dan berbagai macam karakter, tetapi tidak samar-samar. Justru jelas teringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang membuat kita mengingat kalau Destri tidaklah sempurna adalah emosinya yang bertaburan. Destri kecil cukup mengalami trauma di dalam keluarga dengan dua kakak perempuan yang obsesif berkenaan dengan Destri memegang posisi anak bungsu, juga bagaimana ia menemani Ibu tunggalnya menempa hidup. Destri yang pada dasarnya berjiwa romantis terkadang bisa mudah sekali menangisi sedikit saja ada pertikaian domestik karena jiwa kecilnya yang selalu mengharapkan adanya keharmonisan diantara keluarganya, hal yang membuat Destri bisa sangat menghargai kebahagiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada dasarnya terlahir sebagai gadis berhati lapang, untuk menggapai hatinya sangat mudah. Karena itu, banyak pria yang tertarik dengan energinya yang terkadang bahayanya, kelapangan hati Destri itu selalu dianggap remeh oleh para pria yang ia bersedia bagi kasih sayangnya dengan dalih "Ah, dia pemaaf ini." dimana satu saat si pria akan berbuat kesalahan, dan biasanya selalu membujuk Destri kembali baik kepadanya. Walau begitu, Destri punya batas kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya juga orang mudah tertipu dengan perawakannya yang manis dan kemampuan bersosialisasinya yang baik. Orang mudah sekali mengira Destri si anak gaul yang tukang keluyuran hanya dengan melihat ia banyak teman, cantik, dan punya mobil. Bahkan saudarinya termasuk diantaranya. Dan dari sini terkadang Destri mempertanyakan atas "Apa yang kamu tahu tentang saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lista&lt;/b&gt; (19, Agustus kemarin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang dia diciptakan untuk mengimbangi Destri. Lista tertutup, misterius, singkatnya seperti kuncup bunga. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membuka persona Lista. Lista ngga pernah banyak bicara, tetapi ketika berbicara, Lista berbicara jujur dan apa adanya. Kadang terkesan dingin, tetapi kadang justru benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lista bukan tipe orang yang suka mengumbar apa yang sedang dia alami, dibanding Destri yang ekspresif atau Jo yang memang suka trolling. Lista senang menahan apa yang dia rasa karena menurutnya, itu hanya berlaku untuk dia dan dia rasa tidak ada butuhnya orang untuk tahu hal tersebut. Jadi terkadang sulit untuk menebak jika ia bermasalah atau tidak. Ia hanya akan bicara ketika ia butuh bicara dan ia tidak sembarangan memilih siapa atau kemana masalahnya akah dicurahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Destri mungkin termasuk gadis dreamy, tetapi Lista yang dari luar kelihatan lebih tangguh dan kukuh dari Destri yang supel dan ekspresif, Lista jauh lebih dreamy dari Destri. Terkadang imajinya jauh lebih muluk dari Destri. Imaji Destri terkesan "lebay" karena Destri bisa mengekspresikannya keluar, tetapi kalau dipikir-pikir, roman Lista lebih "lebay" lagi, hanya saja jarang sekali ia tuturkan blak-blakan seperti Destri. Kalau Destri adalah tipe putri yang "Saya mau menemukan pangeran impian saya, maka akan saya cari." Lista adalah tipe putri 'Saya ingin menemukan pangeran impian saya, kapan dia akan datang pada saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam keadaan cinta, Lista bukanlah orang bisa maju duluan. Memang pada dasarnya malu dan introvert, butuh dukungan besar, terutama dari Destri yang cerewet dan Jo yang memang punya konsep "datang dan pergi". Tapi kedua wanita sisanya bisa hadir untuk Lista dikala ia butuh dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lista menyembunyikan satu trauma besar dimana ia hampir disalahi Ayah angkatnya. Mungkin faktor trauma yang juga berpengaruh kepada hubungan sosialnya. Berkenaan dengan salah satu teori trauma, "Saya ingin lupa itu terjadi" dan sifat Lista yang "Ini urusan saya jadi ya saya saja sendiri", menghasilkan Lista yang dari luar dingin dan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jo&lt;/b&gt; (20 tahun 7 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tua dan secara keluarga mungkin paling normal. Lahir dari keluarga baik-baik dengan orang tua yang baik, secara status sosial Jo mungkin berada di posisi yang cukup nyaman. Jo cukup beruntung karena Ayah kandungnya masih ada bersamanya dan bisa dibilan cukup dekat dengannya. Secara personalita, Jo adalah si putri manja karena ketika ia ingin, pasti ia dapat ditambah dengan Jo yang memang memiliki sifat ambisius dimana ketika ia ingin, ia harus dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari luar Jo yang paling tampak tidak atraktif dibanding kedua sahabatnya Destri dan Lista. Jika Destri adalah bunga mekar, dan Lista adalah kuncup terakhir, maka Jo adalah si lebah gemuk. Tapi Jo selalu rapih dan presentable. Jika pertama kali kenalan, Destri lah yang akan membawa pembicaraan, Lista akan diam mendengarkan, Jo akan masuk setertariknya ia. Tetapi Jo selalu sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar, Jo seperti si gadis kaya, pintar, terdidik, dan dewasa. Tetapi sebenarnya Jo tidak terlalu peduli dengan statusnya atau segala macam tetek bengek lainnya. Jo selalu merasa dirinya adalah "anak kecil itu" yang punya dunianya sendiri dan menikmati apa yang ia nikmati. Kelemahannya mungkin adalah Jo suka egois bak anak kecil, melawan orang lain dengan dalih "Ya sudahlah, selama ngga terjadi masalah besar kaya bom, ngga usah dimasalahin.", dan suka skip sendiri ke dunianya ketika orang lain sibuk bersosialisasi. Lain dengan Lista yang pemalu, Jo memang menolak untuk dan hanya mau ketika ia ingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo juga blak-blakan, terkadang sarkastik, dan pedas. Tapi disisi lain dia bisa minder dan sangat canggung. Keluarganya mendidiknya demikian. Jo besar dengan membawa doktrin dari orang tuanya yang sebenarnya membuatnya selalu merasa dirinya "disalahkan". Orang tua Jo adalah orang tua yang liberal dan tegas tetapi sama egois dan ambisiusnya. Hal inilah yang membuatnya menjadi pelawan sekaligus tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk soal hubungan romansa, Jo adalah tipe yang "Kalau ngga jelas ngga usah". Ini didikte langsung dari Ibunya yang sangat keras dalam konsep hubungan tersebut. Jo menolak hubungan muluk-muluk, menolak gombal-gombalan, menolak apapun yang menurutnya tidak penting. Menurut Jo, cinta itu tidak bisa disyaratkan atau dinilai. Ketika cinta itu cinta, maka itu cinta, ngga ada embel-embel atau kata. Kita hanya tahu dan merasakannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga jadi menemukan sebuah pattern lain dari tiga sahabat wanita ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Destri tentang hubungan cinta romantis adalah dimana pada akhirnya sebuah pasangan menjadi keluarga bahagia. Destri selalu bermimpi menikah dengan suami yang baik dan penuh canda, punya anak, dan memiliki hidup mapan. Disini Destri menangkap yang indah itu adalah menikah dan saling sayang dan akur bersama suami yang pasti, selalu menyayangi dia, dan kebapakkan. Ini ada hubungannya dengan latar belakang keluarganya yang berada diambang cinta-benci selama ia hidup. Dimana sepertinya pertengkaran adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Lista adalah Lista suatu saat akan ditemukan oleh seorang pangeran. Pangeran tersebut akan menyelamatkannya dan membawanya ke negri dimana ia akan bahagia berdua dengan Lista diperlakukan seperti tuan putri satu-satunya untuk pria ini. Ini sepertinya keinginan Lista untuk "kabur" dari traumanya yang terpendam dan tidak pernah terekspresikan. Sebenarnya kalau saya pikir Lista ini mirip Yukiko Amagi-nya "Persona 4" dengan pangeran atau Chie-nya adalah Destri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Jo, konsep romantis baginya adalah mendapatkan pria yang jauh lebih mapan, lebih terdidik, dan lebih cerdas dari dia dengan hubungan yang tidak berstatus tapi pasti. Pria yang dominan dan manipulatif, dimana Jo bisa terus mencoba survive dan berargumen untuk mencoba mendominasi dan meng-outwit si pria ini walau ia tahu ia akan selalu didominasi. Ini sepertinya disebabkan oleh lingkungan keluarga Jo yang mengharuskan keegoisan dan kekuatan dominasi untuk bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whoa. Random. :/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2702361329627816503?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2702361329627816503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/09/jurnal-pendeskripisian-karakter.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2702361329627816503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2702361329627816503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/09/jurnal-pendeskripisian-karakter.html' title='Jurnal: Pendeskripisian karakter.'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-6106486614622951540</id><published>2010-08-28T02:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T02:50:24.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><title type='text'>Curhatan Di Kolong Meja</title><content type='html'>Kelas-kelas baru saja dipakai ujian, meja kelas jadi agak berantakan. Kelas ujian saya ada di lantai dua, kelas saya yang sesungguhnya dijadikan ruangan anak kelas satu dan kelas tiga. Kertas ada dimana-mana. Semua bekas coretan. Hari terakhir kemarin Bahasa Indonesia dan Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bapak pembersih sekolah juga buru-buru membereskannya. Atau mungkin anak-anak kelas satu dan kelas tiga hanya payah saja dalam membersihkan ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huh, sekolah negri..." keluhku dalam hati. Ngga bisa bohong juga. Walau saya akui teman-teman saya banyak yang pintar, tapi bagaimanapun juga ini sekolah negri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencari meja saya, di baris kedua ujung sebelah pintu. Saya duduk disitu. Saya masukkan tangan saya ke dalam kolong meja dan perlahan mempertanyakan apakah isinya. Banyak sekali kertas. Coret-coretan matematika dan beberapa prosa, mungkin ditulis untuk bahasa Indonesia. Ada juga coret-coretan syair. Siapapun yang duduk disini pasti senang menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga suka menulis, membaca tulisan orang lain. Dan kebetulan coretan itu, walau ditulis dengan pensil, saya masih bisa membacanya. Lalu saya membaca salah satu tulisan disitu yang dapat saya temukan. Ada sebuah curhatan, kayanya sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ujian Bahasa. Agak males. Males wacana. Wacana lebar. Haha.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Uh, masih ga enak rasanya. Hari ketiga. Bocor.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sebelum nulis yang lain... Mmm... Sebenernya saya mo buat pengakuan (apa sih pengakuan, random amat).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PMS saya minggu ini bikin saya jahat. Kemarin si Tita berantem sama Wilma. Gara-gara Tita mengakui lagu parodian Justin Bieber gue keren. Ngga nyangka Wilma ga sengaja denger. Tita malah dengan pedenya bilang kalau Justin Bieber itu emang suck. Wilma juga gila sih. Lagian naksir ama bocah nanggung gitu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi gue ngga ngaku ke Wilma kalau itu lagu gue yang bikin. Tita juga ngga ngomong.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gue ngga sebel sih sama Wilma, cuma kadang jijik kalau udah ngeliat dia flailing sama Justin Bieber. Horor gila. Tita sama Super Junior ngefan-nya kaya gitu aja ngga lebay kaya Wilma. Tau deh, orang beda-beda kali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si Desi sama Martin berantem. Gue malah girang. Ada drama. Gue malah manas-manasin dua-duanya. Kok gue bego ya? Abisnya gue kesel dan enek sendiri. Mungkin karena gue melarikan diri dari kasus mereka, gara-gara gue ngga mo disalahin. Walau bukan salah gue juga sih, tapi kadang suka kepikiran ini semua gara-gara gue.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;GUE TAU! INI SEMUA GARA-GARA R**N! Hahaha, ngga lah, gue cuma nyari "kaburan" dari guilty gue lagi aja. Tapi gue baca di cracked.com kalau kita putus, orang-orang di deket kita bisa putus juga. Tapi ga tau lah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Intinya Desi dan Martin panas gue heboh kaya orang nonton sinetron. Abis gue kesel. Sebenernya gue mungkin kesel sama Martin... dan Ua Dito. Abisnya... Padahal Emak gue udah bikin stand point belain Desi, tapi mereka kayanya ngga mau denger. Terus emang dasar cowok kali ya... Kalau salah ngga mau disalahin... Gue tuh bete banget Desi kaya orang bego mencoba mendukung Martin tapi kaya ga dihargain juga. Lama-lama gue yang heboh sendiri kan "PUTUS! PUTUS! PUTUS! 8D"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi Desi juga emo sih, gue jadi sebel. Masa beratnya turun sampe 40 dia bangga. Terus katanya mo nurunin lagi. Jadi ranting aja sana, lu! Bukannya gue ngga mau dukung, tapi justru gue di hororkan dengan kalimat dia yang kaya gitu. Harusnya, ngapain juga ya gue peduli. Tapi gimana dong? Gue sama Desi dan Tita kan udah dari kecil... Payah juga ya gue.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi ngga papa sih. Alhamdulillah, Desi udah baikan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi gue masih sebel sama Martin. Asli. Terus nanti lebaran mau ketemu. Mo pasang tampang kaya apa dia ketemu gue dan emak gue? Pede aja kali ya ntar dia? Kaya badut as usual. Dia kan ngga ngerasa salah (menurut gue sih).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tau lah, peduli amat lah gue ama Martin. Paling gue aga sedikit kampret di depan dia. Gue prefer bikin fondant cake ama Wicak deh lebaran nanti.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Abis akhir-akhir ini kejadiannya ngga enak mulu sih. Si Tita ama si cowok berengsek itu lah, yang namanya kaya cewek... Siapa? Tara...? Idih, kasian amat namanya kaya cewek. Terus gue putus lah, barengan ama Yuli pula putusnya, kasusnya mirip-mirip pula. Yuli kayanya lebih parah sih. Tapi kita temen-temennya bodo amat sama tuh cowo. Yang kasian yang gue ini. Ampe Emak gue ilang respek sama dia. Hebat banget ya tuh cowo bisa bikin keluarga+kerabat gue marah. Yah, tapi gue rasa ini emang udah makanan remaja kali ya? Cuma kasian aja temen-temen gue gitu. Ga mungkin ya "udah gue aja sini yang bermasalah". Apa sih gue emo banget hahahaha.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kata Babe, ya masalah Desi dan Martin sih masalah mereka aja. Kita paling kasih dukungan. Cuma gue masih merasa kan gara-gara gue ketemunya. Kasian si Desi. Uwalah. Bingung ah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terus si Lebay kok udah ngga pernah ngetweet ya? Sebenernya gue merasa aga dosa juga sih sama dia. Kelakuan dia semuanya kelakuan yang gue sebel banget dan suka gue sindir di media lain. Tapi abisan dia gitu sih.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Intinya PMS kemaren kerjaan gue mengkritik orang terus. Kemaren gue baru saja bikin sekumpulan alay mengamuk karena gue hina-hina bahasa Inggris dan tulisannya. Jadilah saya Putri Inggris yang dibenci sekumpulan anak-anak sok berambut emo. Dan semakin mereka terpancing, semakin sombong dan senang gue jadinya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tau ah. Gue mo bikin fondant cake ajalah, sama chili con carne.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mbak, kenapa harus disimpan di meja saya? Kenapa ngga beli diari sih? Ah, kuempel-empel kertas curhatan itu lalu saya buang. Sia-sia saja jadinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-6106486614622951540?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/6106486614622951540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/curhatan-di-kolong-meja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6106486614622951540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6106486614622951540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/curhatan-di-kolong-meja.html' title='Curhatan Di Kolong Meja'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-751363199801093771</id><published>2010-08-18T12:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T12:59:22.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Bisakah kamu normal saja?</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Normal itu hanya metakonsep.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sampai sekarang saya belum tahu definisi "normal". Saya mencarinya kemana-mana. Saya cari di lapangan rumput kosong di depan rumah. Saya cari di sekolah. Saya cari di toilet dan di halte bus. Bakan saya mencari "normal" sampai ke luar negri. Saya tidak juga menemukan arti "normal". Mungkin normal itu hanya ilusi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kamus berkata pada saya arti normal adalah "Berada pada standar atau ekspektasi yang biasanya". Lalu saya membalas Kamus, "Bagaimana jika ekspektasi dan standar orang berbeda-beda? Apakah akan ada normal yang sesungguhnya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kamus diam saja dan tidak bisa menjawab lagi. Dari dengan kesunyiannya, saya sudah punya jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi manusia tetap saja menginginkan sesuatu yang normal. Tapi yang normal itu seperti apa tidak ada yang tahu persis. Tapi satu hal mengapa manusia kerap memaksakan diri untuk mendapatan normal. Normal adalah ekspektasi, standar. Dan dengan serakahnya, mereka ingin standar-standar itu terwujud. Sayangnya standar mereka berbeda-beda dan berbenturan satu sama lain. Sama seperti ego.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lagi-lagi lahir sebuah konsep dari satu ego.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan kadang standar yang sama dijadikan satu ego yang sangat besar dan terbentuklah ilusi bernama normal. Jika ada satu hal yang berbeda dengan standar besar tersebut maka disebut abnormal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Saya masih ingat waktu itu saya berada di jok belakang, sehabis dari pesta jamuan oleh atasan Ayah. Ayah menyetir, Ibu disampingnya. Lalu Ayah bicara pada saya;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Kamu itu berbakat sekali, nak. Kami bahkan berpikir untuk mengkolaborasikanmu dengan anak-anak teman-teman Ayah itu dan buat usaha kecil. Alangkah baiknya untuk bakat kalian. Tapi satu hal, mereka berbakat&lt;i&gt; tapi tidak pernah bicara sendiri&lt;/i&gt;. Mereka mampu berkhayal tapi tidak bicara pada diri mereka sendiri dengan khayalan mereka. &lt;i&gt;Mengapa kamu tidak bisa&lt;/i&gt;?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Singkatnya, Ayah berkata "Kenapa kamu tidak bisa normal?" pada saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Di sekolah saya juga dijauhi karena katanya saya tidak normal. Masih suka kartun, kayaknya. Saya suka budaya lain dan dibilang tidak normal juga. Atau mungkin alasan mereka saja karena melihat badan saya yang harus disangga penyangga tulang belakang. Secara fisik itu sudah tidak normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Jadi, apakah berhak mereka memutuskan hal yang "normal" untuk saya? Seabnormal saya, saya juga punya standar dan ekspektasi. Sama seperti mereka. Maka itu saya juga punya batas untuk hal yang dapat saya bilang normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lagi pula saya tidak percaya akan konsep normalitas. Absolut normal itu tidak ada. Saya bahkan bisa bilang kalau normal lah jika seorang pasien rumah sakit jiwa berkelakuan abnormal. Apa Anda merasakan anomali kalimat tersbut? &lt;i&gt;Jadi, apa itu normal&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sama seperti fetsih dan topik tabu seperti seks. Atau trauma psikologi atas kejadian mengerikan. Atau mungkin pikiran &lt;i&gt;jelimet&lt;/i&gt; seorang pembunuh dan kriminal lainnya. Kata mereka yang mengalaminya, itu normal. Kata yang lain, itu abnormal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan mereka memaksa untuk membuktikan apa itu "normal".&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Pada akhirnya kita semua tahu dalam diri masing-masing bahwa benarlah normal itu hanya ilusi. Dia tidak pernah ada, sampai kita menciptakannya. Karena kita tahu bahwa dunia ini semuanya abnormal dan kita punya ekspektasi untuk hal yang sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-751363199801093771?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/751363199801093771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/normal-itu-hanya-metakonsep.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/751363199801093771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/751363199801093771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/normal-itu-hanya-metakonsep.html' title='Bisakah kamu normal saja?'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-867922255184033444</id><published>2010-08-16T10:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T10:17:26.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><title type='text'>65</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kami selalu punya suara. Tiap waktu. Tiap hari, tiap detik. Suara kami tak pernah habis. Kami tidak pernah serak, tidak pernah sesak. Bunyinya merdu sekalipun teriak. Panas hujan kami akan selalu berbunyi berkumandang. Selalu ada yang bisa kami suarakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Suara terus. Kapan geraknya?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kami bergerak kok. Kami bergerak gemulai penuh amarah. Untuk memperjuangkan suara kami, ada satu cara yang yang tidak akan penah bosan kami eksekusi. Cara yang sama sejak tahun 1945. Tapi itu sudah ciri khas kami. Karena kami impulsif. Keras kepala dan tidak dewasa. Cara kami hanya satu. Marah-marah, menutup jalan raya dengan suara-suara kami, lalu mencari sesuatu untuk dibakar. Ada api, ada drama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Kalau begitu, bagaimana bisa kalian didengar dan dipertimbangkan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lah! Tentu bisa dong! Kami akan mengacam mereka untuk duduk manis mendengarkan kami. Kami akan membuat mereka mendengarkan kami sampai tertunduk dan tertidur bosan. Pada akhirnya kami akan memenangkan telinga dan pikiran mereka. Dengan cara kami yang begitu mengikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;i&gt;Lalu semua yang kita perjuangkan ini sia-sia pada akhirnya dan terwujud dengan cara yang lagi-lagi terpaksa. Ah, saya capek diombang ambing sejak tahun 1945. Kami tidak pernah merdeka. Kita merdeka karena terpaksa.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-867922255184033444?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/867922255184033444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/65.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/867922255184033444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/867922255184033444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/65.html' title='65'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7085832945572543402</id><published>2010-08-07T07:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T07:50:31.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Untuk Selalu Bersama, Disini, Disana, dan Dimana-mana.</title><content type='html'>Buat &lt;a href="http://twitter.com/writingsession"&gt;@writingsession&lt;/a&gt; malam ini. Temanya: "Intrepertasi Lagu"&lt;br /&gt;http://writingsessionclub.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Here, There, and Everywhere" milik The Beatles.&lt;br /&gt;Mungkin standar. Tapi saya lagi mood sentimental dan penuh memoria.&lt;br /&gt;Barbie™ © Mattel&lt;br /&gt;Selamat dinikmati (:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ah. Ketika itu. Ketika itu aku menyisir rambutmu. Rambutmu keras. Sisir kecil pink itu menyangkut disela-sela tebal rambut pirangmu. Tapi entah kenapa aku bahagia kalau aku menyisir rambutmu. Rambutmu panjang. Aku ingin rambut panjang tapi kata Ibu rambut panjang itu repot. Rambutku harus selalu pendek. Ah, seandainya saja rambutku panjang. Atau mungkin rambutmu saja kali yang kubuat pendek.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku selalu memperhatikan tukang salon itu ketika aku dibawa Ibu. Gayanya hebat sekali. Cekras-cekris sana sini. Lalu jadilah rambut yang rapi. Mungkin aku bisa melakukan itu juga. Tentu saja aku bisa. Ketika itu, aku bisa segalanya termasuk potong rambut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu aku memotong rambut pirangmu yang tebal itu. Jadi pendek dan tidak rata. Mungkin saat itu Ibu marah padaku, aku tidak mengerti kenapa. Tapi katanya, "Astaga! Aku membelikanmu itu bukannya tidak pakai uang! Kenapa rambutnya kau potong?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi kamu tetap tersenyum. Kau suka rambut barumu kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku juga ingat ketika itu. Ketika itu kita sedang bermain bersama di halaman belakang rumah. Main piknik-pinikan bersama kain bekas adik waktu bayi dulu. Lalu aku melihat bajumu. Bajumu sudah usang dan cobot-copot. Pengaitnya sudah tak rekat lagi. Tapi baju ungumu itu begitu indah dan cocok untukmu. Aku ingin membelikanmu yang baru. Aku selalu minta ibu untuk beli baju baru tapi Ibu tidak pernah mau membelikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku melihat kain bekas itu. Lalu rapihkan piknik kita dan kubisikan ke telingamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Barbie, aku akan membuatkanmu baju baru."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kuambil kotak jahitan dari dapur. Kulilit kain bekas itu ke badanmu. Kujahit. Disini, dimana, dan dimana-mana sampai akhirnya tubuhmu tertutup sepenuhnya. Jahitan itu asal. Yang penting kainnya menempel. Ayah hanya geleng-geleng kepala melihatku melakukannya padamu. Tapi akhirnya jadilah sebuah baju. Kau punya rambut baru dan baju baru dan aku semakin sayang padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku pikir ketika itu aku adalah gadis paling bahagia di dunia. Aku rasa kamu temanku yang paling setia. Kau selalu ada di rumah, menungguku sepulang sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mungkin teman-temanku yang lain memililki kamu dalam jumlah yang lebih banyak. Tapi hubungan mereka dengan barbie-barbie itu tidak seperti hubunganmu denganku. Kita sahabat selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Menyesal sekali tapi apa dayaku, Barbie. Seandainya ketika itu aku tidak telat pulang sekolah karena jemputanku mogok. Ketika seandainya aku bisa menyelamatkanmu, yang masih mengenakan baju buatanku dari gelapnya kresek sampah. Ketika seandainya aku bisa meyakinkan Ibu, kalau kau dan aku bahagia walu mungkin kau tidak secantik ketika ku beli di dalam box. Aku benar-benar kehilanganmu. Aku tidak peduli kamu jelek, tua, dan tidak secantik barbie-barbie temanku. Aku sayang padamu, kau sayang padaku, dan kita berdua sama-sama tahu hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;---&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Kayanya gue bakal beli Barbie deh..." ujarku ketika aku memasuki bagaian mainan di mal itu. Hari ini memang kusiapkan untuk menambah koleksi mainanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Aku ngga ngerti sama lu, Fin. Kok kayanya lu seneng amat koleksi mainan? Lu udah 20 dan mainan itu... Ya... cuma mainan."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku cuma tersenyum dengan komentar Arina tadi. Aku juga tidak mengerti. Mungkin aku terlalu sentimental, mungkin aku bodoh. Tapi aku merasa, hanya dengan mereka berada bersamaku, mereka sedang mendukung setiap kegiatanku. Yang baik dan belajar untuk jadi yang lebih baik lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Tapi... Barbie berbeda."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Bukan karena ia cantik, bukan karena ia role model, atau mungkin tepatnya versi utopis dari imej seorang gadis seharusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi karena dia pernah jadi sahabatku. Dan aku ingin membangun persahabatan dengannya lagi. Persahabatan yang akan awet dan tidak akan pernah termakan dengan keresek sampah. Dari sini ketika kubeli lagi engkau, sampai disana kita akan bermain lagi seperti dulu. Tak peduli berapa jumlah usiaku. Dimana-mana, kau akau bersamaku dan mendukungku. Kurasa itu yang kubutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu kuambil box pink itu. Sama seperti ketika aku diajak Ibu membelimu dulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7085832945572543402?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7085832945572543402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/untuk-selalu-bersama-disini-disana-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7085832945572543402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7085832945572543402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/untuk-selalu-bersama-disini-disana-dan.html' title='Untuk Selalu Bersama, Disini, Disana, dan Dimana-mana.'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-5035593339306388336</id><published>2010-08-06T11:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T11:33:24.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='potongan'/><title type='text'>Teaser: "Teman Selamanya"</title><content type='html'>Kaya pelem aja pake teaser segala. Cerita yang saya buat untuk cinta saya pada mainan dan rumah saya di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mudah-mudahan benar ini kuncinya karena aku yang sudah habis termakan penasaran ini ingin pintunya terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Pokoknya,&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"KREK."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;...Harus,&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"KLEK-KLEK."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;...Kebuka!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Krieeeeet...."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ah! Benar terbuka! Dari celah aku bisa mengintip lantai kayu yang sama dengan lantai-lantai kamar lainnya. Catnya seperti putih, krem-krem... pink? Entahlah. Tapi begitu aku buka lebih lebar dari semilir udara ruangan itu aku dapat mencium semacam bau aroma terapi... Baunya semerbak, halus, &lt;i&gt;creamy&lt;/i&gt;, seperti sirup...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Mawar?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Akhirnya kubuka lebar pintu itu dan dihadapanku tersusun rapi sebuah tampak kamar anak perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Aaaah..." Aku ngga bisa bohong untuk berdecak kagum dengan suaraku. Aku melangkah ke dalam kamar, "Cewek banget..." pikirku keluar. Tirainya putih susu berenda-renda, tembok putihnya dikemas wallpaper cantik ke pink-pink-an bergambar peri. Mejanya meja kayu antik berwarna putih. Tempat tidurnya juga putih berenda-renda. Semuanya renda. Tapi yang paling jelas dari isi kamar itu adalah boneka dan mainan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ada satu lemari sendiri berisikan mainan dari mulai boneka porselen yang serem wajahnya, barbie, bonekanya Mr. Bean, figur-figur imut, ada juga figur-figur dari kartun Jepang. Hebat sekali yang punya kamar ini. Ini semua sudah seperti toko mainan! Ah, rasanya aku ingin buka lemari antik dengan pintu kaca ini, tetapi hatiku sendiri enggan membukannya karena entah mengapa aku merasa mainan-mainan ini sudah seperti pajangan museum. Di atas meja belajar ada lagi mainan-mainan yang berjejer bersama beberapa pajangan seperti cawan dan tas rotan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Di tempat tidur banyak sekali &lt;i&gt;plush toy&lt;/i&gt; -- boneka-boneka yang empuk dan bisa di peluk. Teddy bear banyak sekali dan aku yakin ini teddy bear yang bisa dibilang cukup mahal. Ada plush toy lain seperti kucing, anjing, boneka karakter lucu, polar bear, panda, ah, aku mungkin bisa menyebutkan satu kebun binatang melihat semua yang berjejer di tempat tidur putih itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Di ujung kamar itu juga ada rumah boneka yang cukup besar. Berjejer di dalamnya barbie dengan dress renda-renda digabung dengan koleksi &lt;i&gt;Sylvanian Families&lt;/i&gt;. Boleh juga kombinasinya. Perabotannya juga lengkap. Aku meraih dan melihat satu-satu yang ada di sekeliling rumah boneka itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kamar macam apa ini? Milik siapa? Ini mimpi bagi anak perempuan manapun. Mungkin usiaku sudah tidak lagi, tapi jujur, sedari kecil aku ingin sekali, sekali saja memiliki kamar cantik seperti ini. Belum lagi kamar ini wangi. Tapi kenapa dikunci? Kenapa kamar yang jelas-jelas kelihatan tiap hari dibersihkan dibilang gudang!?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu mataku menangkap sesuatu. Diatas meja rias ada sebuah figura keramik bertolehkan ukiran mawar. Di dalamnya ada sebuah foto. Foto seorang gadis. Gadis yang sama dengan foto yang ada dibawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kamar miliknya kah?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku menghampiri meja rias dan duduk di depannya. Kuambil figura itu dan memandangi fotonya. Benar. Itu gadis yang fotonya juga ada di bawah. Gadis berambut ikal yang sama. Siapa gadis ini sebenarnya? Apa dia pemilik rumah ini sebelum keluarga Pohan. Tapi masa iya? Kalau iya masa fotonya masih ada di rumah ini. Apa mungkin masih keluarga dengan si pemilik? Ah, mungkin itu. Tapi siapa? Ketika Papa Mama membawaku ke rumah keluarga Pohan untuk menandatangi surat sewa rumah ini tidak ada foto gadis ini di rumah itu. Atau mungkin saja aku tidak memperhatikan, tapi harusnya kelihatan. Lagipula anak keluarga itu cuma satu dan laki-laki. Sudah menikah pula dan istrinya ngga kaya begini. Mungkin anak mereka... Tapi bukannya anaknya masih bayi? Apa mereka punya anak lagi?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kutaruh lagi figura itu di atas meja setelah puas mengingat-ingat wajah gadis di foto itu. Lalu mataku beralih ke cermin di depan meja rias dengan otomatis. Dan aku bisa melihat ke lemari mainan di belakangku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mata mereka melihat ke arahku!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"HAH!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku segera menoleh. Tentu saja! Aku kaget! Ilusi? Ilusi. Tidak mungkin mainan-mainan itu memelototiku seperti yang kulihat sesaat di cermin tadi. Mungkin karena aku termakan penasaranku, tentu saja. Tidak mungkin, Rashel, &lt;i&gt;ngga mungkin&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sepertinya aku harus segera keluar dan mengunci lagi pintu ini sebelum Pak Asep pulang membawa jalan-jalan Sergei. Aku buru-buru berdiri dan berniat beranjak keluar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Neng Rashela!?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"HAH!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku nyaris melompat. Pak Asep di depan pintu. Astaga! Aku nyaris kaget. Aduh ketahuan! Mudah-mudahan Pak Asep tidak bermasalah aku masuk kesini...&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Eh, Pak Asep. Udah pulang toh?" tanyaku basa-basi dengan senyum yang masih agak canggung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi... Kuperhatikan wajah Pak Asep. Itu wajah bermasalah. Ia tidak suka aku kesini. Tidak mungkin wajah seperti itu bohong.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Neng, maaf ya, Neng. Tapi kan saya sudah bilang jangan dekat-dekat kamar ini."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Nadanya serius, aku jadi tak enak. Tapi aku memaksakan diriku untuk ngeles; "A- Aku pikir ini beneran gudang, Pak..."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"KELUAR."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku tersentak. Itu jelas sekali. Itu seperti bentakan. Aku takut. Itu bukan amarah seperti ketika Ibu menangkapku basah tidak belajar ujian besok atau mengerjakan PR. Itu seperti... Peringatan. Peringatan akan sesuatu yang tegas... Bukan. Bahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kakiku mulai bergetar melihat wajah ramah Pak Asep yang biasanya jadi begitu tajam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"&lt;i&gt;Punten&lt;/i&gt;, Neng. Tapi saya minta Neng keluar sekarang dan jangan sekali-kali lagi dekati kamar ini." tutur Pak Asep dengan nada yang mulai menurun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Aku tidak berani membantah. Aku melangkah keluar. Dari tenggorokanku berhasil keluar sebuah "Maaf" kecil yang samar-samar tapi sepertinya Pak Asep mendengarnya. Aku segera berlari ke bawah, ke ruang keluarga. Aku tidak mau melihat atau mendengar hal semacam itu tadi, entah mengapa. Aku mau mencoba melupakannya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu ketika aku jatuhkan badanku di sofa depan TV, aku mendengar pintu kamar itu ditutup keras dan dikunci rapat-rapat oleh Pak Asep.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-5035593339306388336?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/5035593339306388336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/teaser-teman-selamanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5035593339306388336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/5035593339306388336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/08/teaser-teman-selamanya.html' title='Teaser: &quot;Teman Selamanya&quot;'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-6881027434853427416</id><published>2010-07-18T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T10:21:50.086-07:00</updated><title type='text'>Catatan Seorang Murid Korban Bully di Sebuah SMP Swasta</title><content type='html'>Saya kemarin datang ke tempat itu lagi. Menguak semua intisarinya kepada saya dan memutar bersih memori saya lagi. Yang baik, maupun yang buruk. Yang baik itu akan selamanya terkenang sangat baik bagi saya, tetapi yang buruk juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terbawa mimpi buruk saya lagi ketika saya masih mengenakan seragam putih-biru. Anak-anak itu datang bersama kesombongan mereka yang kokoh bagai bata. Siap memandang rendah saya, siap mempermalukan saya. Dan perasaan itu masih tetap ada. Ketika sudah lima tahun lewat setelah kejadiannya, bekas-bekasnya masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk di belakang saya, mungkin karena disebelah saya adalah teman baik yang memang disukai semua orang. Mereka tentu saja duduk di dekat teman baik itu karenanya, bukan karena saya. Saya jijik berada di dekat mereka dengan mereka berjumlah lebih banyak dibanding saya yang hanya satu. Saya entah mengapa yakin mereka juga jijik dekat disebelah saya. Saya merasa mereka tidak lama lagi akan menghina-hina saya seperti lima tahun lalu, seperti tiga tahun yang saya habiskan di tempat itu dulu, tetapi tidak. Itu rupanya hanya khayalan jelek saya. Tapi rasa takutnya menggelora. Saya ingin cepat pergi, saya sudah muak berada di sekeliling tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerap kali ketika kejadian itu berlangsung saya melihat dalam-dalam diri saya. Saya mengakui, saya memang berbeda dari anak yang lainnya. Tapi apakah hanya karena saya berbeda mereka tidak mau menghormati saya sebagai individu? Salahkah jika saya berada diantara mereka? Jika para guru-guru mau menerima saya, kenapa mereka tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya salah ketika itu saya sedikit lebih kekanakan dari yang lain?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya gemuk?&lt;br /&gt;Apakah salah karena saya suka menggambar sendiri di kelas?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya suka baca komik dan mendiskusikan novel berat?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya suka mencoba hal baru dan jarang disukai orang banyak?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena berbicara lebih dari dua bahasa?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya suka budaya negara lain dan memahaminya?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya harus memakai penyangga tulang belakang di sekolah?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya suka bernyanyi?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya punya ambisi saya sendiri yang tidak sama dengan yang lain?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya tidak pernah menggumbar-umbar status sosial saya?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya tidak bersikap sok dewasa?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya tidak terlalu pandai berbicara dengan orang lain?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena saya bisa bernyanyi?&lt;br /&gt;Apakah saya salah karena non akademis saya lebih baik dari akademis saya?&lt;br /&gt;Saya salah.&lt;br /&gt;Saya salah.&lt;br /&gt;Saya bisa menyebutkan jutaan alasan lain yang membuktikan kalau sayalah yang salah.&lt;br /&gt;Saya yang salah. Mereka yang benar. Kadang saya percaya begitu walau teorinya bilang mereka yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya orang yang kesulitan menerima perbedaan itu adalah orang yang menyedihkan hidupnya. Tapi sepertinya di mata mereka yang menyedihkan itu saya karena saya berbeda dari mereka. Selalu begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak pernah mau menerima saya, saya takut. Ketakutan itu begitu besar, kadang dihadapan orang selain mereka saya juga jadi begitu. Saya takut sekali. Saya takut tidak dapat pengakuan, saya takut tidak mendapat penghormatan hanya karena sedikit ketidak sempurnaan yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh bagi dunia luar. Ketakutan yang laur biasa dan sulit sekali dihilangkan. Terutama setelah bertemu dengan orang-orang itu lagi. Saya ingin sekali lupa dan membuang semua itu lalu bersikap seperti hal itu tidak pernah terjadi. Tapi saya tidak bisa. Pasti datang lagi dan datang lagi. Saya takut sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat ketika saya datang kemarin ke tempat itu, teman saya ada yang menangis. Menangis teringat karena telah difitnah salah satu orang-orang itu. Ia sampai menangis. Saya juga tadinya hampir menangis karena duduk bersebelahan dengan orang-orang itu. Saya pikir saya harus berpura-pura kuat, tetapi saya disadarkan olehnya kalau luka itu tidak hanya ada pada saya saja. Saya jadi malu karena menahan luka saya sendiri. Saya seharusnya jujur kalau saya memang takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya belum tahu caranya untuk melarikan diri dari ketakutan saya, masa lalu saya, trauma saya. Saya ingin sekali dihargai sebagaimana mestinya. Sulit mengais harga diri kalau di mata mereka harga saya tidak ada. Lalu kalau kembali ke tempat itu, saya takut tiba-tiba mereka menyergap saya. Menghina saya seperti sedahulu kala. Merusak wajah saya sampai harga diri saya habis lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-6881027434853427416?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/6881027434853427416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/07/catatan-seorang-murid-korban-bully-di.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6881027434853427416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6881027434853427416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/07/catatan-seorang-murid-korban-bully-di.html' title='Catatan Seorang Murid Korban Bully di Sebuah SMP Swasta'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-4337400824175379472</id><published>2010-06-20T12:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T12:58:28.606-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pop kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><title type='text'>Aneh: Dunia Asing Para Otaku dan Fujoushi</title><content type='html'>Jutaan pria, berhamburan seperti datangnya hujan. Tampan rupanya, berbagai macam sifatnya, dari segala pelosok negara. Tatapan mata mereka begitu menghasut, seolah berbisik kepada setiap wanita-wanita lusuh yang tidak pernah dipuja oleh siapa-siapa. Pria-pria itu mencintai sesamanya. Membelai halus dari ujung rambut keujung kaki. Sangatlah tidak normal, terlarang, dan menegangkan. Otot-otot mereka bertubrukan. Keringat mereka bercucuran. Desahan-desahan yang tidak berhenti sepanjang malam. Para pria itu mencitai mata-mata yang melihat mereka. Betapa indahnya cinta mereka. Membuat iri wanita bersuami ataupun yang hidup sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal homoseksual dilarang. Dilarang Tuhan dan beberapa negara. Dihina dan dihujat-hujatkan. Yang melihat jijik. Yang melihat mengutuk. Tapi entah mengapa rasanya ada lagi, dan terus ada lagi. Dan para-para pelukis itu tetap menciptakannya lagi. Entah sudah berapa lembar kopi dibeli. Konsep fantasi macam apa itu? Mengingkan lelaki sesama lelaki dalam satu situasi yang sangat bergairah. Tapi tetap saja entah mengapa rasanya ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan wanita, berserakan seperti sampah jalanan. Dari yang belia sampai yang tua. Rupa mereka cantik semua. Badannya montok dan licin paha mereka. Apapun mereka bentuknya, mereka tetap ada untuk tujuan yang sama. Selangkangan-selangkangan mereka diperlihatkan. Diserang dan diterjang berbagai macam dari mulai pria, wanita, benda mati, dan makhluk-makhluk yang entah apa itu. Diperlakukan macam binatang untuk kepuasan semata. Ada yang menolak, ada yang terima. Tergantung seperti apa wanita itu, sekalipun itu melanggar norma. Membuat para mata sakit melirik mereka dan berimajinasi jika itu benar ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi itu merusak hak wanita, katanya. Para feminis itu berteriak, kurang dihormati katanya. Katanya juga itu adalah zina. Dosa hukumnya. Tidak ada hak untuk seorang wanita memperlakukan dirinya seperti itu kecuali ia telah menikah. Dan ada yang bilang itu sakit. Karena wanita-wanita itu berhubungan dengan hal yang sangat tidak lazim.&amp;nbsp;Dan para-para pelukis itu tetap menciptakannya lagi. Entah sudah berapa lembar kopi dibeli. Konsep fantasi macam apa itu? Memperlakukan wanita seperti alat pemuas semata.&amp;nbsp;Tapi tetap saja entah mengapa rasanya ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh. Saya pun menikmatinya. Aneh. Kami daritadi mengangguk-angguk saja. Aneh. Padahal hidup kami pun normal, tidak seperti apa yang dilakukan pria dan wanita di dalam kertas itu. Kami juga tak mau. Tapi kami tetap menikmatinya, membacanya, mengkajinya perhalaman, dan menginginkannya lagi dan lagi. Aneh. Aneh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-4337400824175379472?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/4337400824175379472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/06/aneh-dunia-asing-para-otaku-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4337400824175379472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4337400824175379472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/06/aneh-dunia-asing-para-otaku-dan.html' title='Aneh: Dunia Asing Para Otaku dan Fujoushi'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3259666977252810396</id><published>2010-06-17T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T03:06:09.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satir'/><title type='text'>Got Pr0n? ~ Manzo's points about the sex tape case</title><content type='html'>&lt;div&gt;Jakarta, 18 Juni 2010&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini Manzo sedang tidak menjadi pujangga ataupun seorang gadis yang penuh inspirasi. Hari ini Manzo mo jadi Manzo saja yang bicaranya asal seperti biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Gara-gara kasus Ariel-Luna stasiun TV bicaranya jadi porno semua. Bulak-balik channel remot dari kemaren Ariel-Luna semua. Oke deh, saya ngga akan bakalan bilang Ariel-Luna. Saya bilangnya kasus "Sex Tape" aja karena konon si video berbintangkan pria ekshibisionis-hypersex-ultra-narsis mirip Ariel-nya Peterpan ini memiliki 23 sex tape dengan pasangan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Malah katanya denger-denger ada yang sama Thomas Djorgi juga... --&amp;gt; gini bukan sih nulis namanya?)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan, kabar yang menurut saya cukup menggugah hati seperti semangat para pelajar ikut saringan masuk perguruan tinggi negri cuma diliput satu channel. Disaat yang berbarengan, channel lainnya masih juga meliput si kasus sex-tape.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tadinya saya nyaris ga peduli. Di kepala saya cuma ada jadwal pertandingan piala dunia sama suara chorus vuvuzela yang meraung-raung. Tapi karena beritanya di umumkan berulang-ulang, terus di update, dan akhirnya kebaca/kedengeran... Lama-lama saya jadi mikir sendiri soal kasus sex tape ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(dan lagi ini opini, dan saya seperti biasanya biacara asal)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini yang saya ingin pertanyakan pada rakyat Indonesia sekalian:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1.) Apa sih yang musti dihebohkan sebenernya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini rasanya bukan pertama kalinya ada kasus video porno yang melibatkan orang termuka di Indonesia. Rasanya pernah ada waktu itu pejabat siapaaaa gitu ada sex tapenya sama seorang cewek gitu. Dan lagi, banyak kali kasus porno buatan yang melibatkan para artis di dunia ini. Ga cuma Ariel-Luna doang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2.) Punya urusan apa lu pada buat ikut campur?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini kan urusannya Ariel sama Luna (sama Cut Tari dan orang yang replika lainnya di video tersebut). Mendingan kalau cuma nonton, ini pake heboh sana-sini gosip sana-sini, diomongin padahal kitanya ngga tau apa-apa yang sebenernya juga. Kaya idup lu ngga ada urusan lain aja...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3.) Segitu menghiburnya kah?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maaf-maaf aja tapi halo yang main mirip Ariel. Luna Maya, okelah. Bukannya saya gimana, tapi pada dasarnya mukanya Ariel itu ngga terlalu enak diliat. Jelek banget sih ngga, tapi ngga enak aja ngeliatnya. Mukanya tuh sangat PK (penjahat kelamin). Jangankan cewe, saya yakin yang cowo ngeliatnya aja males. Dan itu jelas-jelas amateur tape. Resolusi ngga jelas, gerak kesana kemari dan sangatlah random. Saya pernah liat video porno yang jauh lebih bagus dari itu. Dan kita masih ngga tau pasti itu Ariel dan Luna Maya beneran apa bukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4.) Dan perlukah ampe adanya razia?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus kalau udah disita itu barang mo diapain? Buat bukti apa? Kalau isinya Maria Ozawa, bukan Ariel atau Luna emang guna buat penyelidikan kasusnya? Maaf-maaf aja ya, soalnya yang saya tau selama ini razia gunanya hanyalah untuk menggeretak orang dengan menunjukkan "Heh, gue yang megang hukum. Lu cuma ape?" bukannya mendidik atau membuktikan sesuatu yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan saya yakin sebagai faktornya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1.) Ini pasti gara-gara social networking&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini sampai jadi trending topic di twitter, sampe dikomentarin sama bintang porno beneran di luar negri sana, twitter jadi over capacity, alhasil saya jadi ngga bisa ngespam orang. Bahkan piala dunia aja kalah hot, saya ngga ngerti gimana ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2.) Adalah alami jika manusia &lt;i&gt;schadenfreude&lt;/i&gt; terhadap sesamanya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Untung yang ngalamin Ariel dan Luna, bukan gue. Coba kalau gue, gue ngga tau deh gue jadi apaan abisnya. Tapi berhubung bukan gue ini, mari kita hujat dan gosipin itu si Ariel dan Luna!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3.) FREUD IS RIGHT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara ngga sadar, isi kepala kita memang cuma SEX. Makanya berita ini berita paling hangat yang menyebar luas sekarang. Iya kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan yang ingin saya sampaikan secara umum:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1.) Undang-undang pornografi dan informatika...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;YOU FAIL. YOU JUST FAIL TO EXIST. Really. I mean it.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2.) Para member Law-Enforcement di Indonesia...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamu juga heboh, tapi kok dari kemaren yang saya dengar klise lagi, klise lagi? Penyelidikannya jalan ngga sih? Kalau males nanganin, bilang aja males. Atau mungkin kamu cuma interest sama bayarannya aja kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3.) Para siswa pake barbekyuan gambarnya Ariel dan Luna di tengah jalan...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu, kita ngga tau pasti siapa yang di video itu sebenernya. Dua, ngerusuhin jalan orang. Tiga, ngaku aja, lu sendiri juga nikmatin barang gituan kan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4.) Kalau pornografi legal...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kriminalitas sex berkurang. Terbukti secara scientific kok. Just saying.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5.) Kata Menteri Pendidikan, Sex Education di sekolah itu ngga penting, nanti juga mereka belajar sendiri...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus, apa yang dilakukan para warga Afrika untuk prevent rape dan mewabahnya HIV/AIDS? Memberikan sex education ke sekolah-sekolah! Dari mulai SD pula. Oke, mungkin nasib kita ngga senaas disana tapi hey! Buktinya orang-orang jadi terdidik dan start living better disana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6.) Nilai moralitas bangsa...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada dasarnya ngga usah ada kasus video ini pun moral kita masih merayap. Terus sekarang koar-koar si video porno ngerusak nilai moral blablabla... Saya ngga ngerti ini maksudnya moral yang mana sih? Kalau soal porno bisa bikin orang jadi hypersex dan addict... Ngga juga. Itu sih relatif dan kembali ke masing-masing orang. Mo tau banyak keluarga di rumah yang anggotanya masing-masing nyimpen pornografi dan masih jadi keluarga yang bermartabat, jujur, bersosialisasi, terdidik, beragama, berkerja keras, sopan satun, rajin menabung, tidak sombong, dan taat pajak?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7.) Bagaimana dengan agama?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang namanya agama ya urusan lu sama Tuhan bukan? Boleh mengingatkan atas dasar agama, tapi saya ngga pernah denger ada yang namanya menuduh dan menghujat atas nama agama. Apalagi para umat Islam sekalian, terutama para-para petinggi yang disana. Cuma Allah lah yang tau niat kalian sebenernya tuh apa...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8.) We all have the kink in us, anyway...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;No sex is normal sex. Nobody has the normal sex. We all love the kinks and the fetishes. Ngaku aja lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.) Sex itu ngga tabu...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kembali ke kita para manusia mau menjadikannya sebagai apa. Mekanisme biologis untuk mempertahankan keturunan? Persatuan fisik, emosi, jiwa, dan batin pasangan suami-istri? Guilty pleasure? Hal yang murah dan sangat mudah digapai? Jorok karena "itu" dan "itu" harusnya dipakai kencing saja? Sama aja seperti topik lainnya yang mengalami penderitaan toleransi berbeda dari masing-masing individu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi intinya... Gimana kalau kita biarkan yang bersangkutan mengurus kasus tersebut sesuai jalur hukum dan kebenaran (yang sesungguh-sungguhnya) dan kembali heboh ke piala dunia?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3259666977252810396?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3259666977252810396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/06/got-pr0n-manzos-points-about-sex-tape.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3259666977252810396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3259666977252810396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/06/got-pr0n-manzos-points-about-sex-tape.html' title='Got Pr0n? ~ Manzo&apos;s points about the sex tape case'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-937777987687899544</id><published>2010-05-11T07:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:43:15.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnal'/><title type='text'>Sepatah kata dari Manzo</title><content type='html'>Hahaha~ Hari ini posnya banyak karena saya sedang cukup terinspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan nemu yang lama-lama jadi kenapa ngga di pos sekalian aja. Maaf kalau rasa klise karena kebanyakan sketsa-sketsa seperti itu yang saya tulis. Tapi kayanya lain kali bakal lebih fokus kearah yang agak "nyerpen" supaya ada narasi dan unsur fiksinya untuk mengimbangi sketsa-sketsa poetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya apapun yang Anda temukan disini semoga bisa memberi inspirasi dan happy browsing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-937777987687899544?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/937777987687899544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/sepatah-kata-dari-manzo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/937777987687899544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/937777987687899544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/sepatah-kata-dari-manzo.html' title='Sepatah kata dari Manzo'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7392760012714056773</id><published>2010-05-11T07:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:34:43.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>XIII: Kematian</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Katanya manusia itu diberi tanda sama Tuhan kalau dia bakal mati 40 hari mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yang masa iya. Aku memang setengah mati bergetar malam tanggal 3, merasa aku akan mati paginya. Terus, kalau aku hitung-hitung dan percaya akan pepatah tadi, jadwalku mati ya tanggal 13 atau 14 bulan depannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi sungguh, aku sama sekali tidak merasa akan mati dalam keadaan fisik dan akhirnya nyawaku kembali ke pangkuanNya. Tidak. Aku akan mati dengan cara yang lain yang aku belum begitu yakin apa itu caranya. Tapi aku punya teori mengenai caraku mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Satu, Aku, yang sama saja berengseknya dengan setan akan mati. Ini teori dengan ending yang bagus. Mengapa begitu? Karena semua sisi-sisi burukku akan menghilang dan aku akan berubah menjadi sebuah persona yang baru, persona yang bisa diharapkan. Tapi sebagai imbasnya, mungkin aku akan semakin sulit bertemu dengan orang-orang yang telah lama aku sayangi karena aku akan mengejar mimpi dan potensiku sejauh mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dua, aku yang baiklah yang mati. Berubah menjadi aku “yang itu”. Yang kadang sudah sering muncul kalau kesadaran dan logikaku sedang koma. Aku yang mengerikan dan bisa mencelakai diriku sendiri apalagi orang lain. Dengan begitu aku mungkin akan lebih cepat pulang ke orang-orang yang telah lama kusayangi tapi sebagai imbasnya ya itu. Horor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada satu lagi, kalau nomor satu adalah teori putih dan nomor duanya adalah teori hitam, aku merumuskan yang satu lagi ini adalah teori abu-abu. Aku akan hilang ingatanku, dimana kedua sisiku yang baik dan buruk tadi sama-sama mati. Aku akan benar-benar menjadi seseorang baru dan juga bisa pulang ke orang-orang yang kusayangi tadi. Tapi, aku tidak akan ingat sama sekali, sepatah memori pun tentang mereka ataupun diriku sendiri. Jujur saja, kematian yang inilah yang paling aku takutkan. Seumpamanya aku mati dengan teori hitam, mungkin bisa saja aku sembuh. Karena aku sempat melihat temanku mati dengan cara itu dan akhirnya dapat hidup kembali dengan cara normal walau sedikit butuh perjuangan dari semua orang yang sayang padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tapi kalau teori abu-abu ini abu-abu betul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Coba kubayangkan seumpamanya aku benar-benar mati dengan cara itu. Aku pasti akan kehilangan mimpi, hidup yang sebenarnya, bahkan orang-orang yang kucintai. Mungkin saja aku bisa menjadi orang yang lebih baik, seperti yang diinginkan ibu dan yang lainnya, Tapi, kenal dan sayang pada mereka saja tidak. Mungkin aku bisa saja melupakan tanggung jawabku, tapi aku juga melupakan tujuanku dan tidak akan bisa lagi mengejarnya. Sangat menakutkan, lebih menakutkan dari sekedar mati fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Aku semakin bimbang, jika benar aku akan mati dengan diantara tiga cara tadi, apakah benar aku siap? Tapi terus, alam bawah sadarku, perasaan, bahkan tubuhku terus berkata padaku, “Matilah engkau sebentar lagi”. Tentu saja aku belum ingin mati fisik dan menghadap kepadaNya. Aku justru memohon diberi panjang umurku untuk bisa belajar lebih bertakwa lagi kepadaNya dan bisa mengejar mimpi-mimpiku tadi. Tapi kalau aku mati…?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Maka itu aku terus-terusan berdoa kalau aku akan mati dengan cara pertama. Terus-terus berdoa kepadaNya, demi diriku dan orang-orang yang kusayangi. Pasti mereka akan senang padaku kalau aku bisa mati dengan cara pertama. Dan mohon dihindari dari cara kedua dan ketiga. Apalagi ketiga, sulit batinku membayangkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kuharap saja aku tidak akan sepenuhnya mati, tapi cukup berubah saja menjadi yang aku dan orang lain harapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7392760012714056773?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7392760012714056773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/katanya-manusia-itu-diberi-tanda-sama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7392760012714056773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7392760012714056773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/katanya-manusia-itu-diberi-tanda-sama.html' title='XIII: Kematian'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7020749917331045478</id><published>2010-05-11T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:43:49.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Syair kepada sahabat</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Engkau yang sangat aku cintai, ketahuilah. Bahwa sakit hatiku mencintaimu. Saki hatiku mengetahui betapa sangat sayang aku kepadamu sehingga hatiku ini kadang melompat jauh dan jatuh. Sadarilah bahwa ketika kau mematikan lampu jiwamu, aku sangat takut meghadapi kegelapan tersebut. Karena aku begitu mencintaimu, kawan. Sakit hatiku mencintaimu yang selembut bunga bakung putih,, ketika engkau terluka, terlukalah pula hatiku terhadapmu. Semua hal yang mengancammu akan mengancamku dan seandainya aku diberi permintaan oleh Yang Kuasa untukmu, aku ingin cintaku tetap melindungimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Engkau, engkau yang membelah jiwaku, ketahuilah bahwa aku sangat mencintaimu. Sakit hati ini ketika kau tidak berada disisiku, pergi jauh dengan kesusahanmu. Apa kau tahu, hatiku pun susah karenanya? Entah mengapa, aku diberkahi dengan perasaan ini kepadamu. Jika engkau pergi, menjauh, entah apa yang dapat kulakukan tanpamu, kawan. Dan jika aku punya satu permintaan yang dapat kuminta untukmu, aku ingin kau selalu cerah dan bahagia, dan aku tahu, ketika kau bersinar kau akan berlari memancarkan kebahagiaanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Engkau begitu kucintai, kucintai sehingga hatiku sakit. Sakit berdarah kalau kau sampai mau menghancurkan hidupmu yang sudah kau bangun susah payah. Sakit. Aku tidak mau kau sakit seperti aku dulu, dan janganlah marah kepadaku. Aku mencintaimu. Mencintaimu sampai hatiku sangat sakit dan aku tidak mau kau membuatnya bertambah perih. Dan jika kau mengiris-iris kulitmu, teriris pulalah hatiku. Aku tahu, sudah cukup sakit hatiku merasakan sakit di hatimu. Jika tubuhmu akhirnya jatuh terpuruk hilang arah, akan lebih sakit lagi hatiku. Jika aku bisa meminta satu permintaan untukmu, aku ingin sekali meminta agar kau selalu mengingat bahwa aku mencintaimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Engkau, yang sangat aku cintai. Dengarkanlah. Aku mencintaimu, dan cinta ini sangatlah tidak berbentuk. Ketika aku mengingat bahwa kau juga mencintaiku, entah sebatas apakah itu cintamu, menjadi sakitlah hati ini. Dan ketika aku bersyukur kau mau membagi sedikit cintamu, semakin sakitlah hatiku. Merasa bersalah karena bisa-bisanya engkau memberikan kebahagiaan di hatiku. Aku ingin selalu bersyukur, bahwa dengan hanya diberikan sedikit cintamu ini, sudah baiklah hidupku sekarang. Dan aku tidak bisa meminta lebih. Ini semua lebih dari cukup dan aku tidak akan bisa menjadi cintamu yang sebenarnya. Dan aku ingin, membuat satu permintaan untukmu, dimana engkau menyadari aku mencintaimu dan berharap cintaku padamu pun memberikan kebahagiaan di hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Engkau, engkau yang aku cintai. Yang sangat aku cintai. Yang hadir di hidupku dengan senyuman dan gurauan. Sakit hatiku, mencintaimu. Sakit hatiku kalau tahu, betapa ikhlas kau mau memberikan senyummu padaku. Ketika hidupku sedang susah, disitulah engkau tertawa. Dan tawamu memelukku erat dan membawaku terbang jauh. Sakit hatiku kadang, ketika aku begitu bersyukur mendapatkan cinta darimu. Dan permintaanku pada mu hanya satu, janganlah hilangkan senyum yang mencintaiku itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sakit hatiku adalah mengapa, mengapa kadang aku bertanya, apakah cukup cintaku membalas cintaimu? Apakah engkau tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, tapi apakah kau sadar betapa aku sangat mencintaimu? Aku tidak pernah berhenti bersyukur, didalam setiap malamku, diberi cinta yang tulus olehmu. Tapi sakit kadang hatiku, mengetahui betapa tumpulnya diriku untuk dicintaimu. Aku terus berdoa, berdoa&amp;nbsp; akan engkau pun tahu dan bersyukur mengetahui aku mencintaimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Times New Roman; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ah, doa yang tak henti-hentinya kuucapkan. Syukur yang tak henti-hentinya kututurkan. Dimana engaku datang sebagai hadiah hidup yang paling berharga. Dan disinilah aku, ingin menyampaikannya padamu. Aku mencintaimu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7020749917331045478?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7020749917331045478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/syair-kepada-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7020749917331045478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7020749917331045478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/syair-kepada-sahabat.html' title='Syair kepada sahabat'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7234585919073085205</id><published>2010-05-11T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:28:17.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Lonliness</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Why...?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I thought by doing this I could runaway from my tiredness, my boredom, and break free from my restraining norm. It feels warm, and suddenly becomes warmer until it's hot enough to burn my own clothes, my own bed, and I guess, my own tears. I thought it was pleasuring, caressing, and secretly allows me to feel a slightest love I imagine I could never get.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;But no.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;My tears, they didn't dry. They suddenly burst, along with my guilt, my decaying innocence, and clearing up the ashes that had been burned because of my fake happiness. I realize that I would never be out of this mess that eating my flesh, my bones, and my finally my soul.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;It's because I'm so lonely, so lonely that I feel my whole body begin to numb and crying without knowing what to do. So lonely that I have to admit that I'm deserted, I don't have someone I can label "significant". I'm so lonely that I deny it for being actually lonely and put my best gut to socialize with people that don't even care a single bit for my existence.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Inside my burning cocoon of bed and quilt, I finally break down. Crying for someone, I know, and loved me before I used to be lonely. I begin to imagine this blanket, smells like split milk and eucalyptus oil, and its burning hotness gradually turns to warm. I wonder if these hands that wrap me up on the blanket are from someone I know. Mother. I can her singing the song she used to sing before I sail to my journey of dreams. She loved me before I used to be lonely. She loved me.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I feel like I can hear some voices too. Voices that calls me in a name that they gave me when we were getting closer. As best friends. I know they're coming here, randomly running towards me like a flock of jungle birds that surprised a scream of a hunter's shotgun. Running towards me with smile like a warm beach sun. And their figures begin to blur, their voices begin to decrease, and finally gone with the mist. They used to love me. Before I'm lonely.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;I wonder if I walked to far until I feel this desperately lonely. No. I just went for a walk. Only a few miles away. I know they are somewhere and still love me but somehow this loneliness eats away their love and burn all the yearning letters they sent to me. Then loneliness blows the ashes towards my heart, dying it all black, black without a spot. Then I start to see myself as a adult, I don't need my Mother's blanket anymore. I can handle myself with my commitment to work, my nagging bosses, my reckless and pricking acquaintances. I see best friends have occupied with their own jobs, problems, and life in general, that they won't have any second left for me anymore. And one of them even starting to deny our friendship, deny how much we cared for each other, deny how sweet it was by being just together, and ridiculously want someone new for a brand new best friend as well.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Then this is what I do. I run away. Run away by burning, looking for fast vessel to carry out my sadness. Yes, I drink that forbidden rum, I inhale that polluted smoke, I thrust a sword to my own heart hoping this thing will finally stop. I did feel happiness. I feel ecstasy! Euphoria! But after all of them gone, I started to cry. Like now. I feel useless and wasted. I just build a dead end into my own future and it would be too hard to fix anything right now. It's all dying. Rusting into mere dusts. And all left in me was just my tears, regret, and loneliness.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Why...?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Why loneliness even feels hurt in the first place!? Why does it hurting me? Why I prefer to be lonely? Why do I enjoy all this?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Why...?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sun finally rises and I'm already numb. I'm sorry I can't live another day anymore. It killed me already. Loneliness finally wins and take what it wants from me...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7234585919073085205?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7234585919073085205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/lonliness.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7234585919073085205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7234585919073085205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/lonliness.html' title='Lonliness'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-4717979169197070567</id><published>2010-05-11T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T07:22:41.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>Saya ingin butuh karena saya cinta, bukan saya cinta karena butuh</title><content type='html'>&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Kenapa saya ingin bukti lagi? Bukti-bukri yang berserakan karena sepertinya ini tidak akan mampu memenangkan kasus saya. Terdakwa saya tidak akan bisa saya bela jika kau tidak memberikan saya bukti-bukti yang sayang inginkan! Bagaimana bisa!? Pihak sana akan menang. Kecemburuan akan menang dan memenjarakan terdakwa saya yang telah melanggar hukum dan norma cinta. Saya ingin bukti itu segara datang dan terarsip rapih, dikirim pada saya. Hari ini juga!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Kenapa kuis lagi!? Kuis terus! Apa Ibu guru tahu saya sudah semalaman belajar dan saya tetap diberi kuis perbaikan, remedial. Saya mengikuti apa yang Ibu guru ajarkan tetapi Ibu tetap memberi saya F dalam pelajaran Norma Cinta! Apa lagi yang masih kurang saya berikan, Bu Guru? Apa salah saya menganastesi anjing saya yang sakit-sakitan itu karena saya sudah tidak tega lagi melihat ia menderita? Saya melakukan itu karena saya mencintainya! Mengapa Ibu Guru masih bersikukuh kalau itu harus diberi nilai? Apa cinta itu bisa Bu Guru nilai!?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Saya tidak tahu lagi harus mencari apa ketika saya mencintai seseorang. Entah siapa orangnya. Saya bingung. Apakah saya yang terlalu banyak meminta? Apakah dia yang terlalu banyak meminta? Apakah kami sama-sama tidak bisa memberikan apa yang kami minta kepada satu sama lain? Sesungguhnya Tuhan hanya memberikan apa yang kita butuh. Bukan apa yang kita inginkan. Tapi sekarang saya bingung. Apakah yang saya butuhkan karena permintaan saya semuanya terdengar seperti keinginan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Saya ingin mencintai siapapun dia karena saya cukup mencintai dia saja. Bukan karena "apa adanya", bukan karena "ganteng atau cantik orangnya", bukan karena "dia orang yang baik dan telah membantu saya". Saya ingin mencintainya karena saya ingin mencintai saja. Tapi entah mengapa sepertinya ada yang berbisik kepada saya untuk mengambil untung dari cinta yang saya tanam itu. Dicabut paksa sebelum ia tumbuh matang dan dijual ke pasar gelap supaya menghasilkan uang. Dari uang itu saya bisa kaya. Saya bisa kaya dari cinta dan berfoya-foya dengannya!&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 12px/normal Helvetica; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Saya bingung kenapa ini berasa begitu duniawi. Saya tidak suka. Saya benci jika pesawat saya ini tidak bisa terbang sebagaimana harusnya dan tetap meraba di tanah seperti tank baja. Saya ingin mencintai seseorang karena ikhlas tanpa balasan. Tetapi kenapa saya terus meminta lebih, meminta lebih, sampai tidak ada lagi yang cinta bisa tumbuhkan di bumi ini untuk diberikan kepada saya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-4717979169197070567?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/4717979169197070567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/saya-ingin-butuh-karena-saya-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4717979169197070567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4717979169197070567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/saya-ingin-butuh-karena-saya-cinta.html' title='Saya ingin butuh karena saya cinta, bukan saya cinta karena butuh'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8048470484846769035</id><published>2010-05-11T06:53:00.001-07:00</published><updated>2010-05-11T06:54:46.227-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Jurnal: Bingung</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Singapura, 11 Mei 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ko gue jadi ngga mood nerusin Project Mage. Terlalu idealisnya Manzo. Jauh dari realita. Gue jadi pupus. Cinta gue ga dibalas oleh idealis gue sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sekarang gue ngga tau mau nulis apa karena bingung. Dari tadi pikiran gue maju mundur kaya baru latihan nyetir. Gue pingin nulis sesuatu, tetapi apa gue ngga tau. Mungkin udah kebanyakan ide di kepala gue yang angus dan ngantri keluar. Jadi begitu pintunya dibuka sedikit, semuanya langsung rusuh numpuk kaya orang ngantri sembako.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Gue bilang ke Nyokap, gue mau mulai cari kerja. Tapi gue ngga mau sekedar magang. Gue mo cari duit. Kenapa? Gue sadar gue kebanyakan hobi juga dan hobi gue butuh duit yang sayangnya ngga sedikit. Jadi berhubung gue cukup skillful dalam hobi gue, Nyokap nyaranin gue buat nulis. Satu-satunya hobi gue yang istilahnya tidak terlalu banyak duit yang harus gue keluarkan. Mungkin untuk percetakan. Tapi Nyokap dan sahabat-sahabatnya mau dukung. Gue merasa difasilitasi jadi ya kenapa ngga? Bokap pun bilang hal yang sama. Gue lebih baik jual tulisan gue. Nah sekarang gue dapet full dukungan, apa lagi yang harus gue tunggu?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sayangnya... Ide gue terlalu banyak, itu tadi. Saking banyaknya dam gue sampai jebol. Lalu seketika gue teringat Belanda. Sayangnya ide gue mungkin lebih besar dari Belanda dan lebih butuh banyak dam supaya itu ngga hanyut dan hilang. Faktor yang membuat gue semakin bingung memanajemen ide gue adalah; Nyokap bilang "Coba kamu nulis cerita yang mulai dewasa. Kaya cerita hidup atau cerpen tentang perjuangan wanita karir dan orang yang sudah mulai kuliah". Sedangkan Bokap bilang, "Coba kamu bikin sesuatu yang epik kaya 'Lord of the Rings'. Kamu ngga cuma ngajarin kehidupan, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang ada di dunia ini. Jangan cuma cerita cinta yang kampungan kaya yang udah kebanyakan."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Terus gue bingung. Dua-duanya beda. Beda dunia. Satu epik, satu kaya melekat sama realita. Gue pingin nyoba nulis dua-duanya tapi gue tapi ga bisa sekaligus begitu dan idenya sekali lagi udah eksis dan saling timbun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Mungkin Project Mage yang lagi gue telusuri adalah yang Bokap gue maksud karena itu saking epiknya gue ngga tau ingridients apa yang udah gue taro ke itu cerita. Sedangkan... Ada sih beberrapa ide cerita yang sesuai dengan yang Nyokap sarankan. Ada wanita karir yang tiba-tiba dititipin anak kembar sama sahabatnya yang meninggal, ada kisah tentang empat bersaudara yang sama-sama struggle menemukan kebahagiaan hidup dan keharmonisan keluarga. Itu klise sih, cuma menurut gue entah mengapa lebih gampang melekat ke realita. Project Mage hampir sama kayak Kitab. Butuh waktu lama buat bener-bener menerapkannya ke realita.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan lagi terlalu idealis. Terlalu imajinasi gue yang berlebihan dan lompat-lompatan. Menyebar, meledak, dan berkilauan kayak kembang api. Yang kalau gue muluk-mulukin mungkin bisa bikin kepala gue meledak sendiri. Tapi mungkin karena gue sendiri lagi patah hati. Hahaha, bahasanya jelek banget. Gue ngga tahu juga gue patah hati kenapa karena alasan gue belum cukup meyakinkan juri sampai Sang hakim memutuskan gue untuk patah hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Patah hati emang kadang bikin ngga mood. Lu ngambang dan ngga tau mo ngapain. Dan seperti yang gue bilang tadi, ini ngga bisa dibilang sepenuhnya patah hati juga karena gue masih tetap merasa terinspirasi, bisa menulis, dan menemukan sesuatu yang lain dalam hidup. Oh, dan ingin terus mencarinya. Mungkin bukan patah hati, tetapi semacam transisi. Yang jelas ini membuat gue berpikiran kalau Project Mage hanya akan mengekung gue di obesesi gue sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan ketika gue pikir-pikir lagi, Project Mage terlalu "pikiran lelaki". Apa mungkin sekarang saatnya gue jadi sedikit lebih wanita?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi bukannya yang kayak begitu itu ngga ada batas kelaminnya? Nah, sekarang gue jadi bingung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi iya sih. Gue sedikit merasa sisi feminin gue lagi memeluk gue erat-erat seperti Ibu ke bayinya. Gue sedang ingin dianggap "wanita", mungkin karena gue terlalu sering jadi lelaki. Gue yakin sepertinya dua sahabat gue; Sarah dan Depe setuju dengan hipotesa gue ini. Gue lagi bosan dengan sikap maskulin gue yang egois dan intelek, gue lagi ingin menjadi seorang yang feminin. Sensitif dan intuitif. Mungkin karena itu gue sedikit berbelot dari Project Mage gue.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi gue ngga tau apa yang bisa mengeluarkan sisi feminin gue ini. Gue ngga kepingin menulis sesuatu yang terlalu klise dan jelas. Gue ingin tetap membuat orang lain mencari dan akhirnya menghargai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Banyak sebenarnya. Cuma saking acaknya gue ngga tau musti nangkep yang mana dan gimana cara merelasikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Tapi yang jelas malam kemarin gue menemukan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Waktu itu gue inget Pak Ucok, Guru Bahasa dan Sastra gue pernah berkata kepada salah satu teman sekelas gue yang lagi pupus; "Lebih baik dicintai daripada mencintai".&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Terus gue pikirin baik-baik kalimat tersebut. Berarti sebagai individu, kita lebih baik dicintai saja karena mencintai itu biasanya bikin sakit hati, muluk-muluk, dan kebanyakan akhirnya pupus. Berarti kita nunggu aja dicintai orang dan menerima cintanya. Tapi kalau gitu, misalnya kita beralih ke posisi orang yang kita cintai, dia berarti kan dicintai?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kayak misalnya; "Manzo mencintai Febby, berarti Febby dicintai oleh Manzo."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Nah, bukankah prinsip itu seharusnya juga berlaku sama orang yang dicintai kita itu? Kan lebih baik dicintai dari pada mencintai. Jadi ngapain lu dong cape-cape mencintai orang lain kalau lu dicintai sama gue?&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan gue menemukan sesuatu. Dicintai adalah pasrah. Dicintai tapi milih mencintai adalah lupa bersyukur. Dan gue berkonklusi kalau "Lebih baik dicintai daripada mencintai" adalah sebuah kedok dari "pasrah dan jangan lupa bersyukur". TAWAKAL. Apapun yang kita lakukan, sebaik apa usaha yang kita lakukan, pada akhirnya diserahkan kepada Allah SWT dan sebaiknya kita syukuri apapun yang diputuskaNya. Karena itu pasti berkah, apapun itu untuk menjadikan kita individu yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Menurut gue itu ajaib. Dari kalimat mudah seperti itu, tercipta sebuah paradoks yang mengembalikan kita kepadaNya. Itu menurut gue hebat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; min-height: 14.0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan gue rasa sekarang gue baru saja menulis sesuatu yang bisa membuat kedua orang tua gue bangga. Padahal bukan epik, padahal bukan roman. Mungkin dibaca mungkin juga tidak. Tapi gue ngga berhenti bersyukur karena setiap apa yang gue pikirkan selalu diberi pencerahan dan gue harap manusia-manusia lain pun tidak akan pernah berhenti berpikir dan mencari pencerahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8048470484846769035?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8048470484846769035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/jurnal-bingung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8048470484846769035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8048470484846769035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/jurnal-bingung.html' title='Jurnal: Bingung'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-9068415647810664582</id><published>2010-05-11T02:39:00.001-07:00</published><updated>2010-05-11T02:47:00.405-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Cinta Tanpa Batas Alam Raya</title><content type='html'>&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Saya menemukannya diujung kafe itu. Sendirian bersama tumpukan buku, secangkir kopi, dan sebuah buku tulis. Pena ditangannya yang besar dan jemarinya yang panjang dan kuat. Saya memprhatikannya dari seberang meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Bau kopi dan roti semilir-semilir di udara. Cocok sekali dengan warna kertas dan penanya. Pelayan kafe itu datang bersama sebuah nampan dan sebuah mug besar. Saya rasa itu pesanannya, harum vanila. Di taruhnya mug itu bersama notanya. Ia mengangguk sopan dan berterima kasih, tanpa basa-basi ia kembali ke pena dan kertasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Buku-buku yang berada disebelahnya bukan tanpa alasan, tetapi sengaja disediakan. Buku yang mungkin penting bagi tesisnya. Seperti orang lain yang mungkin penting mengisi hidup kita. Entah apa yang ditulisnya tetapi sepertinya itu mengalir begitu saja bersama tegukan kopi vanila yang membasuh kerongkongannya. Saya ingin tahu. Saya ingin tahu apa yang ada di jalan pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Sedikit-sedikit hati saya tergerak, mengintip dari balik meja bersama mata saya yang saya pasang di sekeliling tembok. Menelusuri kerutan wajahnya yang penuh tanya, "Mengapa saya bahkan hadir disini, sendiri? Apa saya punya tujuan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dengan sedikit keberanian, saya sampaikan balasan saya kepadanya, "Apa Anda sendirian?"&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Iya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Saya juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Ia tertawa mendengar pertanyaan saya yang begitu gombal dan penuh klise untuk disamparkan oleh saya yang seutuhnya orang asing baginya. Saya tidak tahu harus membalas apa. Saya malu. Tawanya begitu berisi. Wajahnya jadi merah. Saya jadi tambah malu membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Sepantasnya, sayalah yang berkata begitu kepada Nona." katanya lagi, sopan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Yah, jaman sudah berubah ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu ia menawarkan saya sesuatu untuk diminum. Saya menggeleng. Saya bukan haus secara literal, tetapi inspirasi. Saya rasa saya menemukannya di dalam dirinya maka itulah saya datang menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lebih suka sendirian sebenarnya." kata saya lagi tanpa basa-basi. Ia terkejut sedikit, tapi masih tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Lantas, mengapa Anda menghampiri saya?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Anda berbeda. Anda seperti sama dengan saya."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa Anda merasa begitu?" tanyanya lagi. Kali ini ia menutup ujung penanya, menaruhnya kembali di meja dan matanya ditujukan sepenuhnya untuk saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Dunia ini aneh. Entah mengapa, sejauh apapun saya berlari, saya akan menemukan manusia lain diujung jalan. Lalu saya akan berbicara padanya dan ia akan bebicara pada saya. Kami bertukar informasi. Basa-basi. Itu tidak penting tetapi seperti harus. Disatu saat yang lainnya, saya akan menemukan lagi seorang manusia. Manusia yang benar-benar mengikat saya. Secara lahir-batin dan egonya menjambak-jambak saya. Saya bingung mengapa ia harus sampai melakukan itu pada saya. Menguras saya seperti bukan manusia dari dalam. Saya melihat Anda sendirian di tempat yang penuh manusia ini. Mengisolasikan diri dengan buku dan tulisan Anda. Saya tahu, sikap Anda ini. Sama seperti saya. Berlari. Berlari dari mereka yang memaksakan ego mereka yang sama sekali tidak beretika."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Kalimat saya seperti angin semilir sejuk, keluar begitu saja. Ia tersenyum sambil menikmatinya lalu mengangguk menanggapi saya, "Anda yakin sekali sepertinya. Saya bahkan duduk disini dan tidak berlari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Tidak secara harfiah. Anda berlari dengan tulisan Anda, bukan dengan kaki." jawab saya tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Senyumnya semakin lebar. Begitu tenang dan menghanyutkan. Ah, perasaan apa ini? Mengapa saya jadi semakin ingin tahu orang ini dan membuatnya bicara pada saya? Bicara tentang apa yang dipikirkannya terhadap saya dan kalimat-kalimat saya yang memalukan. Mengapa saya jadi semakin penasaran seperti melihat sebuah episode seri yang digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Saya tidak berlari, Nona." jawabnya, "Saya tidak bisa berlari dari mereka. Mereka adalah bagian dari keseluruhan jagat raya ini, saya seperti saya dan Nona. Jika saya berlari dari mereka, adakah dunia ini mejadi seperti apa yang ada sekarang? Ego mereka penting. Ego merekalah yang membuat dunia ini bergerak. Itu kodrat yang diberikan Tuhan kepada kita, manusia. Baik atau buruk, samua ada maksudnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Jadi... Jika Anda tidak berlari, apakah yang Anda lakukan sekarang?" tanya saya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Saya mencari. Saya mencari posisi dimana saya berada. Posisi, peran, dan kehadiran saya di dunia ini atas apa yang Tuhan berikan. Karena kita semua tahu, pada akhirnya kita akan kembali kepadanya dan diminta pertanggung jawaban. Maka itu lah saya mencari mengapa saya disini dan apakah yang saya bisa lakukan agar saya bisa membantu Tuhan menggerakan jagat raya ini menjadi sesuatu yang lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Tuhan? Jadi? Akankah mungkin Tuhan yang terus mempertemukan saya dengan manusia lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Tentu saja. Kita ini seperti benang yang diujungnya ada pengait. Kita diciptakan untuk saling berkaitan dan ketika benang-benang itu saling terkait makan akan tertulis sebuah sejarah yang merupakan bagian dari seluruh jagat raya ini. Tanpa itu, sejarah tidak bisa ditulis, Nona. Tuhan menciptakan kita sebagai penanya. Alam raya ini adalah bukunya. Tuhan menulis ceritanya dengan kita. Mungkin kita terdengar sebatas boneka Tuhan saja, tetapi tidak. Kita jauh lebih hebat dari itu. Kita adalah tinta-tinta yang mengalir menciptakan sebuah karya seni yang tidak kunjung habis. Karya seni yang menyerupai keagunganNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Saya hilang dalam kata-katanya. Ia mengakhirnya dengan sebuah senyuman, lagi. Sebuah senyuman yang mungkin juga adalah karya seniNya. Ah, apa mungkin pertemuan saya dengan Pria ini adalah bagian dari roman yang yang ditulis Tuhan? Tentu saja. Saya butuh inspirasi untuk terus hidup dan sepertinya benar bahwa saya harus menemukannya dari Pria ini. Tuhan pasti sedang membimbing saya. Tuhan pasti sedang memberikan saya sebuah hidayah. Karena hati saya sekarang berteriak, "Carilah! Cari dan kejarlah!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Ah, Tuhan. Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." ucap saya, "Segala puji bagiNya, Dialah pencipta Alam Semesta. Benar kata Anda. Terkadang saya berlari dan pergi kabur. Saya lupa soal 'pengait benang' itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;"Maka itu carilah. Janganlah Anda pergi dari cerita yang Maha menakjubkan ini. Cari dan kejarlah peran Anda. Pasti akan Anda temukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ia menyerukan suara hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;"Apakah itu yang Anda tulis?" tanya saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Iya." jawabnya lagi, "Saya menulis ini bukan sia-sia. Saya menulis ini dengan tujuan agar pikiran manusia lain terbuka seperti Nona. Biaarkanlah tulisan ini menggantikan saya nanti jika ada orang lain yang tersesat seperti Nona. Karena saya tahu, saya nanti pasti akan kembali bersamaNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Ah, perhatian benar sekali Anda. Anda berpikir seperti Ayah saya, dan begitu perhatian seperti Ibu saya. Andai saja Anda..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Andai saja apa? Mengapa saya berhenti berkata? Apa ini yang tidak sanggup saya katakan ketika saya melihat ia begitu ikhlas memberikan perhatiannya pada saya. Padahal ini baru sekalinya saya bertemu dan berbicara padanya. Kami sama-sama asing. Di tempat yang banyak sekali orang asing datang menciptakan keramaian. Tapi entah mengapa rasanya ia tidak asing bagi saya. Ia seperti selalu ada disebelah saya menjadi teman lama.&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah dambaan saya yang lama sekali saya impikan. Ia pernah hadir, pernah hadir dalam imajinasi saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Andai saja saya apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;"Andai saja Anda tidak hanya ada di dalam khayalan saya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;"Saya benar-benar ada Nona. Jagat raya ini luas. Mereka belapis-lapis. Saya bisa bertemu Nona dengan cara apapun. Mungkin ini caranya saya bertemu dengan Nona. Di tempat ini. Di waktu ini. Dengan keadaan seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Lalu dan ia pun meneruskan, "Saya terus hidup di dalam Nona. Benang saya dan benang Nona sudah terkait dan sebuah sejarah sudah tertuliskan. Saya tidak akan bisa melepas kaitan itu. Tidak pula Nona. Demikian pun, Nona akan terus hidup di dalam saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font: 12.0px Helvetica; margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px;"&gt;Dan hati saya membludak ketika mata birunya menerjang ke seluruh pelosok lapisan dimensi saya. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya jatuh cinta kepadanya. Jatuh cinta seutuh-utuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-9068415647810664582?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/9068415647810664582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/cinta-tanpa-batas-alam-raya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9068415647810664582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9068415647810664582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/cinta-tanpa-batas-alam-raya.html' title='Cinta Tanpa Batas Alam Raya'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8872655753650537787</id><published>2010-05-07T09:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T09:30:16.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Hawa</title><content type='html'>Wahai Adam.&lt;br /&gt;Ragukah Engkau pada Hawa yang Tuhan ciptakan?&lt;br /&gt;Tuhan mengambilnya dari rusukmu sendiri&lt;br /&gt;Agar bisa kau kagumi dan kau kasihi&lt;br /&gt;Tuhan memberikannya hanya kepadamu, Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Adam.&lt;br /&gt;Dari Hawa lah keturunanmu akan datang&lt;br /&gt;Dari Hawa lah mereka hidup dan belajar&lt;br /&gt;Maka Adam, cintailah Hawa&lt;br /&gt;Seperti kau mencintai dirimu,&lt;br /&gt;seperti kau mencintai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Hawa Tuhan ciptakan melihatmu&lt;br /&gt;Senyum Hawa adalah senyum pertama yang Tuhan beri padamu&lt;br /&gt;Jadi apalagi yang kau takutkan Adam?&lt;br /&gt;Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Adam&lt;br /&gt;Masih ragukah engkau pada Hawa?&lt;br /&gt;Ketika dengan ikhlasnya ia mengemban,&lt;br /&gt;sebuah cinta yang Tuhan titipkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8872655753650537787?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8872655753650537787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/hawa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8872655753650537787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8872655753650537787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/hawa.html' title='Hawa'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-770504863966698426</id><published>2010-05-06T22:15:00.003-07:00</published><updated>2010-05-06T22:15:53.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Jika sahabat yang Anda sakiti hatinya adalah...</title><content type='html'>Pernah Anda bayangkan, seandainya sahabat baik Anda, yang sangat sayang pada Anda suatu hari Anda sakiti.&lt;br /&gt;Dan ia adalah penulis dan pujangga. Seorang kekasih dari filsafat.&lt;br /&gt;Maka akan ada sebuah buku tentang perasaan sakitnya karena Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Anda bayangkan, seandainya sahabat baik Anda, yang sangat sayang pada Anda suatu hari Anda sakiti.&lt;br /&gt;Dan ia adalah musisi dan penyair. Personifikasi dari mantra dan lagu.&lt;br /&gt;Maka akan ada sebuah rekaman tentang perasaan sakitnya karena Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana jika buku dan rekaman itu,&lt;br /&gt;pada akhirnya pergi ke tangan pembeli, berjuta-juta kopi.&lt;br /&gt;Dibaca dan didengarkannya, syair-syair dan tulisan yang ia tulis.&lt;br /&gt;Tentang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda malu?&lt;br /&gt;Atau malah Anda bangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau malu, pikirkan kembalilah apa yang telah Anda lakukan padanya.&lt;br /&gt;Jika Anda bangga, teruslah sakiti hatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-770504863966698426?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/770504863966698426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/jika-sahabat-yang-anda-sakiti-hatinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/770504863966698426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/770504863966698426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/jika-sahabat-yang-anda-sakiti-hatinya.html' title='Jika sahabat yang Anda sakiti hatinya adalah...'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-1513595707943559574</id><published>2010-05-06T22:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T22:07:41.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pop kultur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><title type='text'>Lady Gaga bernyanyi tanpa kata-kata</title><content type='html'>Disini saya termangu tidak tahu mau menulis apa karena lalu-lintas imajinasi dan emosi saya bertemu macet di pusaran otak saya. Saya terus memandang monitor, mengisi twitter dengan kalimat-kalimat kosong, karena saya benar-benar tidak tahu yang mana dulu yang harus saya tulis dan saya jabarkan. Lalu tulisan-tulisan saya mulai tidak beraturan, menari-nari di tengah jalan dan membuat kerusuhan. Saya dapat mendengar bunyi klakson, knalpot kotor, dan suara teriakan. Di dalam imajinasi saya panas terik membakar dan tidak ada satupun tukang minuman di kemacetan untuk menahan dahaga ide saya yang haus ingin keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke telinga saya, satu lagi sebuah kreasi masuk menulusuri syaraf-syaraf saya dan sampat ke kemacetan tadi. Dentingan piano dan suara dari Stefani Germanotta. Lady Gaga, nama kerennya, berdengung dan meraung mendendangkan lagu berjudul "Speechless".  Tidak dapat berbicara, hilang kata-kata. Ah, mungkin ini dia. Seluruh isi lagunya adalah bauran dari kekecewaan, kesedihan, dan tidak percaya. Ancaman "speechless" diucapkan berkali-kali. Pertanyaan "menagapa kau begitu kehilangan kata?" ditanyakan berkali-kali. Lady Gaga menuliskan ini untuk Sang Ayah. "Ayah saya menyerah dengan penyakitnya. Ia tidak mau di operasi. Saya tidak tahu seandainya saya kehilangan dia ketika saya tidak ada disebelahnya." Katanya menurut sebuah wawancara. Perasaan macam apa itu, saya tidak berani membayangkannya. Mendekuk perih di dalam hati sehingga banyak sekali imajinasi dan kata-kata yang ingin dijabarkan lebih dari lagu ini. Sayangnya saya terpaksa merasakannya, sampai tangan saya bahkan tak dapat menampungnya. Arus lalu-lintas jadi semakin hiruk-pikuk, ditambah dengan musik rock ala Queen dari Lady Gaga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan saya dengan lagu ini? Tidak ada. Tidak ada menurut saya. Saya kecamkan dalam hati dan otak saya benar-benar tidak ada. Tetapi entah mengapa telinga saya harus terus mendengarkannya. Dan imajinasi narasi saya membludak-bludak, menggedur-gedur otak saya. Emosi saya melakukan hal yang sama pada dinding otot hati saya. Ah, bingung saya jadinya. Saya jadi ikut kehilangan kata-kata. Saya juga kecewa. Saya juga tidak percaya. Tapi entah bagaimana harus saya mengatakannya. Karena pun saya menulis ledakan narasi saya yang keluar tumpah seperti abu vulkanik dari Islandia, sekeras apa saya bernyanyi lagunya Lady Gaga, sepertinya tidak akan sampai kepada orang yang ingin saya tujukan. Saya tidak tahu harus menyampaikan kekesalan saya ke hatinya. Hatinya ditutupi oleh baja abu-abu dari cairan otaknya yang peluru bunker pun tak bisa tembus. Jika peluru saja tidak, bagaimana dengan huruf? Kata? Kalimat? Ah, tidak dapat bicara lagi saya jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saja saya tidak kenal lagi dengan paragraf dan kerangka. Mungkin lebih baik saya buang saja. Biar jadi lagu saja wacana ini. Seperti syair lagu Lady Gaga ini. Mengiri saya yang duduk termenung di depan monitor, kamar kusam, dan lampu remang-remang. Tanpa kata-kata. Tanpa suara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-1513595707943559574?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/1513595707943559574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/lady-gaga-bernyanyi-tanpa-kata-kata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1513595707943559574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/1513595707943559574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/lady-gaga-bernyanyi-tanpa-kata-kata.html' title='Lady Gaga bernyanyi tanpa kata-kata'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2698486400899313459</id><published>2010-05-06T10:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T10:32:01.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>ANALOGI: Lagu III</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Uncertainty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I could write thousand lines without getting tired&lt;br /&gt;I could run a whole mile without getting exhausted&lt;br /&gt;I could tell you million reasons why do I get hurt&lt;br /&gt;Still, things are too late to change&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because I might loose the script when I meet you on the stage&lt;br /&gt;I might loose the tie that keep us in this whole package&lt;br /&gt;I might dry on water to drench the flowers on the empty bottle&lt;br /&gt;I might loose all the strings that keep us in sync&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I might be wrong&lt;br /&gt;The truth came after so long&lt;br /&gt;I'm not that strong&lt;br /&gt;I don't know where to carry this on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why don't you just spoil it out in the first place?&lt;br /&gt;What was the purpose of creating this whole mess&lt;br /&gt;Because I except no lies from you&lt;br /&gt;Don't you know how much faith I believe in you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't you ever love me?&lt;br /&gt;Like a newborn baby in the hands of her Mommy&lt;br /&gt;Don't you ever feel happy?&lt;br /&gt;Just to have someone sincere for company&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it could have been me&lt;br /&gt;It was my mistake to begin with&lt;br /&gt;Maybe I demanded too big&lt;br /&gt;It counterattacked me without mercy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It could have been you&lt;br /&gt;You are not sure what you want to&lt;br /&gt;You never knew how much I gave you&lt;br /&gt;Regardless of physics that may have blind you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the end lessons will be gained&lt;br /&gt;In the end, would we still be friends?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cintaNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi mencintai Sahabatnya&lt;br /&gt;Nabi mencintai Istrinya&lt;br /&gt;Nabi mencintai Umatnya&lt;br /&gt;Nabi mencintai segenap Dunia&lt;br /&gt;Maka Tuhan memberi Nabi cintaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mencintai Anaknya&lt;br /&gt;Ibu mencintai Ibunya&lt;br /&gt;Ibu mencintai Saya&lt;br /&gt;Tanpa harap balasan Jasa&lt;br /&gt;Maka Tuhan memberi Ibu cintaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencintai Anda&lt;br /&gt;Saya mencintai Sahabat saya&lt;br /&gt;Saya ikhlas memberi cinta pada Anda&lt;br /&gt;Keikhlasan Anda penuh tanda tanya&lt;br /&gt;Semoga Tuhan tetap memberi cintaNya pada Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2698486400899313459?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2698486400899313459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/analogi-lagu-iii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2698486400899313459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2698486400899313459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/analogi-lagu-iii.html' title='ANALOGI: Lagu III'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2071623030950908948</id><published>2010-05-06T06:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T06:35:44.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Cinta tanpa embel-embel sisanya</title><content type='html'>Saya menangis.&lt;br /&gt;Saya menangis karena saya kesal.&lt;br /&gt;Saya menangis karena saya kesal kepada saya.&lt;br /&gt;Saya menangis karena saya kesal kepada diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kesal.&lt;br /&gt;Saya kesal kepada Anda.&lt;br /&gt;Saya kesal kepada Anda karena membuat saya menangis.&lt;br /&gt;Saya kesal kepada Anda karena sampai hati membuat saya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis.&lt;br /&gt;Saya menangis karena saya kesal.&lt;br /&gt;Saya menangis karena saya kesal sendiri.&lt;br /&gt;Saya menangis dan saya kesal.&lt;br /&gt;Saya kesal karena terlalu menyayangi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena Anda seorang lelaki.&lt;br /&gt;Bukan karena Saya seorang wanita.&lt;br /&gt;Wanita Pria saya tidak peduli.&lt;br /&gt;Karena saya buta kelamin.&lt;br /&gt;Cinta saya buta kelamin. Kasih sayang saya buta kelamin.&lt;br /&gt;Saya tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Ibu saya ketika melarang saya main ke sungai selagi hujan deras.&lt;br /&gt;Saya pikir itu mengasikkan.&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa Ibu berteriak dan melarang saya.&lt;br /&gt;Tetapi saya membangkang.&lt;br /&gt;Ibu tetap berteriak melarang saya, lebih kencang lagi.&lt;br /&gt;Lebih kencang dari halilintar.&lt;br /&gt;Sebelum akhirnya apa yang Ibu khawatirkan menelan saya, Ibu menarik saya dari sungai.&lt;br /&gt;Lalu menampar saya.&lt;br /&gt;Dan berteriak lebih kencang dari halilintar,&lt;br /&gt;Menangis lebih deras dari hujan.&lt;br /&gt;Ibu bilang "Apa-apaan yang kau lakukan barusan!?"&lt;br /&gt;Saya melihat airmatanya mengalir lebih deras dari hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat itu saya jadi marah kepada Ibu.&lt;br /&gt;Mungkin saat itu saya jadi kesal kepada Ibu.&lt;br /&gt;Mungkin saat itu saya tidak mengerti.&lt;br /&gt;Mungkin saya saat itu masih mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Tapi kiranya apa yang Ibu saat itu lakukan, mungkin karena ini.&lt;br /&gt;Apa yang Ibu tangiskan, mungkin karena ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena saya terlalu mencintai Anda.&lt;br /&gt;Mencintai Anda tanpa peduli embel-embel sisanya.&lt;br /&gt;Mencintai ada karena Anda dihidupkan Tuhan dan ada di hidup saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2071623030950908948?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2071623030950908948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/cinta-tanpa-embel-embel-sisanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2071623030950908948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2071623030950908948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/05/cinta-tanpa-embel-embel-sisanya.html' title='Cinta tanpa embel-embel sisanya'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-9074637300289602548</id><published>2010-04-22T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T10:18:53.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title type='text'>ANALOGI: Lagu II</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear Old Friend&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What happened to you, dear old friend?&lt;br /&gt;We were much wiser back then.&lt;br /&gt;You never seem to shout your point out,&lt;br /&gt;about something you thought everyone else's fault.&lt;br /&gt;Banging walls and shields and front doors.&lt;br /&gt;For something everybody seem to ignore.&lt;br /&gt;Oh, my dear old friend don't you know,&lt;br /&gt;doing that is only going to hurt you more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps I haven't played a role on a stage,&lt;br /&gt;with huge crowd, applause, and prominence.&lt;br /&gt;All I used to know when we were together.&lt;br /&gt;You showered me with thousands of innocent laughter.&lt;br /&gt;We don't need something to prove the existence,&lt;br /&gt;for being a person that joys over sorrows.&lt;br /&gt;All I know you back then, my dear old friend.&lt;br /&gt;We loved our life and we were content.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adukan saja! Adukan saja! Adukan saja!&lt;br /&gt;Katanya.&lt;br /&gt;Tapi... Tapi... Tapi...&lt;br /&gt;Kata saya.&lt;br /&gt;Adukan saja!&lt;br /&gt;Bentaknya.&lt;br /&gt;Itu salah dia!&lt;br /&gt;Katanya&lt;br /&gt;Kamu tidak bersalah, kamu tidak bersalah.&lt;br /&gt;Kata siapa?&lt;br /&gt;Buktinya? Buktinya? Buktinya?&lt;br /&gt;Saya cuma ingin... Tidak jadi lagi.&lt;br /&gt;Karena saya telalu banyak meringis.&lt;br /&gt;Dia pikir dia anak manis.&lt;br /&gt;Mereka semua diam-diam teriris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;Karena hati saya jadi ambigu.&lt;br /&gt;Saya benci dan dibenci.&lt;br /&gt;Oleh arah angin, bahkan matahari.&lt;br /&gt;Saya munafik, munafik sekali.&lt;br /&gt;Saya rasa ini bukan sekalinya lagi.&lt;br /&gt;Saya pasang muka malaikat saya,&lt;br /&gt;lalu menipu mereka.&lt;br /&gt;Iya juga.&lt;br /&gt;Saya ingin jadi seperti itu!&lt;br /&gt;Tetapi kenapa saya tidak suka?&lt;br /&gt;Sakit ternyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pilih-pilih pada saya.&lt;br /&gt;Saya pilih-pilih pada cinta.&lt;br /&gt;Maka itu adukan saja.&lt;br /&gt;Adukan saja semua amarah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-9074637300289602548?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/9074637300289602548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/analogi-lagu-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9074637300289602548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/9074637300289602548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/analogi-lagu-ii.html' title='ANALOGI: Lagu II'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-4919885263994410460</id><published>2010-04-22T05:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T12:11:52.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alkisah...'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>ANALOGI: Lagu I</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prolog Untuk Lagu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpangtindihtumpangtindihtumpangtindih...&lt;br /&gt;Pikiransayatumpangtindih.&lt;br /&gt;Sedaritadipagidaritadipagidaritadipagi... Kicau... Stop. Hujan. Lalu cerah kembali.&lt;br /&gt;Lalu saya ada disini.&lt;br /&gt;Bertanya pada diri saya sendiri.&lt;br /&gt;"Mengapa saya dilahirkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasik! Semua manusia bertanya hal yang sama. Ibu dan Ayahmu, bahkan tetangga diseberang sana. Lagipula kami semua, menangis sesal di hari ketika Bunda lahirkan kami ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan, ketika saya ingin berbicara, orang selalu tidak ada yang mendengarkan. Ketika saya bicara dengan teman-teman di makan siang. Ketika saya bicara tenang kepada teman yang mengganggu kesabaran. Ketika saya berbicara dan suara saya baru didengarkan ketika dicuri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya lelah. Lelah mendengarkan orang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mudah Dendam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena katanya, dendam itu mudah diingat.&lt;br /&gt;Dendam mudah disimpan dan dilipat.&lt;br /&gt;Dendam masuk kedalam kantong, kedalam dompet, dan ke dalam kaos kaki.&lt;br /&gt;Dan tidak akan luntur ketika kaos kaki dicuci.&lt;br /&gt;Dendam itu bahkan luput, dari batang-batang kecil kasat mata.&lt;br /&gt;Atau ranjau yang jutaan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ikhlas terlalu besar.&lt;br /&gt;Terlalu besar untuk disimpan di satu rumah.&lt;br /&gt;Apalagi di tempat sampah.&lt;br /&gt;Ikhlas jarang ada yang membeli.&lt;br /&gt;Karena tidak mudah dibawa pergi, masuk koper atau lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja orang memilih dendam!&lt;br /&gt;Dendam praktis seperti uang logam.&lt;br /&gt;Dendam dapat hidup tujuh turunan, atau di padang pasir, atau di hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk itu, saya selalu menyimpan dendam.&lt;br /&gt;Di kantong kemeja kiri saya.&lt;br /&gt;Agar selalu bisa saya bawa kemana-mana.&lt;br /&gt;Dari sini sampai akhir masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penebang Kayu Mencari Kalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bicara Bunda, Bunda berkata pada saya, "Kamu tidak punya Kalbu, Penebang Kayu Kecilku. Carilah Kalbumu itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi harus dimana kucari Kalbu, Bunda? Oz itu hanya ada dibuku cerita. Bahkan Sang Penyihir tidak benar-benar memberikan saya Kalbu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temukan lah sendiri anakku. Ibu tidak dapat membantumu. Kami sedari lahir sudah punya Kalbu. Kamu lahir dari besi dan baut. Kamu Putra Bunda yang paling pintar. Tapi sudah saatnya Kamu mencari Kalbu agar kepintaranmu itu tidak menyusahkan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Bunda pun membuka sebuah album foto. Milik Almarhum Kakek, katanya. Album itu usang dan penuh debu. Tidak ada foto yang tidak lusuh di dalamnya. Ada foto seorang Pria dengan dahi yang berlipat ganda. Kumisnya persegi panjang dan matanya setajam elang. Lalu Bunda berkata pada saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penebang Kayu Kecilku, inilah contoh yang tidak punya Kalbu. Ia tidak pernah mencari Kalbunya. Makanya akalnya saja yang berjalan. Akalnya berjalan terlalu sering, setiap waktu, seperti mesin tank yang hangus. Ia menciptakan sebuah dunia. Dunia imajinasi dimana Ia rajanya. Dunia cantik yang rakyatnya cinta padanya. Tapi nyatanya, ia membantai siapapun yang bukan rakyatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semengerikan itukah kalau kita tak berKalbu, Bunda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda mengangguk. Lalu Bunda menunjukkan salah satu foto lagi. Kali ini wajahnya putih bersih. Masa iya dia tidak punya Kalbu. Ia tidak seperti saya, atau Paman Berkumis yang keilhatan sekali kakunya. Ia tersenyum manis seperti manusia lainnya. Tetapi Bunda berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dia... Dia adalah manusia yang menyalahgunakan Kalbunya. Sayangnya, ia juga menggunakan akalnya. Ia membunuh lebih banyak korban lagi kalau kata Bunda. Ah, Penebang Kayu Kecilku. Mungkin iya akan membantai orang-orang tak berdosa seperti kamu juga. Untuk keadilan yang tidak sesuai dengan Kalbunya. Ia tidak seperti Raja yang tidak suka melihat rakyat kerajaan lain, Anakku. Ia tidak suka melihat... Orang yang ia pikir tidak semanusia dia. Dia merasa, dialah manusia yang manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi Kalbunya ada dimana, Bunda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalbunya dulu ada. Tapi sirna jadi abu. Kalau yang pertama memang tidak punya Kalbu, yang ini pernah punya Kalbu. Ah, sayang sekali Kalbunya itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu ya, Bunda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Anakku. Maka itu Bunda ingin kau seperti Aku dan Ayahmu. Penebang Kayu yang punya Kalbu. Yang menebang kayu bukan karena diperintah. Yang menebang kayu bukan karena haarus menolong orang. Tetapi yang menebang kayu karena tahu kita sebagai makhluk di dunia ini harus saling bahu membahu. Agar Sang Pencipta tahu, sudah seberapa jauh kau laksanakan amanahmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak mengerti Bunda..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Bunda terseyum padaku. Dirangkulnya Aku oleh Bunda dan Bunda meneruskan ceritanya padaku siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika kulihat wajah Bundaku dan lengannya yang merangkulku, betapa sedihnya aku melihat diriku. Bunda yang manusia, punya kulit, lapisan lemak, otot, jaringan syaraf, darah, dan tulang masih mau mendidikku yang benar-benar dari besi dan baut.&lt;br /&gt;Ya, Tuhan. Mungkinkah yang kurasakan ini adalah sebuah Kalbu? Mungkinkah ketika aku bersyukur memiliki Bunda dan cintanya padaku padaMu, adalah sebuah hal yang hanya bisa diberikan Kalbu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-4919885263994410460?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/4919885263994410460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/analogi-lagu-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4919885263994410460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/4919885263994410460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/analogi-lagu-i.html' title='ANALOGI: Lagu I'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-6075068003573037751</id><published>2010-04-14T10:02:00.001-07:00</published><updated>2010-08-18T12:58:49.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persimpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Dan ketika malam berbicara, maka wanita inilah yang mewakilkannya</title><content type='html'>Selamat malam, wahai wanita terutama pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan wanita yang biasanya mengisi blog ini. Wanita itu sedang tertidur pulas di dalam keheningan malam di kasur empuknya dalam balutan selimut tebal yang langsung mengusap-usap kulit karamelnya. Bibirnya yang merah merekah padat itu setengah terbuka dan menggoda saya untuk mendaratkan sebuah ciuman selamat malam kepadanya. Pasti Anda akan terkejut sekali betapa lantangnya saya mengucapkan hasrat birahi saya bukan. Hihihi, tentu saja. Tidak ada makhluk yang lebih erotis daripada saya, Lilith si succubus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Tuhan pun menamai saya demikian. Lilith. Dari Bahasa Arab 'Lail' yang berarti malam. 'Lilitu' adalah objek pelaku yang diambil dari kata 'malam' dengan adjektif feminin. Jadi secara etimologi, saya ini adalah "wanita malam". Nama yang begitu berarti. Saya datang ke dunia ini, hidup di hati tiap manusia. Dan ketika manusia ingin mengeluarkan hasrat birahinya, saya akan muncul dan berdiri, memakan semua energi yang dikeluarkannya sampai ia terkulai lemas. Bahkan orang Perancis menamai istilah penghisapan energi saya ini 'La Petite Morte' atau 'Kematian Kecil'. Jadi sekarang Anda tahu seberapa bahaya saya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, manusia seringkali menyangkal kalau saya ini ada. Mereka terus saja bersikap munafik dan sok suci. Memang apanya yang suci dari mereka? Saya ini dilahirkan bersama-sama dengan mereka, di dalam hati mereka yang paling dalam. Saya ini adalah suatu bagian penting dari seutuhnya manusia. Jika saya tak ada, tidak akan ada lagi manusia yang lahir. Manusia akan punah! Mereka butuh saya. Tapi bagaimanapun juga mereka menyangkal kalau saya ini ada. Bahkan, Bapak dari ilmu Psikologi pun diam-diam menginginkan saya. Hanya sayalah yang dapat memberi satu kenikmatan yang elemen lain di dalam seorang manusia tidak dapat berikan. Sebuah kenikmatan langka yang tiada tandingannya. Sebuah surga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mereka menganggap saya berdosa karena saya bersembunyi di balik malam, mencari mangsa, berliuk dan menari diantara kegelapan. Ketika saya menemukan seseorang dengan hasrat birahi yang berkobar, saya hisap semua energinya. Membuat ia akhirnya lemas dan sedikit lepas dari kenyataan. Begitu kuatnya tarikan saya hampir berpengaruh seperti obat terlarang pada manusia. Saya membuat mereka bertekuk, terbaring lesu seperti mayat. Saya membunuh hampir semua manusia di dunia ini tetapi tidak ada satupun yang bisa memenjarakan saya. Tidak pula para Imam. Tidak pula para santri dan orang suci. Saya akan tetap membunuh mereka dari kemunafikan yang mereka sembunyikan. Saya hidup di dalam mereka juga. Saya hidup di dalam Anda, wahai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang barat melepas saya begitu saja. Mereka membiarkan saya seutuhnya menjadi bagian dari manusia. Orang-orang timur memuja saya. Tanyakanlah para petinggi Hindu dan Shinto. Mereka memuja saya karena saya bagian dari manusia. Saya ini alami. Saya tidak akan datang dengan paksaan. Saya datang dengan sendirinya. Membawa berbagai macam stimulasi dan godaan. Membelai halus setiap inci kulit luar manusia lalu berbisik dalam ke telinga mereka. Mereka pasti akan membawa saya ke dalam tidur-tidur mereka. Dan mereka yang melepas dan memuja saya mempercayai hal itu. Mereka mengerti akan kehadiran saya. Lalu, mengapa Anda masih saja tidak mau mengakui saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah bilang kepada Anda janji-janji saya. Saya menyertakan kepuasan yang tidak bisa Anda teguk atau telan... Kecuali Anda tidak menanggapinya literal. Saya adalah makhluk yang selalu Anda inginkan dan disini saya memberi tahu Anda bahwa saya ada di dalam Anda. Apakah Anda sekarang mau percaya pada saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, wahai cintaku manusia. Tidak ada salahnya. Tidak ada salahnya menelusuri seluk bekuk tubuh Anda dan mereka manusia lainnya. Tidak ada salahnya mencicipi tembok-tembok kotor yang mengellilingi tubuh manusia. Tidak ada salahnya menghirup sedikit aroma birahi dan mengintip apa yang dilakukan mereka. Tidak ada bedanya juga apakah Anda wanita atau pria. Manusia harus bisa menyayangi manusia lainnya, bukan? Maka koyaklah kulit-kulit lusuh itu dan keluarkan saya dari Anda. Saya mencintai Anda manusia. Tidak ada yang akan membenci Anda jika Anda pada akhirnya menggigil basah dan terkulai tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cium saya, manusia! Cium saya! Kulam saya dengan bibir-bibir Anda! Jangan ingkari saya lagi. Jangan lepaskan saya dari genggaman Anda! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ah! Iya! Seperti itu!&lt;/span&gt; Cium saya seutuhnya. Saya akan memberikan Anda kebahagiaan. Anda ingin itu bukan? Anda menyukainya kan? Sekali saja Anda membebaskan saya, maka Anda seutuhnya manusia. Makhluk yang sempurna. Makhluk yang tidak munafik dan jujur pada dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-6075068003573037751?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/6075068003573037751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/dan-ketika-malam-berbicara-maka-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6075068003573037751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/6075068003573037751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/dan-ketika-malam-berbicara-maka-wanita.html' title='Dan ketika malam berbicara, maka wanita inilah yang mewakilkannya'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3119759411686278972</id><published>2010-04-12T05:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T05:50:48.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><title type='text'>Manusia itu diberi amanah, maka layak dipercaya</title><content type='html'>Jadi saya baru mengalami kejadian buruk tentang aplikasi perilaku manusia yang sangat benar-benar mengecewakan. Saya bingung apakah harus belajar untuk menjadi manusia yang "melupakan sakit hati" saya sajakah seperti yang Ibu bilang atau malah menganut pelajaran bahwa "manusia itu semuanya busuk dan lebih baik tidak usah dipercaya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergoda sekali saya menganut aesop yang kedua, "manusia itu semuanya busuk dan lebih baik tidak usah dipercaya". Begitu bisik Nemesis ke telinga saya. "Jangan dengarkan Ibumu, dengarkan saya saja. Kamu kesal kan? Dendam kan? Marah sekali kan atas hakmu sebagai manusia yang seutuhnya disalahgunakan oleh manusia lain yang punya tanggung jawab besar? Bukan hanya nyawamu, lho!" katanya pada saya, "Nyawa orang lain juga! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;HELL, HE HAS THE OFFICIAL CERTIFICATE TO DO SO&lt;/span&gt;!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, terus, Nemesis berbisik pada saya perlahan-lahan dengan penuh kesabaran dan saya mengangguk-angguk terlena dengan bis. Sementara di telinga kanan saya Ibu saya berkata "Kak, jangan dipikirin sakit hatinya, ya. Ibu juga kesel. Kita ngga usah periksa di situ lagi. Kamu urusin aja yang lebih penting dulu. Ngga usah marah... Janji ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Kakak janji." jawab saya. Sambil menyilangkan jari. Hati saya ada pada Nemesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Nemesis mengingatkan saya bahwa betapa mudah sekali menyebarkan kekesalan dan dendam saya dengan teknologi sekarang. Facebook, twitter, semuanya. Informasi jadi tidak ada harganya dan saya rasa saya ingin menikmati hal itu sekarang. Maka itulah saya katakan bahwa saya dendam sekali bahwa saya telah dipermainkan melalui diagnosa oleh seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintar sekali, Pak Dokter. Pintar! Saya salut pada Anda karena pertama, Anda sudah menjalankan tugas Anda sebagai dokter, mengubah-ubah diagnosa Anda yang kecil jadi besar, besar jadi kecil kepada seorang gadis yang sudah sakit sedari 7 tahun yang lalu. Mulia sekali hati Anda membesarkan hati saya bahwa saya ini punya penyakit kronis dan membuat saya luntang-lantung dan ketat sekali menjaga kesehatan saya lalu dengan santai bilang "Eh, cuma sakit flu ah". Betul sekali, Pak Dokter. Saya ini sama seperti Tante Prita. Saya sama seperti "Batang Kayu" yang dokter-dokter Jepang itu bedah di Manchuria pada Perang Dunia II. Saya ini hanya sebagian kecil dari manipulasi orgnisasi komersil Pak Dokter saja kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dipikir-pikir, untuk apa Pak Dokter, apalagi saya, untuk memikirkan kesehatan saya sendiri sedari sekarang. Betul kan? Karena diagnosa dan penyakit saya bisa berubah-berubah. Bahkan mungkin ini semua sekedar fantasi saya dan Pak Dokter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi merasa berat di hati. Takut saya serupa orang dewasa pada umumnya. Sakit. Perawatan. Biaya. Masa depan. Pengaruh apa nantinya. Tetapi tangisan dan sakit hati saya serupa anak kecil. Saya merasa ditipu, dijahatin, ditinggal teman yang ia pikir bisa ia percaya. Mungkin Pak Dokter sedang menikmati uang Ibu saya sekarang berikut konsultasi kami hari ini dan hari sebelumnya dimana Bapak mendiagnosa saya dengan ceria kalau saya punya penyakit kronis. Saya tahu penyakit kronis itu tidak berarti besar, tetapi hanya ada pada jangka waktu yang lama. Pak Dokter tidak tahu kan betapa mudah ilmu pengetahuan bocor sekarang dan perasaan sombong Bapak tidak ada gunanya lagi pada kami semua. Tapi jangan seenaknya merubah penyakit saya yang capek-capek saya pikir ini adalah akar dari semua keluhan saya yang tidak berhenti-henti dari usia 13 tahun menjadi sesuatu yang baru saja saya dapat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga iba pada Ibu saya lho, Pak. Bapak pasti punya istri dan anak saya rasa. Tahu perasaan istri bapak kalau anaknya terus-terusan mengeluh? Apa sih yang seorang ibu rumah tangga yang bisa lakukan selain berusaha? Susahkah menolong si Ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Bapak dapat bayarannya yang jauh lebih besar dari uang yang Bapak hasilkan dari pasien-pasien Bapak sekarang. Untung bapak jadi lebih besar, dan mudah-mudah saya memang hanya masuk angin saja tanpa sinusitis, dysphagia, batuk kronis, atau maag yang terus-terusan. Mudah-mudahan saya bisa sembuh ya, Pak besok. Kan sakit saya tidak parah. CUMA MASUK ANGIN SAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Payah sekali memang saya ini. Sudah 20 tahun tetapi masih tidak bisa membedakan yang mana yang bisa dipercaya yang mana yang tidak. Lalu, setelah dikhianati menangis seperti layaknya umur 6 tahun. Bodoh sekali saya. Bodoh sekali. Kasihan sekali teman saya yang dikhianati pacarnya. Kasihan sekali tante saya yang dikhianati suaminya. Kasihan sekali kami. Kasihan sekali Tante Prita yang dikhianati habis-habisan oleh orang yang ia pikir bisa ia percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kasus saya tidak sebesar Tante Prita tapi, lagipula, amanah dari kami hampir sama.&lt;br /&gt;Tidak ada manusia yang benar-benar bisa kita percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3119759411686278972?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3119759411686278972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/manusia-itu-diberi-amanah-maka-layak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3119759411686278972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3119759411686278972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/04/manusia-itu-diberi-amanah-maka-layak.html' title='Manusia itu diberi amanah, maka layak dipercaya'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7093627974306460885</id><published>2010-03-27T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T01:36:09.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Kami, Seorang anak hanya bisa takut dan bertanya</title><content type='html'>Jadi hari itu ia menceritakannya pada saya. Lalu berkata, "Entah mengapa Ibu pun tidak mau bercerita jelasnya pada saya dulu. Saya jadi bingung. Saya tidak tahu berbuat apa, terlebih lagi saya jauh dari saudari saya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Prihatin. Yang kami sama-sama tahu, bagaimana sekarang cara mengurangi beban tersebut sedikit demi sedikit. Lalu saya menepuk pundaknya seraya ia menghela nafas. "Ini bukan yang pertama kalinya ya?" tanya saya dan dia mengangguk pelan tanpa mengubah ekspresinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah saya itu orangnya baik. Begitu pula Kakek dan Nenek saya. Mungkin keduanya agak keras tapi keduanya mau membelakan keadaan mereka demi keberhasilan anak-anak mereka." katanya lagi. "Salah satu Paman saya bercerita kalau Kakek dan Nenek dulu memang sering bertengkar, tetapi saya tidak pernah tahu bagaimana persisnya karena tidak pernah ada yang bercerita. Saya sendiri sungkan. Habis mau bagaimana lagi. Saya ini cucu. Generasi ketiga. Masih muda pula. Mungkin kalau saya bertanya kurang layak saja rasanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan dari suaranya ia mulai membawa saya ke bagian permasalahannya, alisnya jadi lebih sigap dan suaranya jadi lebih naik, saya dengan penuh perhatian mendengarkan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi dari kelima anaknya itu sepertinya hanya tiga saja yang bersikap sedikit lebih sopan, mungkin diantara ketiganya hanya Ayah sayalah yang paling sopan. Ketika Kakek dan Nenek akhirnya tiba di usia yang tidak produktif, Ayah sayalah yang menanggung beban mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin Tuhan tahu seberapa mampu Ayahmu, maka itulah..." kata saya lagi, lalu ia kembali lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Kalau iya, saya hanya bisa berdoa Tuhan terus menguatkan Ayah saya. Tapi kadang ibu terus berkeluh kepada saya, 'Kenapa keluarga Ayahmu terus?' katanya. Bukannya Ibu saya bagaimana. Mungkin Ibu iba juga kepada Ayah, harus mengurusi istri-anak, kantor, teman-teman, dan keluarga besarnya yang masalahnya tidak pernah kunjung selesai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya yang mengangguk-angguk. Yah, siapa yang tahu sih. Kalau saya melihat Ayahnya, Beliau memang seorang bapak yang sangat menyenangkan. Mungkin hampir kepala lima tapi wajahnya masih terlihat cerah. Beliau suka bercanda akrab ke teman-teman anaknya. Mungkin terutama teman-teman putri sulungnya yang satu ini karena menang unik sekali, putrinya ini memiliki teman yang sudah seprti keluarga sendiri. Saya tidak menyangka saja kalau ternyata ayah teman saya itu punya beban yang berat juga. Tapi siapa sih yang tidak punya masalah dalam hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan selalu yang paling berat itu ada di Kakak pertama dan adik bungsu Ayah saya." sambungnya. "Nah, kali ini yang datang mengetuk pintu kemarin adalah putri pertama dari adik bungsu Ayah saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oooh..." Saya mengangguk-angguk, "Apakah itu sepupumu yang orang tuanya bercerai itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul. Bahkan Paman saya itu menceraikan istri keduanya. Terlebih lagi anak-anak paman saya dengan istrinya yang ini masih kecil-kecil. Saya jadi serba salah..." keluhnya. "Mungkin saya belum paham soal hal yang seperti itu. Tetapi saya paham bagaimana rasanya menjadi seorang anak. Mau ditutup-tutupi seperti apa juga, kami sebagai anak pasti akan menyaksikan satu atau dua dari perseteruan mereka. Mau seberapa tua umur kami, pasti kami akan tetap merasa takut dan kecewa. Pasti kami akan mempertanyakan dimana sebenarnya kami berada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bijak juga kata-katanya. Saya rasa ia benar. Saya tidak punya keluarga yang berseteru seperti itu. Hah, saya lagi. Keluarga saya semuanya kaku dan taat pada aturan. Pertengkaran kecil seperti rebutan mainan saja diselesaikan di panjang (literal, ya...) dan dituntut dengan kepala dingin. Mungkin orang tua saya itu memang bukan hakim, tetapi sikap pasifis mereka agak terlalu berlebihan. Kadang jatuhnya jadi seperti robot yang tidak berekspresi. Ada sih saatnya mereka menghangat, tapi mungkin pada saat-saat tertentu saja. Tapi sekali lagi, kalau saya ingat-ingat ketika Ayah dan Ibu saya yang stoik itu berdebat... Saya memang takut juga. Apalagi mereka sama-sama dingin begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, sepupumu itu datang ke rumah untuk apa?" tanya saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia kembali lagi menghela nafas pasrah dahinya terlipat ragu. Lalu ia menggeleng, "Itu dia. Itu yang Ibu saya masih belum mau cerita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau ia datang sambil menangis, berarti ada yang salah kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar sekali. Ibu saya bahkan bilang ini ada hubungannya sama adik bungsu Ayah itu. Saya jadi bingung. Apa saya minta adopsi dia saja ya? Saya dari dulu ingin punya saudara perempuan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit tersenyum mendengarnya, ia pun demikian. Di sela-sela kerutan dahinya ia tersenyum kecil juga. Namanya juga manusia. Kita senang saja untuk berpikir hal yang manis, untuk sedikit mengimbangkan beban di hati kita bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia kembali lagi bercerita tentang si beban, "Waktu itu saya dengar ia sempat terjerumus narkoba, tapi untungnya ketika saya bertemu dengannya lagi ia terlihat sehat dan baik. Sekarang Ibu saya lapor kalau dia tiba-tiba datang menangis. Broken home, kata Ibu. Hal yang pertama kali datang ke kepala saya adalah mengapa keluarga Ayah lagi? Ketika sepupu saya yang dari Ibu datang ke rumah di malam hari, dia bawa berita baik tentang training kerjanya di Jakarta. Kenapa giliran sepupu dari Ayah saya bawa berita buruk. Mungkin saya naif, tapi entah rasanya saya merasa tidak adil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmm... Manusia memang bisa berkata begitu. Tapi kita belum tentu tahu apa ini adil atau tidak." sambung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Tuhan itu memang Maha Adil. Tetapi kami manusia tidak bisa melihat kebaikanNya. Yang datang pada kami rasanya saya selalu salah. Ah, kalau begini rasanya saya jadi ikut-ikutan mempermainkan Tuhan." katanya sambil geleng-geleng kepala. Buru-buru saya membesarkan hatinya daripada ia terus ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, wah, wah... Jangan berpikir seperti itu dong," berikut usaha saya, "Kan kamu yang bilang sendiri. Kita ini manusia. Kita tidak tahu apa yang menjadi aturanNya. Mungkin tidak kalau kebaikan sepupumu itu jalannya ada pada keluargamu? Bisa jadi kan? Kalau memang iya, kurang adil apa Tuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia terdiam. Tampangnya tenang, tapi ricuh seperti ombak. Seperti lukisan abstrak juga. Pasti dipikirannya bertubrukan antara Tuhan, manusia, psikologi, sosiologi, hubungan keluarga, aturan, dan kenyataan. Semuanya lalu bertubrukan menjadi teori fisika. Setelah itu menimbulkan reaksi kimia di otaknya. Saya memang terdengar melantur, tetapi kalau dipikir-pikir itulah mekanisme ajaib ketika seorang manusia sedang bingung terhadap persoalan dengan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari bibirnya yang tadi terkunci itu, dikeluarkannya sebuah pertanyaan. Pertanyaan yang mungkin semua anak di dunia ini tidak tahu jawabannya. Pertanyaan yang memang mungkin dialami sepupunya tetapi ia mewakilkannya, bahkan mewakilkan pertanyaan yang kadang anak-anak dari para orang tua ini bertanya. Saya jadi teringat, guru les saya pernah bertanya hal yang sama ketika ia bercerita semasa remaja bertengkar dengan orang tuanya. Sebuah pertanyaan yang sama Bibi saya keluarkan ketika ia bercerita tentang sahabat semasa kecilnya yang skizofrenia akibat kebohongan-kebohongan yang ditutup-tutupi Ayah dan Ibunya. Pertanyaan yang tidak pernah berhenti dipertanyakan kami, sambil menunggu Tuhan mengirimkan jawabannya melalui waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang ini semua adalah kesalahan Paman saya, mengapa harus anaknya yang mendapat bebannya? Apa ini pukulan untuk Paman saya agar beliau tahu bahwa beliau telah mengorbakan keadaan psikologis putrinya? Putrinya juga manusia. Seorang individu. Punya hati, punya jiwa, akal budi, dan kalbu. Hanya untuk mengembalikan seseorang ke jalan yang benar harus ada manusia yang sakit? Terlebih-lebih darah dagingnya sendiri... Saya tidak pernah mengerti. Saya tidak akan pernah mengerti. Begitu pula kau dan yang lainnya kalau memang mereka merasakan hal yang sama. Bagaimanapun selalu, kami manusia pada akhirnya hanya akan bisa bertanya dan mengusahakan apa yang ada. Selanjutnya akan terus ada padaNya. Saya rasa begitu pula jawaban pertanyaan saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu suasana jadi kembali hening. Sekarang kami berdua sama-sama larut dalam ombak abstrak kimia-fisika tadi. Bertanya kepada masing-masing pribadi. Bertanya kepada Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7093627974306460885?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7093627974306460885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/kami-seorang-anak-hanya-bisa-takut-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7093627974306460885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7093627974306460885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/kami-seorang-anak-hanya-bisa-takut-dan.html' title='Kami, Seorang anak hanya bisa takut dan bertanya'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3462072007102914442</id><published>2010-03-21T11:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T14:42:33.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>We are living our lives, abound with so much information...</title><content type='html'>Singapura, 22 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini kerjaan saya hanya menulis naskah novel saya, browsing internet, membaca, mengulangi pola yang sama setiap harinya saya bangun. Ini semua dikarenakan kelas saya hanya ada dua hari dalam seminggu. Aneh. Bagi orang berkerja tentu waktu saya ini bisa dibilang berharga, tetapi lama-lama saya jadi merasa bosan sendiri dengan apa yang ingin saya lakukan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seharusnya waktu saya ini dapat saya gunakan untuk setidaknya sedikit-sedikit menyusun esai sejarah seni saya (tari, untuk lebih tepatnya). Pak Dosen memberikan sebuah film untuk kami analisa tentang tariannya. Tetapi saya berlari dari tugas saya. Saya merasa enek sendiri ketika saya tonton, filmnya merupakan propaganda Amerika Serikat soal Soviet pada Perang Dingin. Adegan tarinya tergolong sedikit untuk bisa dibilang "film tari". Pada akhirnya film tersebut jadi terlihat seperti film politik dengan tari dibanding film tari dengan politik. Entahlah apa yang akan saya tulis. Mungkin bercerita bagaimana tari di USSR itu sendiri berkembang, bagaimana sang koreographer berkerja dengan baik, dan film itu sendiri terlihat lebih fokus kearah "Soviet dan Komunis itu buruk". Untuk bicara objektif, kalau memang iya bentuk seni itu ada yang dilarang oleh pemerintahan Soviet ya, wajar saja karena memang itulah cara mereka memerintah. Yang saya tidak suka dan berulang kali saya kemukakan ke orang-orang disekitar saya adalah, kenapa harus film propaganda. Terlebih lagi Dosen saya itu orang Amerika, saya jadi tergoda untuk berhipotesa secara konspiratif. Mungkin kalimat saya barusan terdengar hiperbolik. Mungkin lebih tepatnya "Saya jadi merasa Pak Dosen punya pesan yang ingin ia sampaikan lewat film tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, betul. Saya terdengar rasis. Tapi bukan itu maksud saya. Saya cuma ingin protes karena Amerika Serikat itu sudah sering kali memanipulasi media berkenaan dengan kepentingan politik mereka. Tentu saja. Amerika lah memang pemegang kuat media masa kini. Jujur saja. Kultur internet hampir semuanya kultur Amerika. Pembagian ras dan agama, hampir semuanya cara Amerika. Tapi terkadang jadi banyak orang yang berpikir pendek dan akhirnya mengambil sudut pandang dari sudut pandangnya Amerika saja. Begitu juga dalam film yang didominasi oleh mereka. Film mereka memang bagus dan berkualitas. Tetapi bukan berarti kita harus berpikir kalau informasi dalam film tersebut itu selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga media yang lain. Kadang memang, manusia itu harus benar-benar bijak dalam memandang informasi. Saya punya satu contoh, masih berhubungan dengan komunis. Ketika saya kecil, kalau saya tidak mau shalat atau mengaji, Ibu atau Ayah saya memarahi saya dengan cara "Kamu mau jadi orang komunis? Ngga punya tuhan?" atau "Kamu agamanya apa? Konfusis ya? Tuhannya apa?". Masalahnya disini orang tua saya sepertinya sudah keliru maknanya Komunis dan Ateis. Negara komunis tidak semuanya tidak beragama. Cina masih punya agama dan apa kabar dengan Buddha? Terlebih lagi, konfusis itu ajaran, dan memang kadang disatukan dengan kepercayaan tradisional cina. Tetapi cara mereka menegur saya itu menciptakan sebuah penilaian yang kesannya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kembali lagi soal komunis. Sejak kejadian G30SPKI, sepertinya orang Indonesia punya satu pandangan tersendiri terhadap komunis: brutal, kejam, tidak beragama. Pada akhirnya arti komunis yang sebenarnya jadi bias. Komunis itu sebenarnya pada dasarnya adalah kerataan kesejahteraan rakyat dimana pemerintah mendistribusi kemakmuran secara equal. Tapi sejak G30SPKI itu (dengan berbagai macam hipotesa dan teori yang kalau saya jelaskan bisa sangat panjang) imej komunis di mata Indonesia sedikit, atau mungkin justru berubah total. Mungkin kembali ke natur bangsa Indonesia sebagai bangsa yang hobi meng-alter-kan informasi dan mudah sekali di propaganda, orang-orang yang sepertinya menganut komunisme di Indonesia itu juga demikian (sama kasusnya  dengan bangsa Indonesia yang menganut liberalisme sekarang). Yang saya sayangkan ketika saya kecil itu adalah saya tahu persis bahwa Ayah dan Ibu saya adalah orang yang tidak bodoh, bahkan terdidik, dan menurut saya mampu lebih baik mengolah informasi dari saya. Tetapi mereka bahkan menyamakan komunis dengan ateis. Kecenderungan mungkin, tetapi "komunis" dengan "tidak punya tuhan" itu benar-benar subjek yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kekeliruan keluarga saya dalam informasi adalah; Jepang adalah negara ateis. Saya sewaktu remaja sangat tertarik dengan kebudayaan Jepang. Saya belajar bahasa Jepang, menonton animasi Jepang (dan bahkan karenanya saya di label aneh, tapi itu akan saya untuk lain waktu), mempelajari budaya mereka juga. Saya suka dikritik oleh sanak saudara dengan, "Apa bagusnya Jepang? Mereka kan ngga punya tuhan." atau kalau mereka mendengar cerita kesuksesan negara imperial krisantemum itu, "Hebat ya mereka. Padahal mereka kan ngga punya tuhan. Nyembah matahari. Tapi bisa maju begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekarang ingin tertawa mendengarnya. Tidak punya tuhan katanya. Justru sebaliknya. Ada banyak tuhan di dalam kepercayaan Jepang. Sangat banyak sekali. Hampir sama seperti Hindu, agama mayoritas di Jepang, Shinto memiliki banyak dewa. Memang dewi matahari Amaterasu-Omikami lah yang paling dihormati. Konon para kaisar Jepang adalah keturunan beliau. Mereka memang praktikal dan simpel. Shinto juga adalah agama yang tergolong kuno yang sanggup bertahan sampai sekarang. Kepercayaan kuno, selain juga politeis, berhubungan erat sekali dengan alam dan lingkungan sekitar mereka. Wajarlah jika mereka mendewakan matahari, mendewakan petir, mendewakan ini dan itu, punya mitologi dan kisah dibalik semuanya. Tetapi berpikir kalau mereka itu ateis? Lalu mengapa dewanya sebanyak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar dari satu video game, Persona 4 judulnya. Game itu berisi pesan moral bahwa jangan cepat terkonsumsi oleh informasi yang ada disekitar kita. Gosip. Media. Semuanya. Kadang pada akhirnya informasi itu membuat kita membuat suatu perjudis yang pada akhirnya mempengaruhi sudut pandang kita. Bisa saja informasi itu salah, bias, misinterpetasi dan sebagainya. Saya setuju sekali dengan filosofi itu. Tetapi game itu melanjutkan pesannya dengan "Carilah terus kebenaran". Kalau yang itu, saya ragu. Kebenaran itu subjektif. Kadang kebeneran itu bisa jadi adalah peranakan abu-abu dari opini dan fakta. Fakta sendiri hanyalah fakta. Iya tidak bernilai benar atau salah. Opini adalah sebuah pernyataan dari fakta yang telah diproses oleh sudut pandang. Kebenaran hanyalah ilusi dari sudut pandang itu sendiri. Jadi menurut saya cari terus kebenaran adalah hal yang absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin akan lebih baik jika kita mengungakapkannya dengan "carilah terus kebijakan". Karena dengan banyaknya informasi, sudut pandang manusia, berita apapun medianya, kita lebih baik cari kebijakannya saja. Menambah ilmu itu tidaklah buruk. Semakin banyak kita tahu, semakin bijak kita jadinya (asal tidak mengikuti hawa nafsu untuk berubah sombong). Sebuah kalimat yang orang tua sering kali berikan kepada anak cucunya tetapi tidak pernah bosan untuk diucapkan. Sudah berapa filsuf, terutama dari Cina, yang mengatakan hal ini? Sudah berapa guru yang berkata "kantong kotoran" ini? Tetapi mereka sepertinya benar. Daripada bersikukuh menganggap sesuatu itu benar dan menjalani hidup dengan hal tersebut, tidakkah lebih baik kalau kita menjalani hidup dengan bijak dan menerima informasi apa adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;White Nights&lt;/span&gt; © Columbia pictures, 1985&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Persona 4&lt;/span&gt; © ATLUS, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3462072007102914442?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3462072007102914442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/we-are-living-our-lives-abound-with-so.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3462072007102914442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3462072007102914442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/we-are-living-our-lives-abound-with-so.html' title='We are living our lives, abound with so much information...'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7790716866538897846</id><published>2010-03-21T11:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T06:54:32.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnal'/><title type='text'>Jurnal: Rindu</title><content type='html'>Singapura, 9 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mengakui bahwa melihat air yang bergerrak tenag itu akan menenangkan pikiran, seperti halnya membasuh diri dengan air. Maka itu sunnahnya jika marah ambil wudhu. Logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya mendapat sebuah mimpi yang meneriakan keadaan psikis saya, tentu saja membuat saya tidak tenang. Akhirnya setelah makan siang saya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dulu tetapi berlari ke Sungai Singapura mencari kesejukan batin. Tentu saja tidak secara literal, saya naik bus nomor 851 dari depan kampus lalu berhenti di Boat Quay. Setelah berjalan sedikit sambil melihat makhluk laut besar yang bentuknya sangat unik di restoran seafood yang berjejer sepanjang jalan, akhirnya saya tiba di depan sungai, mencari tempat duduk teduh, lalu berpikir. Di depan saya terbentang sebuah badan air yang cukup luas dengan Singapore Asian Civilization Museum terletak diseberangnya. Sepanjang jalan dari bus sampai sekrang saya berharap seandainya ada saja seseorang dekat yang menemani saya dalam perjalanan saya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu. Sebuah manisfestasi emosi yang sangat wajar dalam manusia. Tetapi entah mengapa rasanya kalau merindukan seseorang saya merasa seperti band-band dalam negri yang liriknya terlalu hiperbolik. Tetapi tidak juga. Saya teringat, baru saja kemarin Ibu mengunjungi saya selama tiga hari, membelakan waktunya hanya untuk mengirimkan obat rutin saya, padahal sebenarnya bisa dititipkan. Sangat simpel, Ibu saya rindu sekali pada saya dan ingin melihat wajah putrinya. Seketika saya mengantarkan Ibu ke bandara untuk kembali ke Ibukota, wajahnya terlihat seperti ingin menangis. Wajarlah untuk seorang ibu yang hampir 20 tahun membesarkan anaknya untuk melepaskan anaknya pergi, walau untuk pendidikan. Saya rasa saya juga seperti itu sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin sekarang rindu juga kepada Ayah dan Ibu, tetapi disaat-saat seperti ini saya sepertinya sedang lebih merindukan sahabat-sahabat saya. Mungkin sesaat terlintas pikiran "Kalau Ibu, okelah. Kalau sahabat? Mereka kan bukan siapa-siapa." Entahlah kalau kata orang, tetapi sahabat saya sudah seperti keluarga saya sendiri juga. Bahkan Ayah dan Ibupun sayang kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di ujung Sungai Singapura yang lainnya, saya duduk-duduk bersama dua sahabat saya, Sarah dan Depe (Putri). Kami bercanda, berbagi makanan bertiga sambil memandang keramaian yang ada disekeliling kami. Clarke Quay selalu aktif tiap malam, sebuah tempat yang selalu menjadi kunjungan turis. Kami bertiga berbicara tentang penyanyi pria yang bisa membuat kami terlena, Saya mengeluh kenapa saya tidak memiliki satu pun -- padahal saya wanita. Akhirnya mereka berkonklusi kalau saya memang tidak bisa terlena tapi mudah sekali kagum kalau memang penyanyinya berbakat. Kami tertawa, lalu, karena kebetulan kami sedang menikmati makanan dari negri Ratu Elizabeth juga, Sarah dan Depe meminta saya untuk berbicara dengan aksen Inggris untuk sekedar bercanda. Disela-sela itu, langit malam kami dihiasi dengan mekarnya kembang api. Tempat dimana kami duduk mendapatkan view yang cukup bagus, barulah setelah itu kami berjalan-jalan disekitar sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya baru saja sebulan yang lalu tapi rindunya sudah terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari tadi saya mendengarkan koleksi lagu mellow yang koleksi syairnya seperti perasaan saya sekarang. Yah, mungkin seperti lagu band dalam negri tadi, hanya saja mereka tidak hiperbolik, tetapi lebih kearah simpel, jujur, dan menyentuh. Tidak gombal. Berkumandang sepanjang perjalanan tadi suara seorang artis muda dari negri Ratu Elizabeth, Paloma Faith dengan lagunya "Stargazer". Menurut interpretasi saya (karena setiap orang bisa saja berbeda) Ms. Faith bercerita tentang seorang gadis yang kehilangan orang yang telah memberikan sebuah hadiah kepada hidupnya, bukan hanya cinta, tetapi juga kebijakan, dan pelajaran hidup dengan diungkapkan sebagai "bintang-bintang". Di bagian refrainnya Ms. Faith mengumandakan bagaimana si gadis tidak akan lagi bersinar tanpa kehadiran orang tersebut. Walau sahabat-sahabat saya tidak sepenuhnya menghilang, tetapi perumpamaan "mencari mereka diantara bintang" itu sangat indah bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat sebuah cerita lagi tentang sahabat saya. Dulu ketika saya duduk di kelas dua SMP, saya punya empat orang sahabat; Dayat, Unggul, Febby, dan Mirza. Sampai sekrang saya masih terus bersama Dayat, Unggul, dan Febby. Tetapi Mirza sempat menghilang. Dulu kami yang waktu itu masih polos sempat kesal padanya karena ia pada akhirnya bergaul dengan kumpulan anak-anak yang suka mengganggu kami. Kami akhirnya pasrah dan tidak berhubungan dengannya lagi. Suatu hari Febby bercerita pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue ketemu Mirza!" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kaget. "Hah!? Kok bisa!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirza satu kampus dengan Unggul, tapi memang dasar Unggul yang sifatnya yang super gengsi dan "sok-sok tidak sensitif" itu tidak pernah bercerita banyak soal Mirza. Tapi Unggul pernah bilang, Mirza ingin berkumpul dengan kami berempat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Febby yang sedang pergi ke acara kampusnya Unggul tiba-tiba dipertemukan dengan seorang pria tinggi yang diseret-seret oleh Unggul. Unggul dengan luwesnya bilang "Noh. Masi inget ngga?" Mirza tadinya berpikir dulu sedangkan Febby cuma bisa termangu melihat kalau Mirza tetap tinggi, sementara Febby yang kecil tidak tumbuh-tumbuh. Dan dengan terkejut Mirza menyahut "Febby!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Febby bilang kalau Mirza ingat semuanya. Ingat kapan terakhir kali kelimanya ada bersama dan berharap berkumpul bersama lagi kalau Dayat pulang dari Akademi Militer nanti. Febby terharu, sekalipun itu melihat Unggul dan Mirza yang kembali akrab dalam menggodai Febby. Saya juga. Mungkin memori baik itu masih melekat padanya dan saya rasa itulah sahabat. Kami berlima dulu termasuk anak-anak yang entah atas dasar apa tidak terlalu disukai oleh anak-anak lainnya sampai mungkin hanya Mirza saja yang berhasil bergabung dengan anak-anak lainnya itu. Tapi karena mungkin itu juga makanya kami jadi sangat dekat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di masa itu, ketika saya pulang dari Medan di malam hari saya menulis sebuah cerita pendek dengan tokoh "Febby" dan "Mirza" di dalamnya, sebagaimana keduanya adalah yang paling muda dan paling tua diantara kami. Terbukti dari sifat Mirza yang kekakakan dan Febby yang "bocah" dan paling sering diusili. Disitu bercerita bagaimana keduanya duduk-duduk berdua sambil memandang bintang di langit malam liburan mereka bersama tokoh "Dayat", "Unggul", dan "Manzo" yang sudah tertidur pulas hari itu. Keduanya berkhayal seperti apakah mereka nanti di masa depan dan ingin jadi seperti apa, berpikir apakah semuanya akan sebaik saat itu. Saya rasa akan saya bongkar lagi lemari buku saya liburan nanti, mencari apakah buku yang saya tulis tentang itu masih ada atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya jadi teringat. Masa itu, Febby suka sekali dengan film animasi berepisod yang pendek yang berjudul "Twin Spica". Bercerita tentang empat orang anak SMP yang berharap suatu saat nanti bisa pergi ke luar angkasa dan drama tentang persahabatan mereka. Lagu temanya merupakan lagu tembang era 60-70an dari Jepang berjudul "Miageta goran, Yoru no Hoshi o" -- "Coba lihat keatas, kearah Bintang di Langit Malam" yang kurang lebih isinya sama dengan cerita film tersebut. Saya ingat bagaimana lagu itu menjadi lagu kami semua. Lagu yang diputar ketika kami ada bersama, bermain maupun belajar menghadapi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cerita tentang Sarah dan Depe juga Mirza hanyalah contoh kecil. Ketika saya berjalan sendirian di pulau kecil yang suasananya jauh lebih enak dari Jakarta ini, kadang saya teringat mereka. Betapa nikmatnya jika saya bisa membagi pemandangan yang sedang saya lalui ini bersama mereka. Betapa menyenangkannya duduk di bis dan menikmati seluruh kota dari ujung timur ke tengah kota. Kadang saya suka berpikir kalau di Jakarta itu yang kami bisa lihat hanyalah mall. Tapi sekali saya pernah bersama Febby dan Yuli benar-benar menikmati kota Jakarta. Mungkin tidak senyaman Singapura, tetapi mungkin pengalaman itu jauh lebih menyenangkan daripada hanya sekedar berputar-putar di mall. Mungkin ketika saya berjalan sendirian, saya cukup berpikir alangkah baiknya jika kita sama-sama membagi hal yang mungkin tidak dirasakan secara fisik ini. Mungkin ini bentuk rindu saya. Tapi mungkin, jika perasaan rindu ini tidak ada, mungkin hubungan kami tidak terasa seberharga ini. Hanya mungkin, jadi mungkin saja ada arti yang lain dari perasaan saya ini dari sekedar rindu. Rindu orang lain yang mungkin tidak sedarah dengan saya tapi hubungannya saya rasakan erat di dalam benak saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7790716866538897846?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7790716866538897846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/rindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7790716866538897846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7790716866538897846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/rindu.html' title='Jurnal: Rindu'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-2610255016956240312</id><published>2010-03-04T02:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-27T01:56:16.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Manusia dan Dunianya III</title><content type='html'>Singapore, 2 March 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it okay if I hope if things will go better on Obama's reign? I dunno, is it me who was still really young at the time so I don't really understand anything, or the world really began to screwed since Bush took the charge? I notice, aside the sexual scandal thing, nothing much is happening during Clinton's regiment. Things really began to screwed up on Bush's. Terrorism, big-frontal-eye-opening war, economic breakdown, and everything. I thought we had enough with antisemitism, now we're creating Islamophobia. Yet perverted Shinto and Hindu never bug those extremist. Not religiously speaking, it's just weird. It's not 'not fair' either, it's just weird.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I may not jumped on problems like this but the thing is USA is the most (or probably obsessed to be the most) influential nation that ever existed. They put their asses to almost any problem in every single part of world. I remember once I read about this article, but there is this concept that the Americans created that their government will save the other nations. That would be a missionary concept thing to motivate them to excel and created what they have become now. US has great hold of the UN, US buddies other large countries on Europe, they have this "secret societies" going on, and whatever mystery that CIA beholds. (Let's just say that US is a) He pretty much holds everything in the world so if they tell to cut the world in a half most people would likely do it, even if most people opposes, Americans always have the way to prevent opposition to happen. So if another extremist person rules dear brother USA, you can guess what will happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Come to think of it, things are quite good enough in Suharto's reign. Until for whatever--wait, Suharto was accused for doing in-authority corruption wasn't it? Somehow I feel that this might have some connection to the raise of SBY and that shadowy organization who controls him. They let Indonesia suffer a little bit until they finally get their hands on the government then start to build Indonesia the way that they thing would be best...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But of course, that was just my work of fanfiction. I don't know what's happening either and the fanfiction I just created on previous paragraph has too many plot holes, perhaps you can use it to oppose me or fill the holes instead. Or perhaps I just miss the 90s. 90s was the nicest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While were on the 90s, I still remember about the 98 riot. I hid under my bed and my dad was quite a figure in his job, made us having one of the latest BMW as our family vehicle. Then there was this gossip about how the wealthy will have their house burnt by the masses, it definitely scared me. Not that I superficially enjoy my dad's wealth (I'm not even aware of it, they never gave me much toys as my friends does so I think we were pretty ordinary), but I just didn't want a simple stupid reason like having a BMW in our garage allows strangers to burn your house and family down. Hell, I didn't even knew what was the market of BMW at the time. All I know that that car is super cozy and homely and no one lay hands on my family. What more can a 8 year old little girl could think at the time? So I found that experience was rather abusive than traumatic. Do you imagine how many children suffered the same fear at the time? Ruthless adults, I thought. But perhaps this is just the way the world goes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, I kinda have a question as well. Is it me or is it like there was this kind of magic that lets Noordin M. Top (my dear sworn enemy since high school, yea, he made my life hell back then *lol*) captured only a month after the second Mariott bombing on 2009. Weirdly enough, it was done by the special force team that was built 7 years prior (just a year after the first Bali 2002 bombing) to the raid and trained by the US National Services. I remember my brother who is as just as freakishly into social science as I am jumped at me telling Noordin M. Top has just been captured. He said, "You have to see this special force! They trained by the CIA!". While he opened wiki and other articles, I sat down and made my own rebus bubble: (Terrorist+relatively new special force+relatively fast investigation+US Government=????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You might wanna help me find the answers. Algebra alone cannot define the answer and nothing justifies the right or wrong. In the end of the day, we just believe want we want to believe after all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generally, US is not entirely bad. They created things I adore and like for years. But sometimes, growing up as an adult makes you sees the point of view you don't want to see and it rapes you, in a sense. Not that I changed my point of view, but sometimes they persuades you through and through. That sucks. Sometimes they judge you such things like "if you're using US products that means you pro to their tyranny" or "we will banish you if you like what US had created and such". But I guess, it's not just US. This world created with dark and white sides and we're basically taking only the grays, so there must be a conspiracy or I would prefer it to be called "propaganda" behind every single thing. If you're saying McDonalds is created to make profit for the US to do another invasion, then what about the other things that the other country created? Don't you think anime is mindraping so many people, preferably the youngs, not to mention how it turns so many adults into lolicons, but you never justify anything to Japan? So everyone creates their bias, it spreads and it become a theory, the theory gets wild, thus creating paranoia. It has that kind of mechanism and I think is natural because we're humans, we're created to think better and seek for what is defined by "right". Since we also have emotions, what we think affect how the way we feel. What we feel sometimes creating the urges on our desires that makes us act based only on what we feel instead of rethink about it again. Once I also wrote a note how point of view can be controlled by our ego and how our ego pushes us to persuade people to see in the same point of view as we are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhaps the whole universe is God's conspiracy to select what's the worths of humans and what's not.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-2610255016956240312?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/2610255016956240312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-iii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2610255016956240312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/2610255016956240312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-iii.html' title='Manusia dan Dunianya III'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-8514880524693686839</id><published>2010-03-04T02:26:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T02:29:40.574-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Manusia dan Dunianya II</title><content type='html'>Singapura, 25 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil saya terlahir objektif. Terlahir kritis dan skeptis. Saya tidak mudah percaya, tidak mudah juga terhasut, dan tidak mudah menentukan sudut pandang. Mengapa? Karena saya tahu bahwa setiap manusia akan mempengaruhi manusia-manusia lain untuk mendukung sudut pandang yang mereka ciptakan. Sama seperti saya yang menuturkan apa yang saya tuturkan disini, tanpa sadar, di dalam ego saya yang terkubur, saya mengininkan Anda untuk setidaknya setuju dengan apa yang saya tuturkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki sistem yang mereka kenal sebagai "opini". Opini memfasilitasi manusia untuk mengutarakan apa yang mereka pikirkan dan rasakan terhada suatu subjek. Opini memilliki kesan yang jauh lebih pribadi daripada komentar. Komentar bisa meraup apa saja, sedangkan opini datangnya dari dalam diri kita manusia, sebagai makhluk yang dapat berpikir dan punya nilai dasar moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini-opini yang diciptakan oleh seseorang akan membentuk sebuah sudut pandang. Sudut pandang seseorang adalah bagaimana orang tersebut secara general menanggapi sesuatu di dunia ini dan juga di dalam dirinya. Kembali kepada natur manusia yang egosentris, manusia akan menkankan sudut pandangnya kepada orang lain. Sama halnya akan keinginan akan opininya di dengar oleh orang lain. Karena sudut pandang halnya sudah lebih besar daripada sebuah opini, maka ego yang ditekankan di dalam sudut pandang otomatis akan lebih besar daripada opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sudut pandang setiap manusia di dunia ini berbeda, sama seperti sidik jari, tidak ada satupun yang sama. Mungkin mirip, tetapi tidak sama. Jika kita bayangkan, menghitung jumlah manusia di dunia ini, dengan sudut pandang yang saling dipaksakan di dunia ini, bisa Anda bayangkan betapa hebatnya gesekan-gesekan yang timbul dari satu sudut pandang ke sudut pandang yang lainnya? Tentu saja mengerikan bukan? Hal tersebut dapat kita lihat dari perdebatan kecil antara satu individu ke individu lainnya sampai kearah penyerbuan satu ras/agama ke yang lainnya. Semata karena perbedaan sudut pandang dan kpercayaan.&lt;br /&gt;Kepercayaan, bukan berarti terbatas akan sudut pandang religi, tetapi apa pun yang berupa informasi, pengalaman, memori, yang pernah kita alami dan kita anggap secara keseluruhan. Sama seperti seorang anak percaya kalau ia baru saja melihat figur Kakeknya yang telah meninggal sedangkan orang tuanya tidak percaya karena menurut orang dewasa tidak mungkin seorang yang telah meninggal kembali lagi ke dunia orang hidup. Anak itu tidak memiliki informasi sains menyangkut kematian seperti yang orang tuanya punya, tetapi ia memiliki pengalaman akan melihat sendiri figur Kakeknya tersebut. Sama seperti pandangan politik dan agama. Para anggota partai mendukung kandidat mereka karena mereka percaya atas kandidat mereka. Atau bagaimana fans dari dua klub sepak bolah yang bertanding membuat kerusuhan besar semata-mata karena hanya ingin memaksakan kepercayaan mereka atas tim yang mereka anggap paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keagamaan, kepercayaan tentu saja adalah hal yang sangat dasar. Seorang umat beragama percaya atas agama mereka karena ia telah memenuhi syarat untuk percaya seperti menerima informasi, mengalami, dan membuktikan. Disinilah sudut pandang mulai berperan dan bergesekan. Bahkan kedua orang yang berbeda agama bisa saja memiliki sudut pandang yang berbeda. Perang antar konsep agama ini bisa dibilang fenomena menarik untuk mempelajari ego manusia karena peluangnya sangat tidak terbatas dan kita bisa melihat seberapa kuat manusia mengeluarkan naluri bertahan mereka untuk membela sudut pandang masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknis defensif manusia dalam membela sudut pandang mereka sangat bervariatif. Manusia akan membagikan pengalaman yang memberikan bukti dari hal yang dipertanyakan dari sudut pandang mereka, mengutip informasi bahkan memanipulasinya, termasuk juga mengancam dan mengeluarkan kekerasaan jika super-ego mereka sudah mengontrol mereka secara berlebih. Saya ingat beberapa minggu lalu ketika saya sekeluarga sedang bicara tentang mengapa umat Muslim dilarang mengucapkan "Selamat Natal" kepada umat kristiani. Menurut saya, hanya sekedar memberi ucapan selamat adalah hal yang sangat dasar bahkan kadang tidak dilakukan sepenuh hati. Saya berargumen, "apakah kalau begitu memberi ucapan selamat ulang tahun tidak diperbolehkan juga?". Mereka memberitahu secara teknik informatif, dengan memberikan ucapan "selamat natal" kepada umat kristiani berarti kita menganggap kebenaran bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Itu adalah salah satu metode mereka memaksakan sudut pandang mereka terhadap topik yang sedang dipertanyakan tadi. Tentu saja saya menggugah bahwa saya tidak percaya Yesus dilahirkan pada tanggal tersebut karena 25 Desember adalah tanggal penyesuaian dari kultur daerah setempat yang menganut ajaran Kristiani pada awal penyebarannya. Dilanjutkan dengan teknik manipulasi pembicaraan, orang tua saya berkonklusi; kalau Anda tidak percaya bahawa Yesus dilahirkan pada hari tersebut, maka jangan ucapkan selamat hari natal. Itu tanda bahwa Anda mengakui bahawa Yesus dilahirkan pada hari tersebut. Kecuali Anda mengucapkan dengan metode "Selamat Hari Natal kepada yang merayakannya" atau "Selamat untuk Anda yang sedang merayakan hari Natal" dimana itu ditujukan untuk si peraya bukan kita yang tidak merayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung bukan? Itu masih tergolong perdebatan dasar atas pembelaan sudut pandang dalam manusia. Sampai sekarang saya tidak menganggap Natal sebagai hari perayaan agamis untuk lahirnya Yesus, tetapi juga tidak mempraktekan ajaran Islam yang terlalu mengekang. Karena saya punya sudut pandangan sendiri juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manipulasi dan persuasi adalah salah satu bentuk yang paling sering digunakan untuk menekankan sudut pandang. Mekanismenya hampir sama dengan pencucian otak. Pencucian otak terjadi ketika basis dan fondasi sudut pandang seseorang atas hidupnya sudah berhasil diubah secara absolut oleh orang lain dimana hal tersebut menciptakan sebuah sudut pandang baru yang sama sekali berbeda dengan sudut pandang sebelumnya. Dalam hal agama, contoh yang saya tahu akan pemaksaan sudut pandang semacam ini adalah proses Kristenisasi dan ajaran Radikal Islam. Saya akan bahas lebih mengenai bagaimana pencucian otak dilakukan di Islam karena saya lebih kenal agama ini dan dibesarkan dengan nilai-nilai ajaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling jelas adalah bagaimana mereka menginterpretasi ayat-ayat Al-Qur'an. Menurut saya sendiri, Al-Qur'an bukanlah hanya untuk dibaca dan ditelan mentah-mentah. Maka itulah ada istilah "tafsir" dan membaca Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia disebut "mengaji" yang diambil dari kata dasar "kaji". Sayangnya kebanyakan dari para pemimpin gerakan Radikal Islam dan sebagainya itu cenderung menelan mentah-mentah susunan ayatnya ketimbang memikirkan baik-baik maknanya. Contoh paling mudah adalah "jihad". Entah umat Muslim yang mana yang menafsirkan bahwa jihad berarti perang, membasmi, membantai, dan membunuh. Hal ini memberi pengaruh besar karena sistem manipulasi, persuasi, dan pemberian sugestinya yang hebat, ia berhasil membuat hampir semua umat muslim percaya dan mengakui bahwa itulah arti jihad yang sesungguhnya. Bahkan ia membuat para umat non muslim percaya juga bahwa arti jihad yang sebenarnya adalah demikian. Ia membuktikan bahwa adanya umat Muslim yang disiksa dan dibasmi entah di belahan dunia yang mana dan sebagai umat Muslim lainnya, ia percaya dan mengajak untuk "berjihad" demi membela agama tersebut. Maka dari hal tadi terciptalah sebuah pengubahan sudut pandang secara masal atas konsep "jihad" dari arti dan makna dalam yang sebenarnya dengan datangnya umat Muslim yang berbondong-bondong dan berbuat barbar atas alasan "jihad" dan meyakinkan orang yang dibantai mereka (berikut juga orang yang menyaksikannya) kalau mereka melakukan hal tersebut karena "jihad" dan "atas nama Allah". Dari hal ini kita bisa melihat bahwa prosesnya mencakup pemanipulasian informasi, pengkoleksian bukti, berikut penanaman sugesti/persuasi yang intens. Untuk dalam kasus jihad, para manusia tersebut juga mempraktekannya karena mereka menganggap "jihad" adalah kata kerja. Hal ini menciptakan suatu pandangan baru dimana akhirnya orang non Muslim menganggap bahwa Islam adalah agama yang kurang ajar dan tidak berkeprimanusiaan. Jika kita pikir-pikir lagi sebagai manusia, tidakkah hal ini justru ditimbulkan dari ego dan keinginan sesorang untuk mempaksakan sudut pandangnya atas apa yang ia percaya? Agama hanyalah sebuah konsep dan ilmu, yang bersikap dan mengaplikasikannya adalah manusia. Bagaimana manusia yang menganut agama tersebut mengaplikasikan apa yang telah ia proses dari pemahaman agamanya lah yang menciptakan imej bagaimana agama itu di mata orang yang menganutnya. Menurut saya semua agama, termasuk Islam, mengajarkan untuk mencari ketenangan di dalam jiwa dan diri masing-masing begitu juga sekitarnya. Saya menilai ini secara objektif, bukan karena kartu identitas kenegaraan saya mencantumkan "Islam" dalam kolom agama saya. Karena sebagai perbandingan, ayah saya dan para radikal itu sama-sama beragama Islam. Tetapi ayah saya boro-boro membunuh manusia, memukul anaknya saja tidak pernah. Hal-hal seperti itulah yang saya rasa menimbulkan presepsi tentang sudut pandang suatu subjek secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga agama Yahudi di mata umat Islam. Umat Islam menganggap Yahudi itu kejam dan tidak berkeprimanusiaan juga, karena membantai banyak sekali umat mereka, untuk kasus yang paling konkrit, di Palestina. Tetapi kalau kita telusuri kembali, agama Yahudi yang autentik justru adalah ajaran yang nantinya akan melahirkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang terus saja diberikan informasi yang berupa dan berbagai macam. Apalagi sekarang informasi adalah hal yang sangat mudah sekali didapatkan dan kadang integritas dan harganya kerap kali dipertanyakan. Informasi, adalah hal yang paling halus dalam pembentukan suatu sudut pandang. Ia mudah sekali dimanipulasi dan diinterpretasikan sesuai dengan kehendak dan nafsu si manusia yang menangkapnya. Manusia memiliki naluri untuk ingin tahu dan belajar. Semakin banyak informasi yang ia terima, akan semakin menentukan sudut pandang yang akan ia ciptakan. Ego dan keyakinan atas sudut pandangnya akan membuat ia lebih defensif dan memperjuangkan sudut pandangnya tersebut. Kembali lagi dalam konteks agama, umat Islam kerap kali diperintahkan untuk "berjihad" atas agamanya. Hal ini menurut saya berpengaruh terhadap kekuatan ego para umat Islam untuk mempaksakan sudut pandang mereka (dengan cara yang sangat tidak efisien tentunya) dan meng-alter-kan arti sesungguhnya dari "jihad atas agama" mereka tersebut. Hal ini semua dipengaruhi akan kondisi kejiwaan manusia pada dasarnya dan bagaimana manusia punya nafsu untuk mengikuti hal yang cenderung memaksakan kemanusiaan mereka terhadap manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bicara subjektif, saya menulis hal ini bukan karena saya mengakui bahwa umat Islam itu brutal dan tidak berperasaan. Apalagi karena saya mau menyebarkan agama baru dan mencuci otak "umat Islam yang mengikuti nafsu mereka itu" untuk tidak berperang di agama Allah. Yang saya katakan tadi, setiap manusia punya sudut pandang mereka sendiri. Saya percaya terhadap sudut pandang saya sendiri dan saya tidak akan terpengaruh dengan apa yang menurut saya tidak berjalan dengan logika atau norma manusia pada umumnya. Kembali lagi, saya merasa hal ini bukan dikarenakan atas ajaran agama tetapi bagaimana individu memproses dan memberi sugesti terhadap dirinya sendiri terhadap ajaran agama tersebut. Jika satu individu pada dasarnya berpikir negatif dan mengikuti nafsunya saja, maka ajaran agama yang seharusnya benar pun akan jadi salah. Sebagai manusia tentunya kita lebih baik merenung dan berpikir matang-matang daripada hanya sekedar memikirkan sisi negatif dari suatu hal. Saya sendiri bangga atas ajaran agama Islam, tetapi tidak bangga kepada manusia-manusia yang merusak ajarannya. Begitu juga bagaimana agama Yahudi dan Nasrani sudah banyak berubah sekarang. Rasanya sayang, dari arti ayat surat perintah berjihad di Al-Qur'an yang menurut saya begitu dalam dan membangun kepercayaan diri diinterpretasikan menjadi suruhan manusia untuk saling membantai satu sama lain dan dengan asalnya mengatas namakan Tuhan. Tidakkah Allah berkata bahwa "dianjurkan atas engkau untuk berjihad, tetapi Allah tidak suka kalau kau melampui batas"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara saya untuk memaksakan sudut pandang saya terhadap Anda sekalian, tidak hanya umat Islam, tetapi semua manusia pada umumnya, sadarkah Anda kalau sudut pandang Anda selama ini dikontrol terhadap reaksi ego Anda sendiri dari apa yang ada pelajari, alami, dan pahami? Saya rasa ini waktunya untuk kita semua sebagai manusia untuk berpikir jauh lebih dalam, paling tidak terhadap diri kita sendiri, demi mencegah interpretasi pikir pendek yang menjerumuskan kita untuk cenderung menekankan ego kita dan menciptakan benci terhadap umat manusia lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-8514880524693686839?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/8514880524693686839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8514880524693686839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/8514880524693686839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-ii.html' title='Manusia dan Dunianya II'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-191246887121080399</id><published>2010-03-04T02:18:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T02:26:43.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta pada kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Manusia dan Dunianya I</title><content type='html'>Jakarta, 12 Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wonder, what makes authority and money that special. Which leads to the concept of "privilege". Why "privilege" exists? Is "privilege" used to honor the higher?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, anggaplah seorang pemimpin. Pemimpin itu berbeda dengan penguasa. Pemimpin itu "memimpin", sedangkan penguasa "berkuasa". Kalau "privilige" diciptakan untuk menghormati seseorang yang statusnya diatas kita, maka pemimpin dan penguasa adalah salah satu diantaranya yang mendapatkan "privilige" tersebut. Tetapi jika memang pemimpin itu hadir untuk memimpin, maka apakah seharusnya ia tidak butuh "privilge" tersebut? Semua orang tahu, pemimpin hadir untuk mewakili orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin butuh orang untuk dipimpin, kalau tidak, maka ia tidaklah lagi disebut "pemimpin". Semua orang juga tahu kalau pemimpin butuh mendengarkan apa saja yang diucapkan orang-orang yang ia pimpin, jika tidak, maka ia tidak ada bahan untuk dipimpin. Yang pasti, seorang pemimpin harus lebih bijak, sabar, dan berani mengambil keputusan yang terbaik untuk orang banyak. Intinya, kita semua tahu teori dan syarat apakah yang dapat menjadikan seseorang untuk menjadi "pemimpin". Karena itulah, seorang pemimpin hadir untuk orang yang dipimpinnya dan memberika apa yang ia dapat untuk memimpin orang-orangnya. Jadi dimanakah letak "privilege" untuk seorang pemimpin kalau ia kurang lebih sama saja dengan orang-orang yang dipimpinnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya akhir-akhir ini orang seringkali menyamakan "pemimpin" dan "penguasa". Orang tidak bisa membedakan yang mana "pemimpin" yang mana "penguasa". Ayah saya adalah pemimpin bagi keluarganya, tetapi bapak presiden adalah penguasa. Tapi akhir-akhir ini semua orang menyebut bapak presiden "sang pemimpin", padahal sudah jelas sekali kelihatan bedanya. Okelah kalau soal bapak presiden itu adalah "kaki tangan dari penguasa yang sesungguhnya", tapi intinya ia mewakili para penguasa itu juga kan? Nah maka itu, kembali lagi ke pertanyakan yang diajukan tadi, pemimpin yang tidaklah lagi menggunakan akal budi dan kebijakannya, tetapi malah mengikuti ego dan nafsunya, ia akan mudah sekali berubah jadi seorang penguasa. Mengapa? Karena itulah, ia merasa "priviliged". Ia menganggap dirinya lebih bijak, lebih pintar, dan lebih berani, maka ia pun harus mendapatkan hal yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya hal ini adalah hal yang sangat mudah sekali dipahami. Saya rasa anak TK pun bisa membedakan yang mana yang disebut pemimpin dan yang mana yang disebut penguasa (yang membuat saya menjadi berpikir, mungkin ada baiknya jika saya menanyai anak-anak TK lokal tentang "pemimpin" dan "penguasa" untuk melengkapi pendapat saya. Jawaban mereka bersih dan jujur, tidak dipengaruhi oleh ilmu, teori, dan imej akan jawaban yang mereka berikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih soal kekuasaan dan kekayaan, saya jadi teringat tentang pembicaraan saya dengan seorang teman minggu lalu. Kami sedang mempelajari teori konspirasi "New World Order". Kami membaca dari berbagai sumber, menonton video tentang mereka, dan mengupas apa yang kira-kira mereka lakukan dan mereka rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya dengan teman saya tersebut; "Kira-kira mereka memperlakukan manusia dengan cara seperti ini tujuannya untuk apa? Ini sama sekali tidak memberi keuntungan apapun terhadap manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan teman saya dengan mudah saja menjawab; "Yah, sama seperti yang sudah-sudah. Mereka mengejar kekuasaan dan kekayaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok guru mengaji kami datang ke rumah. Saya ingin bertanya apakah di Al-Qur'an atau hadis Nabi SAW ada frase yang dengan spesifik menyatakan bahwa kekayaan dan kekuasaan itu adalah salah satu nafsu besar manusia yang merugikan dan sulit sekali dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, natural sekali untuk manusia mengikuti hawa nafsu mereka. Kalau kebanyakan orang bilang "manusia itu egois", saya lebih suka dengan istilah dari Sigmund Freud. Manusia cenderung kalah dengan Super-Ego mereka. Karena Freud mendefinisikan bahwa super-ego lah yang didasarkan hawa nafsu. Sayang sekali saja rasanya kalau sebenarnya manusia itu punya kemampuan yang jauh lebih berguna ketimbang menyusahkan manusia atau makhluk hidup lainnya karena super-ego tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya mentertawakan manusia, padahal saya sendiri juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini saya juga sering berpikir, "Benarkah hak seseorang untuk bagaimana ia menanggapi sesuatu atas penilaian dirinya sendiri, bukan atas pengaruh orang lain?" dan juga "Benarkah juga hak seseorang untuk mempercayai apa yang ia percayai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia dan pikiran manusia ini kadang memang terlalu kompleks. Padahal kami hanyalah sebagian kecil dari jagat raya, yet sudah sangat kompleks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-191246887121080399?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/191246887121080399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/191246887121080399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/191246887121080399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/manusia-dan-dunianya-i.html' title='Manusia dan Dunianya I'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-3490279067694111405</id><published>2010-03-04T00:15:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T08:24:31.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='satir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita rumah sendiri'/><title type='text'>Percakapan dua Mahasiswi absurd memandangi negrinya yang sedang Rapat Paripurna di Tengah Malam</title><content type='html'>*Via Yahoo Messenger, dengan sedikit editan*&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depe:&lt;/span&gt; njooo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; maaf njo lagi nonton metro&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; parah ini lagi parah banget kasusnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; masa depan Indonesia lagi di sini&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;oh sori ganggu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;wah wah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;masih soal paripurna?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;yaa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;lo tau kan?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;akhirnya C yang menang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; opsi C!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; ALHAMDULILAAAAH&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; tapi yah biasalah lagi pada heboh aja daritadi makanya gw manteng di tv sampe&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; emang gimana sih?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; gue ngga terlalu follow&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; iyaa kan pansus udh selesia tuh rapat2nyaa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; naah ada 3 opsi yang di kasih pansus yang harus dipilih nih sama fraksi paripurna&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;opsinya apa aja? (ngga nonton dari episode pertama ceritanya)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; naaah kan kalo A itu opsinya kasarnya kasus ini di closed lah, gak ada apa-apaan, kalo B itu abstain dan daritadi di bilang yg milih abstain itu banci, haha kalo C jelas pada mau ngebahas dan memproses secara hukum orang2 yang jelas apada salah seperti boediono n sri mulyani beserta komplotannya~&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;GILAAAAA! PARAH ABIS~&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Terus PKB 25 orang milih A, tapi anaknya gusdur sendirian milih C!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; SISANYA paada C semuaaa, tapi vote ulang kan gw gak terlalu ngikutin kenapa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; naaaah pas vote kedua masih sama&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; wah seru!!! O,o&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; tapi sialannya tau tau PAN pindah ke A! najis banget kan? tau deh, di pengaruhin kali ma demokrat!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; naaaaaaaaaaaaaaaaaaaah sekarang udah kepilih deh jo pilihannya c!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;hehehe makanya gw sama sarah lagi seneng banget&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;*udah males juga bisa jadi lol*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; pasti C nih?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; iya mudah2an sih beneran c, kalo sampe di tunda lagi gw rasa bakalan ada demo yang lenih parah dari ini&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; buka metro ah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; iyaa jo, buka lah buka. lo tonton deh mantep abis nih sumpaaaah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Manzo pun menonton metro TV via streaming*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;bener kata lu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; 98 kedua kali iya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; iya makanyaa, gw sama sarah udah khawatir banget bakalan ada 98 kedua seharian in i&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; masalahnya td udh ada mahasiswa luka luka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; dan setau gw sihhh sampe malem ini masih banyak manahsiswa n pendemo depan gedung dpr mpr&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; iya gue baca di kompas kemaren O.o&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; udah gitu td pas nonton gak pentingnya ada om gw gitu wkwkwkwkkwkw&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; untuuuuuung aja dia milih C! dari hanura sih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; hebat loh hanura gerindra pada c&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; ga heran, saingannya SBY kan, pas demokrat anjlok pada kesenengan dah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; wahahahahhaa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; hahah sumpah yah tadi kan itu acarnya live, tapi dr breaking news kan. Nah ada salah satu fraksinya PAN di acara breaking news lagi sama Najwa. nah kan si PAN pindah2 nih, si Najwa enak banget gitu ngomong; "Pak, gimana nih, td kalo abstain katanya banci, terus kalo pindah2 banci juga dong?" Terus si bapak menjawab; "Wah mbak, kalo di katain banci bisa ada yang tersinggung. Yah namanya juga politik kan bisa dong berubah pandanagn dan blaaaa blaaa ~~" sejuta deh alesan ngelessnya!!!! Terus si Najwa bilang "Oh bukan banci, kalo gitu apa dong namanya kalo bukan banci??" (Depe ketawa ngga keruan)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; paraaaah! gila banget Najwa, udah deh si fraksi ngelessssssss aja bisanya! tai bener&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; hahahahahahaha&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; wahahahahahahahaha&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; opsi AC apa nih pe?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; AC itu gak jelas!!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;tadi gw sama sarah juga bingung! ac itu gabungan dari a sama c&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; GIMANA COBA CARANYA???&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; pada gila, itu mah usulnya demokrat (yang pada milih A deh pokokny)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;bukan opsi air conditioner gitu?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; jadi yang ketuduh2 itu pada suru beli AC&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; gw mikir juga td air conditioner&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; atau gak mungkin ACFC&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; AC MILAN&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; ACi molen!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; ACapedeeeeeee~~!!!!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; ACiiiiiiimnmmmm!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lalu Manzo dan Depe tertawa puas atas terusulkannya opsi AC yang super maksa tersebut*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; manjoooo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; duh lo udah teler belum?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; ngga jadi teler gara2 buka metro!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; soalnya gw mau manteng depan TV&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; HAHAHAHHAHAHA MASA DEPAN GW NIH!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; ggyah! (melihat para fraksi bernyanyi lagu perjuangan di dalam gedung)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; pada nyanyi2 dah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; emang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; kacau tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*The Show goes on sampai akhirnya ditetapkan opsi C lah yang diambil di sidang tersebut. Acara berubah ke Nona reporter Najwa Sihab mewawancarai dua orang dari fraksi yang ikut sidang*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;si bapak batik abu-abu ini ngomongnya ka iklan A mild lol&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; talk less do more!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Hauahahahaha bapak-bapak batik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Nah ini sih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Si fraksi pan tadi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Yg gw ceritain&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; bwahahahahahahahaha&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Anjrit Najwa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Nanyanyaaaaa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Kacau ahhahahahaha&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Gw harus banyak belajar sm dia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; menunjukkan bahwa lady announcer ini bukan cuma beauty aja lol&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe&lt;/span&gt;: Iya gila dia berani begitu, terus frontal gila&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Buset deh gada takut-takutnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Suaminya ntar gimana o.O&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; gue rasa mungkin dia udah fed up juga ama orang2 kaya gitu lol = (Mbak Najwa sudah bosan menanggapi politikus yang seperti itu)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Hahahaha iya tiap hari dia ketemu gitu, Jo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Tapi bsk rapat paripurna lagi jam 9&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;pagi?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; berarti sini jam 10&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Iyaa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; bangun pagi lagi kita wahahahaha&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Bsk juga pasti rame lah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Haaahh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;eniwei&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; bener juga kata Najwa tadi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;kebenaran ada dua sisi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; terus gue jadi mikir&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;di point kan kalau kesannya opsi C ini heroik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;sedangkan A tuh pecundang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;terus gue jadi mikir&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;para fraksi yang membela opsi c kaya menggunakan kesempatan tsb buat main politiknya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;terus nanti tau-tau ada konspriasi lagi lol dalam penyelesian century&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; lingkaran setan deh jadinya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;*absurd abis ya pikiran gue =__=*&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Nah itu ngeri juga, emang aga setan sish tu pikiran tp bisa jadi aja jo add yg kaya gt.yah namanya juga politik ga stabil n brantakan gini kan wajar ya kl jd pd ngambil ksmpatan buat nyapai tujuan masing2&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; yup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Lalu direview ulanglah kejadian ricuh di luar gedung DPR kemarin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Kenapa sih hrs bakar2an&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Heran dah gw&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; biasalah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;pada pyromaniac semua&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; kali ada nyamuk dirumahnya, rumahnya dibakar juga kali&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Kalo ngerusak pada jago&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;makanya harus ada bakar2an&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; ini nih yang gue ngga suka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; kalau iya mau bangsanya bener, kenapa masih pake gini-ginian&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Makanya itu jo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;kaya anak kecil&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; anak kecil aja masih bisa pull proper manner PLIS&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Bukan anak kecil lagi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Kaya binantang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Binatang aja ga gitu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Astaga&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Sumpah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Anarkis! Brutal, serampangan, ga brmoral (bangga lagi, hohoho)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Ngeliat ini gw pgn pindh warga negara&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; tapi pe kalau orang kaya kita ini pindah WN&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo:&lt;/span&gt; mo nyisain orang kaya gini doang disini?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manzo: &lt;/span&gt;yah either lu harus punya nasionalisme yang bener-bener tinggi dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mau idup ngga dihargai orang demi bangsa lu&lt;/span&gt; memang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe: &lt;/span&gt;Ahahahahahaitu dia jo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Yang slalu gw pikirin, gimana juga gw sayang Indonesia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depe:&lt;/span&gt; Gw gamau ni negara terus-terusan isinya bgini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah itu Depe dan Manzo sama-sama memutuskan untuk tidur. Berhubung besok Depe sekolah dan Manzo udah ngga tidur bener hampir seminggu gara-gara habis ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yah, bagaimana juga kami ini hanyalah mahasiswa. Rakyat kecil, masih kecil, jangankan didengar wakil rakyat, sama orang tua saja kadang kami masih suka diacuhkan. Tapi setidaknya satu hal yang kami bangga. Kami berani berorasi, tetapi tidak bikin Ibu kami di rumah khawatir karena kami lempar-lemparan batu dan bakar-bakaran di jalanan. Kecuali mungkin kami tukang sate. Wajar untuk itu bakar-bakar di jalanan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-3490279067694111405?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/3490279067694111405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/percakapan-dua-mahasiswi-absurd.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3490279067694111405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/3490279067694111405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/percakapan-dua-mahasiswi-absurd.html' title='Percakapan dua Mahasiswi absurd memandangi negrinya yang sedang Rapat Paripurna di Tengah Malam'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6725995641142288012.post-7162640256906474556</id><published>2010-03-03T22:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T01:11:48.534-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><title type='text'>Pembuka</title><content type='html'>Selamat siang, Waktu Indonesia Tengah. Salam dari saya wanita yang senang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya sebuah bunga pikiran ditaburkan di halaman luas. Yang menanam tentu berharap jika bunga ini dapat bermanfaat dan menambah indah halaman pikiran. Diperkenankan juga jika ada yang mau menukar dan membagi benih-benih dan menitipkannya kepada saya. Niscaya akan saya tanam baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semata hanyalah halaman untuk saya berkarya disela kebosanan saya menghadapi hari-hari saya. Sebagai mana "halaman" memiliki dua arti; lahan terbuka serba guna di sebuah teritori, atau satu sisi lembar dalam sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat di-scroll-through.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6725995641142288012-7162640256906474556?l=penahangus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penahangus.blogspot.com/feeds/7162640256906474556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/pembuka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7162640256906474556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6725995641142288012/posts/default/7162640256906474556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penahangus.blogspot.com/2010/03/pembuka.html' title='Pembuka'/><author><name>Amanda "MIU" Saragih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06300095239846722808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_cMvzwwpw9O8/S-MGA6JhTpI/AAAAAAAAAXw/u07lbm3NINo/S220/alay+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
